Menu

Mode Gelap

Headline

RS Kemenkes Sudah Punya PET Scan untuk Deteksi Penyakit: Biaya Rp 15-20 Juta

badge-check


					Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau jika membutuhkan jasa layanan pemeriksaan kesehatan tidak harus ke luar negri, karena RS Kemenkes di Indonesia sudah menyiapkan alat PET Scan yang mampu mendeteksi penyakit. Foto:  Instagram@bgsadkinin Perbesar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau jika membutuhkan jasa layanan pemeriksaan kesehatan tidak harus ke luar negri, karena RS Kemenkes di Indonesia sudah menyiapkan alat PET Scan yang mampu mendeteksi penyakit. Foto: Instagram@bgsadkinin

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya memanfaatkan layanan PET Scan yang kini sudah tersedia di Rumah Sakit Kemenkes, Surabaya.

Banyak masyarakat Indonesia selama ini memilih berobat atau menjalani pemeriksaan ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, terutama untuk pemeriksaan PET Scan, khususnya bagi pasien kanker. Dulu, alat ini hanya tersedia di tiga lokasi di Jakarta. Namun kini, sudah ada 7 alat PET Scan yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Menteri Budi menyampaikan melalui akun Instagram @bgsadiking pada Selasa, 18 November 2025, bahwa masyarakat Jawa Timur dan sekitar tidak perlu lagi pergi ke Jakarta atau luar negeri untuk PET Scan. Cukup datang ke RS Kemenkes Surabaya, Indrapura. Dengan biaya terjangkau, fasilitas gedung nyaman, dan layanan dokter spesialis yang berkompeten, fasilitas ini siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sejak September 2025, layanan PET Scan di RS Kemenkes Surabaya telah melayani sebanyak 66 pasien. Menteri Budi juga mendorong agar video ini disebarkan luas agar lebih banyak masyarakat Indonesia tahu dan bisa mendapatkan pemeriksaan yang lebih hemat dan dekat dengan keluarga.

Kegunaan PET Scan

PET Scan memiliki peranan penting dalam dunia medis, terutama dalam membantu diagnosis dan pemantauan berbagai penyakit:

  • Deteksi dan Diagnosis Kanker: PET Scan mampu mendeteksi keberadaan sel kanker sekaligus menentukan tahap penyebarannya (metastasis). Zat radioaktif menumpuk pada sel kanker karena metabolisme yang tinggi, memudahkan deteksi dini serta menilai efektivitas pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi. Alat ini juga membantu mendeteksi kekambuhan kanker setelah perawatan.

  • Evaluasi Penyakit Jantung: Membantu mengukur aliran darah ke otot jantung, mendeteksi area yang rusak, serta mendiagnosis penyakit jantung koroner dan gangguan lainnya.

  • Diagnosis dan Evaluasi Gangguan Otak: Digunakan untuk mendiagnosis penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, serta epilepsi. PET Scan dapat mengidentifikasi fokus kejang dan menilai kerusakan otak akibat stroke atau trauma.

  • Menilai Fungsi Organ dan Jaringan: Mengukur fungsi vital seperti aliran darah, penggunaan oksigen, dan metabolisme glukosa, untuk memeriksa apakah organ atau jaringan berfungsi normal.

Secara keseluruhan, PET Scan adalah alat diagnostik fungsional yang vital untuk diagnosis awal, perencanaan pengobatan, dan pemantauan respon terapi demi meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas pengobatan.

Di Indonesia, biaya pemeriksaan PET Scan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp16 juta per sekali pemeriksaan, tergantung fasilitas rumah sakit dan jenis scan.

Secara global, biaya PET Scan bervariasi tergantung lokasi dan fasilitas medis:

  • Di Indonesia: Rp10 juta hingga Rp20 juta

  • Di Malaysia: mulai dari sekitar Rp8 juta (RM 2.200) hingga Rp19 juta (RM 5.000) untuk pemeriksaan lengkap dengan kontras

  • Di Turki: sekitar 1.100 Euro (sekitar Rp17 juta)

  • Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, biaya bisa mencapai ribuan dolar AS atau sekitar Rp75 juta ke atas, tergantung teknologi dan jenis scan

Harga alat PET/CT juga tinggi, berkisar antara $225.000 hingga $475.000 per unit, yang mempengaruhi biaya pemeriksaan.

Biaya PET Scan di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan rata-rata global, terutama bila dibandingkan dengan negara maju di Amerika dan Eropa. Meski begitu, negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura menawarkan biaya yang sedikit lebih tinggi tapi dengan fasilitas dan pelayanan yang modern.

Faktor lain seperti kemudahan akses, bahasa, dan biaya perjalanan harus dipertimbangkan saat memilih tempat pemeriksaan di luar negeri. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

Rudy Mas’ud tak Punya Nyali Temui Massa Aksi Unjuk Rasa AMP Kaltim

22 April 2026 - 09:02 WIB

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Kebakaran Timpa Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Penyebabnya Masih Misterius

21 April 2026 - 14:35 WIB

Aksi Massa APM Kepung Gedung DPRD Kaltim, Paksa Dewan Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:27 WIB

Jepang Tenang Hadapi Tsunami 3 Meter, Efek Gempat Magnetudo 7.4

21 April 2026 - 12:26 WIB

Kejati Jabar Menahan Oknum Jaksa Kejati Banten, Ivan Rinaldi Terlibat Penjualan Bukti Aset KSP Pandawa

20 April 2026 - 14:38 WIB

Kasus Hukum Jalan Terus, Inge Marita Duduk Simpuh Mohon Maaf kepada Lutviana

20 April 2026 - 12:57 WIB

Trending di Headline