Menu

Mode Gelap

Headline

Gunung Semeru Erupsi Lagi Semburkan APK Hingga 5 KM, Diberlakukan Zona Merah

badge-check


					Rekaman aktivitas Gunung Semeru, Sabtu, 10 Januari 2026. Terjadi semburan awan panas, namun sudah mereda di bawah 2.000. Bupati Lumajang, menyatakan radius 5 km masih aman, warga masyarakat terus diimbau waspada. Foto: PMVBG-BG-KE-ESDM Perbesar

Rekaman aktivitas Gunung Semeru, Sabtu, 10 Januari 2026. Terjadi semburan awan panas, namun sudah mereda di bawah 2.000. Bupati Lumajang, menyatakan radius 5 km masih aman, warga masyarakat terus diimbau waspada. Foto: PMVBG-BG-KE-ESDM

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

LUMAJANG, SWARAJOMBANG.COM – Erupsi dahsyat Gunung Semeru di Jawa Timur pada Jumat (9/1/2026) menyemburkan awan panas guguran (APG) hingga 5 km ke sektor tenggara, memicu evakuasi zona merah dan penutupan area penambangan pasir di Besuk Kobokan, tidak ada laporan adanya  korban jiwa.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak (total 5.676 mdpl) pada pukul 15.13 WIB, berbentuk kelabu pekat dan bergerak ke arah utara serta timur laut.

Aktivitas ini terekam seismograf dengan amplitudo puncak 22 mm selama hampir 20 menit.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjamin luncuran APG yang mencapai 5 km masih berada di zona aman, jauh dari pemukiman penduduk.

“Warga lereng Semeru sudah terlatih mitigasi bencana seperti erupsi sebelumnya. Tetap tenang, waspada, dan ikuti update dari Pos Pantau Gunung Api Semeru,” ujarnya.

BPBD Lumajang telah mengosongkan Desa Supitur di zona merah dan menyiapkan tim tanggap darurat untuk antisipasi APG susulan atau lahar.

Sepanjang hari itu, Semeru meletus hingga 35 kali, termasuk erupsi pukul 17.17 WIB (abu 800 meter) dan dini hari pukul 00.58 WIB (1.000 meter), dengan total gempa APG selama 3.698 detik.

Dampak

Status Gunung Semeru tetap Level III (Siaga). PVMBG mendesak warga menjauhi radius 13 km sepanjang Besuk Kobokan di tenggara, serta menghindari penambangan pasir di sungai.

Potensi lahar hujan dan guguran lava masih mengancam lembah hulu, sementara abu vulkanik berisiko menurunkan kualitas udara di Lumajang.

Petugas intensifkan pengawasan via CCTV dan seismograf, dengan bupati menegaskan situasi terkendali selama warga patuh aturan aman.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Penataan PK5: Pemkab Jombang tidak Belajar Pengalaman Masa Lalu

5 Juni 2026 - 17:04 WIB

Perkara Dr Yudi Utomo Imaryoko Dihentikan, telah Dilakukan Perdamaian dengan Pelapor

5 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pangdam Rudi Saladin Tinjau Lahan 86 Ha di Grobogan Mojowarno Calon Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kebakaran Hebat Kandang Ayam di Peterongan Jombang, Kerugian Rp 2 Miliar

4 Juni 2026 - 22:15 WIB

Pertamax Green 95 Jadi Awal Mandatori Bioetanol Nasional

4 Juni 2026 - 20:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pemerintah Klaim Fundamental Masih Kuat

4 Juni 2026 - 20:31 WIB

Rahasia 06-06-26: Komunitas Titik Nol Mulai Kenalkan Nasi Ploso dan Jenang Pelok Kesukaan Bung Karno

4 Juni 2026 - 17:41 WIB

Pancasila Merupakan Pengejawantahan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di Nasional