Menu

Mode Gelap

Headline

Februari Puncak Hujan, BPBD Jombang Sebar Edaran Waspadai Banjir Khususnya Mojoagung dan Wonosalam

badge-check


					
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Foto: swarajombang/ kolase/ dok Perbesar

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, Foto: swarajombang/ kolase/ dok

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJONBANG.COM – BPBD Jombang mengintensifkan koordinasi lintas sektor, menyiapkan personel dan peralatan, untuk mengantisipasi banjir dan longsor di puncak musim hujan 2026 yang diprediksi berlangsung hingga Februari.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyebut Pemkab Jombang telah mengeluarkan surat edaran Bupati kepada seluruh OPD sebagai panduan kesiapsiagaan bencana.

Di tingkat kecamatan pun, posko siaga bencana sudah dibentuk khusus menghadapi ancaman hidrometeorologi.

“Pemda telah menerbitkan surat edaran itu, bahkan posko siaga sudah siap di kecamatan,” ujar Wiku saat ditemui di Jombang, Senin (26/1/2026).

BPBD Jombang juga berkoordinasi rapat dengan Pemprov Jatim dan BMKG. Prakiraan cuaca BMKG menjadi acuan utama untuk langkah teknis di lapangan.

“Jika ada hujan lebat, kami segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatur pintu air agar banjir tidak meluap,” tambahnya.

Upaya mitigasi difokuskan pada pembersihan saluran air dan sungai rawan penyumbatan. Bersama Dinas PU, BPBD rutin membersihkan titik rawan banjir, terutama sungai yang sering membawa sampah dan bambu saat debit air naik.

“Banjir kiriman sering menyumbat jembatan. Kami antisipasi dengan pembersihan cepat via Dinas PU,” jelas Wiku.

Pemkab Jombang telah menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana untuk memastikan semua pihak siap tanggap. Kegiatan ini menekankan respons cepat dalam evakuasi dan pelayanan masyarakat.
“Kami sudah apel besar, jadi personel siap layani korban kapan saja,” tegasnya.

Potensi banjir terbesar datang dari hulu seperti Kota Batu dan Kandangan Kediri, mengancam Kecamatan Wonosalam. Kawasan Kademangan dan Kauman di Mojoagung juga rentan luapan saat hujan deras.

“Curah hujan tinggi di hulu bisa picu luapan ke Wonosalam,” ungkap Wiku.

BPBD menjamin kesiapan penuh, termasuk evakuasi warga, dapur umum via Tagana, hingga tangani pohon tumbang. Semua SDM, alat berat, dan perlengkapan darurat sudah on standby.
“Tak hanya bencana besar, kejadian kecil pun kami tangani langsung,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Penataan PK5: Pemkab Jombang tidak Belajar Pengalaman Masa Lalu

5 Juni 2026 - 17:04 WIB

Perkara Dr Yudi Utomo Imaryoko Dihentikan, telah Dilakukan Perdamaian dengan Pelapor

5 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pangdam Rudi Saladin Tinjau Lahan 86 Ha di Grobogan Mojowarno Calon Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kebakaran Hebat Kandang Ayam di Peterongan Jombang, Kerugian Rp 2 Miliar

4 Juni 2026 - 22:15 WIB

Pertamax Green 95 Jadi Awal Mandatori Bioetanol Nasional

4 Juni 2026 - 20:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pemerintah Klaim Fundamental Masih Kuat

4 Juni 2026 - 20:31 WIB

Rahasia 06-06-26: Komunitas Titik Nol Mulai Kenalkan Nasi Ploso dan Jenang Pelok Kesukaan Bung Karno

4 Juni 2026 - 17:41 WIB

Pancasila Merupakan Pengejawantahan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di Nasional