Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
IKN NUSANTARA, SWARAJOMBANG.COM– Kabar duka menyelimuti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, ditemukan meninggal dunia di lingkungan Rusun ASN, Kalimantan Timur, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kepala Polisi Resor IKN, Kombes Pol Supriyanto, memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
“Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan awal, almarhum sempat mengeluhkan nyeri lambung selama tiga hari sebelum meninggal. Hasil pemeriksaan sementara di lokasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Pihak kepolisian bersama tim medis telah melakukan penanganan di lokasi. Jasad almarhum kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian yang pasti melalui pemeriksaan laboratorium.
Pihak Otorita IKN turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. “Kami seluruh keluarga besar Otorita IKN sangat berduka cita atas wafatnya sahabat dan rekan kerja kami, Troy Harold Yohanes Pantouw.”
“Beliau sosok yang rajin, berdedikasi tinggi, dan selalu penuh semangat dalam memperkenalkan IKN kepada masyarakat luas. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi kami,” bunyi pernyataan resmi Otorita IKN.
Keluarga almarhum memohon doa serta meminta privasi dihormati selama proses berlangsung. Hingga saat ini tidak ada keterangan lain yang dikeluarkan selain yang telah disampaikan pihak kepolisian.
Kronologi
1. Selama tiga hari sebelum wafat: Almarhum dilaporkan sering mengeluhkan sakit nyeri lambung kepada rekan terdekat.
2. Sabtu, 25 Juli 2026: Jasad Troy Harold Yohanes Pantouw ditemukan di dalam unit hunian Rusun ASN kawasan IKN.
3. Segera setelah ditemukan: Warga dan rekan kerja melapor ke pihak berwajib; petugas kepolisian segera tiba di lokasi.
4. Pemeriksaan awal: Dilakukan penyelidikan tempat kejadian perkara dan pemeriksaan fisik awal, tidak ditemukan tanda kekerasan.
5. Penyampaian resmi: Kapolresta IKN Kombes Pol Supriyanto mengumumkan hasil pemeriksaan sementara kepada awak media.
6. Tindak lanjut: Jasad dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis mendalam guna memastikan penyebab kematian.**











