Menu

Mode Gelap

Nasional

Polda Metro Jaya Mohon Maaf: Hasil Uji Lab Es Gabus Suderajat Layak Konsumsi!

badge-check


					Polisi dan aparat keamanan punya kewajiban memastikan makanan harus layak konsumsi sesuai aturan. Tetapi muncul persoalan ada es gabus yang dijajagan oleh Suderajat, disebut menggunakan gabus. Setelah dilakukan uji laboratorium, ternyata es gabus itu layak konsumsi, sehingga Polda Metro Jakarta Selatan memohon maaf. Foto: kolase/ist Perbesar

Polisi dan aparat keamanan punya kewajiban memastikan makanan harus layak konsumsi sesuai aturan. Tetapi muncul persoalan ada es gabus yang dijajagan oleh Suderajat, disebut menggunakan gabus. Setelah dilakukan uji laboratorium, ternyata es gabus itu layak konsumsi, sehingga Polda Metro Jakarta Selatan memohon maaf. Foto: kolase/ist

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Polres Metro Jakarta Pusat, menyampaikan permohonan maaf secara publik.

Ia mengakui bertindak terlalu cepat tanpa verifikasi ilmiah, atas nama dirinya dan Babinsa terkait tuduhan es kue pedagang Suderajat berbahan spons.

Video permintaan maaf dirilis pada 27 Januari 2026 melalui Humas Polres Metro Jakarta Pusat, di mana Ikhwan meminta maaf kepada Suderajat, masyarakat, dan institusi karena menimbulkan kegaduhan viral.

Ia menekankan niat edukasi dan keselamatan warga, tapi janji lebih hati-hati dengan prosedur verifikasi ke depan.

Permintaan maaf disampaikan di Aula Mako Polsek Kemayoran, didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar dan pelapor warga. Kasus ini jadi pelajaran bagi aparat untuk hindari kesimpulan prematur.

Polres Metro Jakarta Pusat meminta maaf atas kesalahan tuduhan terhadap seorang pedagang es kue jadul bernama Suderajat, yang dicurigai menggunakan bahan spons pada dagangannya.

Insiden ini terjadi di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, setelah laporan warga memicu pemeriksaan awal oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa.

Kejadian

Pada 24 Januari 2026, warga M. Arief Fadillah melaporkan dugaan es gabus berbahan spons melalui call center 110, sehingga polisi dan TNI memeriksa pedagang dengan memeras dan membakar sampel es, yang viral di media sosial.

Uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat kemudian membuktikan es tersebut aman dan bukan spons. Video tuduhan awal memicu kegaduhan publik.

Pedagang Suderajat merasa lega setelah klarifikasi, sementara Polres menekankan komitmen verifikasi tepat untuk cegah kesalahpahaman. Kasus ini jadi pelajaran edukasi publik soal penyebaran informasi.

Polres Metro Jakarta Pusat meminta maaf setelah salah tuduh pedagang es kue Suderajat menggunakan bahan spons, yang terbukti aman melalui uji lab. Berikut kronologi lengkap secara poin per poin berdasarkan laporan media.

Kronologi

  • 24 Januari 2026, pagi: Warga M. Arief Fadillah (43) beli es gabus jadul dari Suderajat (49) di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakpus, lalu curiga berbahan spons (PU Foam).

  • 24 Januari 2026, siang: Arief laporkan via Call Center Polri 110; tim piket Reskrim Polsek Kemayoran dan Babinsa Utan Panjang datangi lokasi.

  • Pemeriksaan awal: Aparat amankan es gabus, agar-agar, cokelat meses; peras sampel (tak hancur), bakar (meleleh), lalu tuduh spons bedak secara verbal; video viral.

  • Paksaan pedagang: Babinsa paksa Suderajat makan es yang sudah diperas (“Habisin, telan!”); Suderajat dipanggil ke polsek untuk pemeriksaan.

  • Uji lab cepat: Tim kesehatan Polres Metro Jakpus periksa sampel; hasil aman, bukan spons.

Klarifikasi dan Maaf

  • 25 Januari 2026: Suderajat pulang ke Depok dengan ganti rugi barang dagangan; Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra konfirmasi es layak konsumsi via Dinkes dan Labfor.

  • 26-27 Januari 2026: Aiptu Ikhwan Mulyadi (Bhabinkamtibmas) akui salah, minta maaf publik karena tak verifikasi dulu; video permintaan maaf dirilis.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamax Turbo Naik Tajam, Dexlite Anjlok Rp3.600 per Liter

8 Juni 2026 - 18:58 WIB

Awas Sidoarjo Terancam Darurat HIV-AIDS: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru Total 7.129 Penderita

8 Juni 2026 - 17:28 WIB

Hadi Atmaji Pimpin Rapat Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:47 WIB

Gempa Magnetudo 7.7 di Mindanao, Getaran Terasa di Indonesia Utara

8 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polisi Situbondo Gercep Tangkap Suami yang Menghabisi Istrinya Gegara Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 22:28 WIB

Viral Juragan Truk Ikat Tangan dan Pukuli Sopir Gunakan Batang Kayu, Polisi Gercep Meringkus Pelaku

7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:59 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

MA Sudah Keluarkan Vonis, Yemahura: PT Delta Surya Belum Mau Bayar Rp1,4 Miliar

6 Juni 2026 - 19:19 WIB

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Trending di Nasional