Menu

Mode Gelap

Nasional

Whipe Pink N2O Punya Efek ‘Tawa’, Ditemukan di Kamar Mendiang Lula Lahfah

badge-check


					Polsi menyhita sejumlah barang bukti dari kamar mendiang selegram Lula Lahfah, 26, termasuk sebuah tabung White Pink yang mempunyai efek tawa bagi pemakainya. Foto: dok/ poltabes jakarta selatan Perbesar

Polsi menyhita sejumlah barang bukti dari kamar mendiang selegram Lula Lahfah, 26, termasuk sebuah tabung White Pink yang mempunyai efek tawa bagi pemakainya. Foto: dok/ poltabes jakarta selatan

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, merinci barang bukti kunci dalam kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah (26 tahun) melalui konferensi pers di markas polisi, Jumat (30/1/2026).

Temuan utama mencakup tabung Whip Pink berisi gas Nitrous Oxide (N₂O) beserta barang lain di apartemen korban, Essence Cipete, Jakarta Selatan, pada 23 Januari 2026.

AKBP Iskandarsyah menegaskan hasil visum dari RS Fatmawati tidak menemukan tanda kekerasan atau indikasi pidana.

Penyelidikan dipimpinnya sendiri, melibatkan analisis forensik dari Puslabfor Polri, keterangan saksi termasuk pacar korban Reza Arap, serta rekaman CCTV aktivitas terakhir Lula.

Kasus ditutup karena penyebab utama kehabisan napas, tanpa autopsi sesuai permintaan keluarga.

Barang Bukti

Polisi mengamankan dan uji laboratorium berbagai barang bukti di lokasi kejadian:

  • Tabung Whip Pink seberat 2.050 gram berisi gas N₂O murni, terbukti milik Lula berdasarkan tes DNA sentuhan yang cocok dengan sampel keluarganya.

  • Seprai putih, tisu, serta kapas yang mengandung bercak darah dengan profil DNA sesuai Lula.

  • Kotak pink berisi obat-obatan milik korban, empat botol cairan vape, delapan pod vape bermerek berbeda, plus perangkat vape tambahan.

Lula ditemukan terbaring telentang di kasur apartemennya, dengan penyelidikan awal menyingkirkan unsur kekerasan meski pemeriksaan saksi terus dilakukan.

Risiko Gas Whip Pink

Tabung berwarna pink ini, awalnya untuk propelan whipped cream di sektor kuliner, mengandung gas N₂O murni seberat sekitar 2.050 gram. Puslabfor Polri mengonfirmasi isinya lewat pemeriksaan forensik, didukung jejak DNA Lula di permukaannya.

Saat dihirup, gas memicu euforia cepat, rasa melayang, dan efek “tawa” karena merangsang dopamin di otak sambil sementara menggantikan oksigen, yang bisa picu pusing atau halusinasi ringan. Risiko instan termasuk hipoksia (kekurangan oksigen), pingsan, hingga henti napas jika overdosis.

Penggunaan berulang jangka panjang mengganggu vitamin B12, memicu neuropati saraf (dari kesemutan hingga kelumpuhan), kerusakan otak akibat anoksia terus-menerus, serta masalah jiwa seperti psikosis.

BPOM dan BNN telah ingatkan bahayanya, termasuk iskemia dan potensi kematian, walaupun belum masuk kategori narkotika pada 2026. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu Orang Tewas Dua Lainnnya Tetimbun 6 Rumah Rusak, Pasca Ledakan Besar di Polonia Medan

21 Juli 2026 - 09:31 WIB

Presiden Prabowo Umumkan RI Punya Bank Emas Simpan 153 Ton Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 07:58 WIB

Hotman Paris Dikepung Lima Masalah Besar Pasca Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Polisi Sampang Ringkus 17 dari 27 Tersangka Pelaku Perundungam Seksual, Korban Diancam Dibunuh

20 Juli 2026 - 23:16 WIB

Trending di Nasional