Menu

Mode Gelap

Headline

Rudy Mas’ud tak Punya Nyali Temui Massa Aksi Unjuk Rasa AMP Kaltim

badge-check


					Polisi menggunakan water canon untuk menghalau massa, dalam aksi unjuk rasa AMP Kaltim di depan kantor Gubernur Kaltim, Selasa 21 April 2026. Sementara itu Gubernur Rudy Mas'ud tak punya nyali menghadapi massa. Ia memiloh 14 jam berdiam dan bertahan dalam kantornya hingga massa membubarkan diri. Foto: ist Perbesar

Polisi menggunakan water canon untuk menghalau massa, dalam aksi unjuk rasa AMP Kaltim di depan kantor Gubernur Kaltim, Selasa 21 April 2026. Sementara itu Gubernur Rudy Mas'ud tak punya nyali menghadapi massa. Ia memiloh 14 jam berdiam dan bertahan dalam kantornya hingga massa membubarkan diri. Foto: ist

Penulis: ­Sri Muryanto  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAMARINDA– Aliansi Masyarakat Pejuang (AMP) Kaltim berhasil mebghimpun 5.000-7000 warga, bergerak dan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD dan kantor Gubernur Kaltim secara damai, Selasa 21 April 2026.

Sebaliknya, Rudy Mas’ud  memilih bertahan dan sembunyi di dalam gedung kantor gubernur Kaltim selama lebih 14 jam.

Ia tak punya nyali untuk menghadapi aksi unjuk rasa massa Aliansi Pejuang Masyarakat (APM) Kaltim, Selasa 21 April 2026.

Alih alih merespon aksi itu, Rabu pagi 22 April 2026, Rudy merilis video lewat medsos, berupa ucapan terima kasih atas demo berkualitas itu.

Warga Kaltim kecewa kepada Rudy Mas’ud, karena sejumlah kebijakan dan sikap komunikasinya dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat.

Senin 20 April 2026, ia juga berpidato bahwa dirinya siap terbuka 24 jam untuk menerima masyarakat, kenyataanya ia lebih suka mengurung diri tak bersedia menjawab tuntutan warganya.

Sorotan terbesarnya adalah anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar, yang dianggap mencederai rasa keadilan di tengah ekonomi warga yang sulit.

Selain itu, muncul kritik bahwa kepemimpinannya sering memicu polemik dan blunder, sehingga dianggap kurang sensitif terhadap aspirasi publik.

Ia bahkan meminta staf ahlinya Sudarno dan Bambang Widjojanto untuk melawan opino publik, dengan statemen tuduhan bahwa gerakan masda ini adalah efek residu kalah pilkada.

Ada juga penilaian bahwa ia belum berhasil membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi cepat, yang ikut memperkuat rasa kecewa sebagian warga.

Dalam aksi 21 April, massa juga menuntut evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur karena kebijakan-kebijakan itu dianggap kontroversial dan tidak mencerminkan prioritas rakyat.

Jadi, kekecewaan itu bukan cuma soal satu keputusan, melainkan akumulasi dari kebijakan anggaran, gaya komunikasi, dan persepsi kurang peka terhadap kondisi warga.

Unjuk Rasa

Demo massa aksi AMP Kaltim yang terjadi dekitat 14 jam 21 April 2026, berjalan tertib. Laporan media menyebut massa bergerak dari DPRD Kaltim ke kantor Gubernur, dan hingga petang 21 April masih bertahan di depan kantor gubernur di Samarinda.

Setelah berkumpul di DPRD Kaltim, massa kemudian bergeser ke kantor Gubernur Kaltim sebagai titik aksi berikutnya.

Sejumlah laporan juga menyebut situasi sempat tegang, dengan kawat pengaman diruntuhkan dan ada lemparan ke arah kantor gubernur.

Inti Tuntutan

Apa tuntutan lengkap massa dalam demo 21 April di Samarinda

Tuntutan lengkap massa dalam demo 21 April di Samarinda pada intinya ada tiga poin utama

  • Audit menyeluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama kebijakan anggaran yang dianggap bermasalah, termasuk sorotan pada pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan.
  • Hentikan praktik KKN di Kalimantan Timur.
  • DPRD Kaltim harus menjalankan fungsi pengawasan secara tegas dan independen, termasuk mendorong penggunaan hak angket dan interpelasi bila diperlukan.

Dalam laporan lain, tuntutan itu juga dijelaskan sebagai desakan agar kebijakan Pemprov dievaluasi total, terutama pada belanja yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan publik.

Aksi itu dibawa oleh mahasiswa dan elemen masyarakat, dan jumlah massa disebut mencapai sekitar 7.000 orang.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Sejarah Terorisme (6): Kisah Orang Tua dari Gunung

12 Mei 2026 - 23:29 WIB

Botok dan Teguh Kerahkan 3000 Orang Demo ke Polres Pati, Rabu 13 Mei 2026

12 Mei 2026 - 22:24 WIB

MPR Minta Maaf kepada Yosepha Alexandra dan Beri Beasiswa ke Tiongkok, dari Kasus Minus 5

12 Mei 2026 - 20:45 WIB

MPR melakukan respon luar biasa, ketika juri memberi nilai ninus 5 kepada siswi SMA1 Pontianak. Selain minta maaf secara kelembagaan, MPR juga menawari beasiswa penuh belajar ke Tiongkok. Cerdas cermat 4 Pilar MPR, ternyata ada begitu meresap endingbya. Foto: ist

Guru dan 7 Siswa Lukaluka, Tertimpa Atap Ruang Kelas MIM Ambruk di Sragen

12 Mei 2026 - 17:52 WIB

Lomba Bertutur 2026, Pemkab Jombang Ciptakan Generasi Cinta Budaya

12 Mei 2026 - 15:48 WIB

Ferry Warjiyo: Saya tak Mampu Menahan Sendiri, 1 Dolar Rp 17.520 Terburuk Dalam Sejarah RI

12 Mei 2026 - 13:26 WIB

Muncul Ormas Yakusa Meneges di Kediri, Didirikan Gus Thuba Cucu Kiai Kharismatik Gus Mi

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

Babinsa Grati Ringkus Lansia Pencuri Motor Bawa Bonded, di Depan SDN1 Kalipang Pasuruan

11 Mei 2026 - 22:56 WIB

Kapolda Lampung Kerahkan 800 Personel Memburu Penembak Brigpol Arya Supena

11 Mei 2026 - 21:28 WIB

Trending di Nasional