Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengecam temuan makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga sudah basi dan tak layak dikonsumsi di beberapa sekolah Kecamatan Kesamben. Ketua DPRD setempat, Hadi Atmaji, menilai kasus ini merusak esensi program gizi anak sekolah.
Hadi menyatakan kekecewaannya atas masalah berulang ini, yang bertentangan dengan tujuan utama MBG untuk meningkatkan nutrisi siswa. “Ini tanggung jawab penuh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi manajemen jadi prioritas utama, karena ada puluhan pekerja yang seharusnya bisa memastikan kualitas makanan,” tegasnya saat ditemui, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan bahwa pengawasan harus lebih ketat di setiap rantai, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi ke sekolah.
“Program ini tak boleh sekadar administratif. Lemahnya kontrol bisa berujung makanan tak bergizi bahkan membahayakan siswa,” lanjut politikus PKB itu.
Hadi menekankan perlunya pengawasan berlapis agar tak ada lagi keluhan serupa. “Pengecekan bahan makanan dan pra-distribusi wajib teliti. Kami tak ingin kejadian ini terulang, apalagi sampai ada siswa keracunan,” tutupnya.
Sebelumnya, seperti diberitakan, program MBG di Kecamatan Kesamben kembali menuai protes dari orang tua siswa. Keluhan merata di berbagai sekolah, termasuk soal menu dari SPPG Yayasan Miftahul Ulum yang diduga basi.
Wali murid berinisial LF mengonfirmasi masalah ini saat ditemui Selasa (20/1/2026). “Bukan cuma di Desa Dero, Kedungbetik, atau Kesamben, tapi di mana-mana. Anak saya di SD Candisari bahkan menolak makan karena nasi dan lauknya sudah basi. Anak kecil mana mungkin bohong,” ungkapnya.
Akibatnya, banyak siswa memilih sarapan di rumah. Orang tua mendesak evaluasi total terhadap kualitas dan keamanan pangan MBG demi lindungi kesehatan anak sekolah. **











