Menu

Mode Gelap

Headline

Diduga Keracunan Makanan MBG, 49 Santri Al Inayah Cilegon Dirawat di Rumah Sakit

badge-check


					Kesakitan berat, satu di antara 49 santri Al Inayah, Cilegon, tampak dadanya turun naik. Mereka diduga korban makanan dari MBG, Kamis, 16 April 2026. Foto: Instagram@voxtren Perbesar

Kesakitan berat, satu di antara 49 santri Al Inayah, Cilegon, tampak dadanya turun naik. Mereka diduga korban makanan dari MBG, Kamis, 16 April 2026. Foto: Instagram@voxtren

Penukis: Sri Muryanto  | Editor: Priyo Suwarno

CILEGON, SWARAJOMBANG.COM — Puluhan santri MTs dan Pondok Pesantren Al-Inayah, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (16/4/2026).

Para santri mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga lemas tak lama setelah makan.

Pengasuh Ponpes Al-Inayah, Ustad Jefri, mengatakan kejadian itu berlangsung cepat dan membuat pihak pesantren panik karena jumlah santri yang mengeluh gejala serupa cukup banyak dalam waktu hampir bersamaan.

Ia menyebut petugas pesantren langsung menghubungi tenaga kesehatan agar para korban segera mendapat penanganan.

“Begitu kami tahu ada santri yang muntah dan sakit perut setelah makan, langsung kami koordinasikan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Ustad Jefri.

Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan pihaknya akan menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut.

Ia mengatakan pemerintah kota bersama instansi terkait akan mengevaluasi dapur penyedia MBG yang memasok makanan ke sekolah dan pesantren.

“Kalau ada pelanggaran SOP, tentu akan kami tindaklanjuti. Bahkan bisa kami sarankan untuk ditutup sementara,” kata Robinsar.

Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kota Cilegon.

Petugas telah memeriksa sejumlah korban, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari tim pemeriksa.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Babinsa Grati Ringkus Lansia Pencuri Motor Bowo Bonded, di Depan SDN1 Kalipang Pasuruan

11 Mei 2026 - 22:56 WIB

Kasus Hantavirus di Indonesia, Mayoritas Tipe HFRS

11 Mei 2026 - 20:50 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Ketua Dewan Hadi Atmaji: Persilakan Bupati Jombang Sempurnakan Raperda Jasa Bangunan

11 Mei 2026 - 18:16 WIB

125 Warga Sidoarjo Jalani Operasi Katarak Gratis dari PT Pegadaian XII Surabaya

11 Mei 2026 - 14:48 WIB

Jalur Ngadas dan Ngantang Terjadi Laka Akibat Rem Blong, 12 Orang Lukaluka

11 Mei 2026 - 01:23 WIB

Hilang 128 Besi Penutup Goronggorong di Surabaya, Kombes Luthfie: Ini Bukan Pencurian Biasa

11 Mei 2026 - 00:47 WIB

Pencuri Mangga Tewas, Kerabat Korban Balik Menyerang Rumah Pemilik Pohon di Bontang

10 Mei 2026 - 23:21 WIB

Siswi SMPN Kepanjen Malang Jadi Korban Pelecehan Guru, Langsung Berurusan dengan Polisi

10 Mei 2026 - 22:34 WIB

Trending di Headline