Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

HET Pupuk Nasional akan Diturunkan Hingga 20 Persen, Komisi VII Dukung Peran Petrokimia Gresik

badge-check


					Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, turut menegaskan bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang meningkat menjadi 9,55 juta ton pada 2025 membantu mengurangi kelangkaan pupuk yang berpotensi mendorong harga pasar naik. Foto: PT Petrokimia Gresik Perbesar

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, turut menegaskan bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang meningkat menjadi 9,55 juta ton pada 2025 membantu mengurangi kelangkaan pupuk yang berpotensi mendorong harga pasar naik. Foto: PT Petrokimia Gresik

Penulis: Sanny    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK – Harga pupuk bersubsidi menjadi fokus utama sinergi antara Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, bersama Komisi VII DPR RI dalam menjaga ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau untuk petani, sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Majus Luther Sirait, menyampaikan bahwa pemerintah tahun ini melakukan transformasi besar dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, salah satunya dengan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen.

Penurunan harga ini merupakan langkah strategis untuk meringankan beban petani dan mendorong optimalisasi penggunaan pupuk subsidi.

“Dengan harga yang sudah lebih terjangkau sejak 22 Oktober lalu, kami memastikan stok pupuk bersubsidi seperti Urea, NPK, dan ZA cukup tersedia di tingkat kabupaten/kota. Hal ini penting agar petani dapat memperoleh pupuk dengan harga yang lebih murah tanpa harus khawatir soal ketersediaan,” ujar Luther.

Sebagai gambaran, hingga 20 November 2025, Petrokimia Gresik memiliki stok pupuk bersubsidi mencapai 299.369 ton, yang diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan petani untuk tiga pekan ke depan.

Penyediaan stok ini merupakan upaya menjaga kestabilan harga pupuk di lapangan, khususnya menjelang dan selama musim tanam.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, turut menegaskan bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang meningkat menjadi 9,55 juta ton pada 2025 membantu mengurangi kelangkaan pupuk yang berpotensi mendorong harga pasar naik.

Ia menekankan pentingnya menjaga harga dan ketersediaan pupuk agar petani dapat menjalankan musim tanam tanpa kendala biaya yang memberatkan.

“Kami juga fokus mendorong kebijakan harga gas untuk industri pupuk agar tetap stabil di tingkat 6,5 Dollar AS per MMBTU tahun 2026. Kestabilan harga gas ini sangat krusial untuk menjaga harga pupuk agar tak mengalami lonjakan,” ujar Evita.

Penurunan harga pupuk bersubsidi disambut positif karena memberikan peluang lebih besar bagi petani untuk mengakses pupuk dengan biaya yang lebih efisien, sehingga dapat mendorong peningkatan produksi pangan nasional. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Eksekutif- Legislatif Guyub Santai Saksikan de’Massiv, dalam Penutan Peringatan Hari Jadi 116 Jombang

27 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (73): Meredup, Klan Melahirkan Sikap Sombong

27 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Dahnil Anzar: Dua Putra Gus Irfan Ajukan Surat Mundur dari Jabatan Staf Ahli Kemenhaj-Umrah

27 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Wiko Diaz: BPBD Pasok Air Bersih 600 Jiwa di Kebun Dalem Bareng dan Jipurafah Plandaan

26 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Bupati Warsubi Tinjau Jembatan Rp3 M Kudu-Ngusikan, Awal Desember 2026 Dioperasikan

26 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Atasi Anomali Harga Telur Ayam Pinsar Usulkan Zonasi Harga

26 Oktober 2026 - 19:34 WIB

PKK Jombang Berhasil Raih 2 Penghargaan di Ajang Hari Kesatuan Gerak PKK ke 54 di Malang

26 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Kekeringan Meluas di Jawa Timur Berdampak Pada 35.808 Keluarga

26 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Ekonom Ingatkan Konsekuensi Hukum, Terkait Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura

26 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Trending di Nasional