Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

OPM Papua Klaim Tembak Jatuh Pesawat di Nabire, Kapendam: Pesawat Itu Milik Sipil, bukan Militer

badge-check


					Pesawat jringan Caravan, melakukan pendaratan darurat di log-pon Nabire, dikalim jatun ditembak OPM. Kapendam Cendrawasih, peswata itu bukan militer, melainkan pesawat sipil. Foto: ist Perbesar

Pesawat jringan Caravan, melakukan pendaratan darurat di log-pon Nabire, dikalim jatun ditembak OPM. Kapendam Cendrawasih, peswata itu bukan militer, melainkan pesawat sipil. Foto: ist

Penulis: Bambang Tjuk Winarno  | Editor: Priyo Suwarno

PAPUA, SWARAJOMBANG.COM-  Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, menegaskan pesawat yang jatuh itu milik penerbangan sipil, bukan militer.

Pesawat ringan jenis Caravan itu melakukan pendaratan darurat,  setelah alami gungguan cuaca, lalu dan mengapung di perairan pantai dekat Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/01/2026).

Pernyataan merespon , klaim dari juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, langsung membabi buta dengan mengklaim pesawat sipil yang jatuh itu selama ini digunakan sebagai pengangkut personel TNI.

Informasi itu dia dapatkan dari laporan intelijen di bawah TPNPB-OPM, yang disebutnya Papua Intelligence Service (PIS).

“PIS melaporkan, bahwa pesawat yang selama ini angkut TNI ke wilayah Papua Pegunungan, telah tergelincir masuk di laut ujung Bandara Nabire,” kata Sambom kepada koresponden.

Sambom juga mengirim sejumlah foto dan video, yang menggambarkan kondisi pesawat mengapung di perairan pantai. Video lain memperlihatkan, sejumlah orang berdiri menaiki bangkai pesawat yang tengah mengambang itu.

Pesawat itu milik penerbangan swasta, Smart Air PK SNS, yang memang dikabarkan mengalami insiden tersebut.

Informasi yang dikumpulkan Tri Purwanto menyebutkan, pesawat sipil tujuan Kaimana, Papua Barat, itu mengalami gangguan sehingga bermaksud melakukan emergency landing di Bandara tersebut, namun gagal.

Saat terjadi kecelakaan, ucap Tri Purwanto, pesawat nahas itu mengangkut 15 penumpang inklusi 2 kru pesawat. Tidak terkoreksi adanya korban jiwa, dan semua penumpang sudah dievakuasi. Mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Bukan pesawat milik TNI yang jatuh itu. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Jumlah penumpang keseluruhan sebanyak 15 orang, dengan 2 orang kru pesawat,” jelas Tri Purwanto, dikutip koresponden dalam wawancara tertulis, Selasa (27/01/2025).

Dia tambahkan, semua penumpang, termasuk pilot, sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dibantu pengobatan. Sedangkan kejadiannya, saat pesawat Smart Air melakukan emergency landing, akibat terjadinya gangguan, di dekat Bandara Douw Nabire.

Saat ini, tutur Tri Purwanto, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait yang bekerja di wilayah itu. Untuk pemberitaan publik, pihaknya juga masih menunggu rilis resmi dari petugas di lapangan. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Gunakan Bahasa Jawa Desak Presiden Prabowo Hentikan Karhutla

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Peringati Hari Jadi ke 116, Bupati Warsubi Ziarah di Makam Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Prajurit TMMD 130 Jombang Melalui Komsos Membangun Desa Klitih Plandaan

22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pasar Cukir Jombang Terbakar, Sebanyak 54 Kios Pakaian Ludes

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kasus Keracunan Pindah ke Bogor setelah Cirebon, 103 Siswa Cisarua Dirawat ke Rumah Sakit

21 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hanya 5 Jam Polisi Perak Ringkus Pelaku Pencuri Motor di Musala Glagahan

21 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Daging Ayam Rp50.000, Cabai Rawit Melambung Rp150.000 per Kg

21 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Destry Damayanti: DP 0% untuk Semua Jenis Rumah

21 Oktober 2026 - 19:21 WIB

KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda, SAR Gabungan Berhasil Evekuasi 460 Penumpang dan Kru

21 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Trending di Nasional