Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Pemkab Jombang Percepat Lelang Jembatan Kudubanjar Rp 2,9 Miliar Tahun Ini, Sudah Tiga Kali Gagal

badge-check


					Dipercepatan lelang pembangunan jembatan Kudubanjar, kecamatan Ngusikan Jombang, setelah gagal lelang tahun 2025. Foto: kredonews.com. elok aprianto Perbesar

Dipercepatan lelang pembangunan jembatan Kudubanjar, kecamatan Ngusikan Jombang, setelah gagal lelang tahun 2025. Foto: kredonews.com. elok aprianto

Penulis: Elok Aprianto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Pemkab Jombang giat percepat pembangunan jembatan penghubung Desa Kudubanjar (Kecamatan Kudu) dengan Desa Sumbernongko dan Sumberteguh (Kecamatan Ngusikan), Jawa Timur.

Proyek yang gagal lelang tiga kali sepanjang 2025 kini dijadwalkan masuk tahap pengadaan pada Februari 2026.

Infrastruktur krusial ini akan memudahkan lalu lintas warga dan membuka akses antarwilayah kedua kecamatan. Setelah mengalami kendala berulang tahun lalu, pemerintah daerah kini mengantisipasi proses lebih cepat untuk hindari penundaan.

Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Jombang, Ahmad Rofiq Ashari, menyatakan bahwa dokumen desain jembatan sudah lengkap.

“Kami hanya menanti persetujuan Inspektorat. Begitu rampung, segera kami ajukan ke Layanan Pengadaan Barang/Jasa (LPBJ) melalui mini kompetisi, target Februari,” katanya, Rabu (7/1/2026).

Rofiq menambahkan, dana proyek tetap aman tanpa perubahan, meskipun gagal terealisasi sebelumnya. “Sisihannya Rp3 miliar dari APBD. Karena lelang gagal tiga kali tanpa peserta, tahun ini kami mulai lebih dini,” tambahnya.

Jembatan direncanakan panjang 27 meter dan lebar 4 meter, cukup kuat untuk kendaraan roda empat hingga truk. Fasilitas ini diharapkan dorong perekonomian lokal, percepat pengiriman hasil tani, dan tingkatkan perdagangan di Kecamatan Kudu serta Ngusikan. “Nanti truk besar pun bisa lewat,” tegas Rofiq.

Kegagalan 2025
Salah satu dari 12 Proyek Strategis Daerah (PSD) 2025, yakni jembatan Kudubanjar, batal dikerjakan setelah tiga kali lelang tanpa pemenang. Akibatnya, anggaran Rp2,9 miliar dari APBD tak terserap dan berpotensi jadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).

Plt Kepala Dinas Perkim Jombang, Syaiful Anwar, via Rofiq Ashari, menyebut proyek itu sudah dirapatkan secara teknis dan didokumentasikan, termasuk libatkan bagian hukum Setda Jombang. Namun, pengadaan tetap gagal hingga tenggat waktu habis.

Kepala BPKAD Jombang, M. Nashrulloh, mengonfirmasi bahwa dana tak terserap akan masuk Silpa. “Prosesnya baru final setelah APBD 2025 ditutup,” ungkapnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Penataan PK5: Pemkab Jombang tidak Belajar Pengalaman Masa Lalu

5 Juni 2026 - 17:04 WIB

Perkara Dr Yudi Utomo Imaryoko Dihentikan, telah Dilakukan Perdamaian dengan Pelapor

5 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pangdam Rudi Saladin Tinjau Lahan 86 Ha di Grobogan Mojowarno Calon Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kebakaran Hebat Kandang Ayam di Peterongan Jombang, Kerugian Rp 2 Miliar

4 Juni 2026 - 22:15 WIB

Pertamax Green 95 Jadi Awal Mandatori Bioetanol Nasional

4 Juni 2026 - 20:40 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pemerintah Klaim Fundamental Masih Kuat

4 Juni 2026 - 20:31 WIB

Rahasia 06-06-26: Komunitas Titik Nol Mulai Kenalkan Nasi Ploso dan Jenang Pelok Kesukaan Bung Karno

4 Juni 2026 - 17:41 WIB

Pancasila Merupakan Pengejawantahan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di Nasional