Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SAMARINDA– Aliansi Masyarakat Pejuang (AMP) Kaltim berhasil mebghimpun 5.000-7000 warga, bergerak dan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD dan kantor Gubernur Kaltim secara damai, Selasa 21 April 2026.
Sebaliknya, Rudy Mas’ud memilih bertahan dan sembunyi di dalam gedung kantor gubernur Kaltim selama lebih 14 jam.
Ia tak punya nyali untuk menghadapi aksi unjuk rasa massa Aliansi Pejuang Masyarakat (APM) Kaltim, Selasa 21 April 2026.
Alih alih merespon aksi itu, Rabu pagi 22 April 2026, Rudy merilis video lewat medsos, berupa ucapan terima kasih atas demo berkualitas itu.
Warga Kaltim kecewa kepada Rudy Mas’ud, karena sejumlah kebijakan dan sikap komunikasinya dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat.
Senin 20 April 2026, ia juga berpidato bahwa dirinya siap terbuka 24 jam untuk menerima masyarakat, kenyataanya ia lebih suka mengurung diri tak bersedia menjawab tuntutan warganya.
Sorotan terbesarnya adalah anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar, yang dianggap mencederai rasa keadilan di tengah ekonomi warga yang sulit.
Selain itu, muncul kritik bahwa kepemimpinannya sering memicu polemik dan blunder, sehingga dianggap kurang sensitif terhadap aspirasi publik.
Ia bahkan meminta staf ahlinya Sudarno dan Bambang Widjojanto untuk melawan opino publik, dengan statemen tuduhan bahwa gerakan masda ini adalah efek residu kalah pilkada.
Ada juga penilaian bahwa ia belum berhasil membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi cepat, yang ikut memperkuat rasa kecewa sebagian warga.
Dalam aksi 21 April, massa juga menuntut evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur karena kebijakan-kebijakan itu dianggap kontroversial dan tidak mencerminkan prioritas rakyat.
Jadi, kekecewaan itu bukan cuma soal satu keputusan, melainkan akumulasi dari kebijakan anggaran, gaya komunikasi, dan persepsi kurang peka terhadap kondisi warga.
Unjuk Rasa
Demo massa aksi AMP Kaltim yang terjadi dekitat 14 jam 21 April 2026, berjalan tertib. Laporan media menyebut massa bergerak dari DPRD Kaltim ke kantor Gubernur, dan hingga petang 21 April masih bertahan di depan kantor gubernur di Samarinda.
Setelah berkumpul di DPRD Kaltim, massa kemudian bergeser ke kantor Gubernur Kaltim sebagai titik aksi berikutnya.
Sejumlah laporan juga menyebut situasi sempat tegang, dengan kawat pengaman diruntuhkan dan ada lemparan ke arah kantor gubernur.
Inti Tuntutan
Apa tuntutan lengkap massa dalam demo 21 April di Samarinda
Tuntutan lengkap massa dalam demo 21 April di Samarinda pada intinya ada tiga poin utama
- Audit menyeluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama kebijakan anggaran yang dianggap bermasalah, termasuk sorotan pada pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan.
- Hentikan praktik KKN di Kalimantan Timur.
- DPRD Kaltim harus menjalankan fungsi pengawasan secara tegas dan independen, termasuk mendorong penggunaan hak angket dan interpelasi bila diperlukan.
Dalam laporan lain, tuntutan itu juga dijelaskan sebagai desakan agar kebijakan Pemprov dievaluasi total, terutama pada belanja yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan publik.
Aksi itu dibawa oleh mahasiswa dan elemen masyarakat, dan jumlah massa disebut mencapai sekitar 7.000 orang.**











