Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

BMKG Imbau Masyarakat Tenang: Air Pantai Surut dan Gempa Mag 3,8 Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau

badge-check


					BMKG mengimbau masyarakat tenang karena bukan tsunsmi, saat ini air surut di pantai sekitar Serang. Foto: ist Perbesar

BMKG mengimbau masyarakat tenang karena bukan tsunsmi, saat ini air surut di pantai sekitar Serang. Foto: ist

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

SERANG, SWARAJOMBANG.COM  — Gempa berkekuatan magnetudo 3,8 mengguncang kawasan sekitar Pulau Anak Krakatau pada Selasa malam, 8 September 2026.

Tak lama kemudian, warga di pesisir Selat Sunda melaporkan fenomena yang membuat mereka cemas: air laut tiba-tiba surut jauh meninggalkan garis pantai.

Bukan tsunami, kata BMKG — namun fenomena ini tetap menjadi peringatan bahwa aktivitas gunung berapi anak Krakatau sedang bergejolak.

Kejadian

Pada pukul 20.15 WIB, Selasa malam, gempa terasa di Pulau Sebesi, Pulau Panjang, serta pesisir Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan.

Getaran berlangsung singkat namun terasa jelas — skala intensitas II hingga III MMI. Warga yang berada di sekitar pantai melaporkan sekitar 10 hingga 15 menit setelah gempa, air laut perlahan namun pasti menyurut hingga puluhan meter dari garis normal.

Dasar laut dan terumbu karang yang biasanya tertutup air tiba-tiba terlihat jelas. Fenomena ini berlangsung sekitar 20 menit sebelum air kembali naik ke batas normal.

“Saya sedang duduk di teras rumah menghadap laut. Tanpa suara gemuruh besar, air seolah ditarik mundur ke tengah. Kami langsung ingat pelajaran sekolah. Surut itu pertanda bahaya. Warga berlarian menjauhi pantai,” ujar Sukmana, warga Pulau Sebesi yang menyaksikan kejadian tersebut langsung.

Bukan Tsunami

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Sri Woro Budi Utami, memberikan klarifikasi resmi pada Rabu pagi, 9 September 2026:

“Gempa M 3,8 yang terjadi disebabkan oleh aktivitas magmatik di bawah Gunung Anak Krakatau. Fenomena air surut yang teramati di sekitar pulau adalah dampak langsung dari perubahan bentuk dasar laut akibat tekanan magma di bawah — bukan tsunami yang merambat jauh.” Kata dia.

“Gerakan lokal dasar laut mendorong air menjauhi pantai sesaat, lalu kembali normal dengan sendirinya. Tidak ada potensi tsunami jarak jauh, namun warga tetap diimbau menjauhi pantai selama status gunung masih Siaga.”

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah erupsi abu tercatat pada Senin, 7 September 2026, ketika kolom abu mencapai ketinggian 800 meter di atas puncak kawah.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Siaga (Level III) — artinya aktivitas vulkanik meningkat dan potensi letusan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Waspadai

Air yang surut di tengah malam tanpa gelombang besar yang mendahuluinya adalah fenomena langka namun wajar di kawasan gunung berapi aktif.

Meski kali ini dinyatakan aman, respons warga yang segera menjauhi pantai adalah langkah yang benar dan patut dicontoh.

Keselamatan tidak boleh ditawar — terutama ketika alam sendiri sedang memberi sinyal bahwa di bawahnya, masih ada tenaga raksasa yang terus bergerak.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Wanita Guru SDN 2 Cempoko Sragen Luka Ringan, Tertimpa Plafon Ruang yang Ambrol

9 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Pasukan Damkar Jombang Jibaku di Karobelah, Padamkan Kebakaran Usaha Sol Sepatu

8 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Polisi Pamekasan Bidik Khairul Kalam, Korlap Massa Palengaan yang Merobohkan Bangunan Calon Gerai Indomart

8 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Perpres Ojol Resmi Rilis, Kemenhub Kantongi Aturan Tarif Angkutan Orang

8 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Pasar Motor September 2026 Menggeliat, Terjual 654.343 Unit!

8 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Imbas Dugaan Pelanggaran Etik, Pelapor Minta Sembilan Hakim MK Diberhentikan Tetap

8 Oktober 2026 - 20:00 WIB

KPK Jadwal Ulang Panggil Nusron Wajid, Kasus OTT Buka Blokir SHM PT Sumarecon

7 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Mendunia Sidang Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Gibran

7 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Jatim Peringkat Tiga Impostor Content: Modus Baru Penipuan Digital

7 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Trending di Nasional