Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Percepat dan Perluas Jaringan Internet, PT PSN Luncurkan Satelit Nusantara V

badge-check


					Perusahaan nasional  PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meninvestasikan dana Rp 7.5 triliun, untuk  meluncurkan Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5). Merupakan satelit komunikasi milik Indonesia 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Foto: Space X Perbesar

Perusahaan nasional PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) meninvestasikan dana Rp 7.5 triliun, untuk meluncurkan Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5). Merupakan satelit komunikasi milik Indonesia 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Foto: Space X

Penulis: Jacobus E. Lato      |      Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5) adalah satelit komunikasi milik Indonesia yang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Satelit  ini milik 100 %  milik swasta pengusaha PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan diproduksi oleh Boeing dengan platform Boeing 702MP. Nilai investasi Satelit Nusantara V (Nusantara Lima) diperkirakan mencapai sekitar Rp 7 triliun –  Rp 7,5 triliun.

Investasi ini dikeluarkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang didukung pembiayaan dari beberapa lembaga keuangan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Sekitar 25% dari kebutuhan pembiayaan berasal dari lembaga keuangan, sementara sisanya dari modal pemegang saham. Pemerintah juga memberikan insentif fiskal,  karena pembangunan satelit ini termasuk infrastruktur strategis.

Nusantara V adalah satelit Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas transmisi hingga 160 Gbps, menjadikannya satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara saat ini.

Untuk mendukung operasionalnya, terdapat beberapa stasiun bumi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Satelit ini menempati slot orbit strategis di 113° bujur timur yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah timur, serta menjangkau negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia.

Dengan 101 spot beam Ka-band, satelit ini mampu memberikan akses internet yang lebih cepat, merata, dan efisien hingga ke pelosok Nusantara, mendukung layanan pendidikan jarak jauh, kesehatan digital, UMKM daring, serta hiburan dan informasi.

Berat satelit sekitar 7,8 ton dan dirancang beroperasi selama lebih dari 15 tahun. Sistem propulsinya menggunakan teknologi hybrid kimia dan elektronik Xenon-Ion (XIPS) yang lebih efisien dibandingkan satelit konvensional.

Untuk mendukung operasionalnya, terdapat beberapa stasiun bumi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara V merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam meningkatkan kemandirian teknologi nasional dan pemerataan konektivitas digital sebagai bagian dari visi Indonesia Digital 2045.

Satelit Nusantara V atau Satelit Nusantara Lima (N5) adalah satelit komunikasi milik Indonesia yang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Satelit ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan diproduksi oleh Boeing dengan platform Boeing 702MP. Nusantara V adalah satelit Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas transmisi hingga 160 Gbps, menjadikannya satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara saat ini.

Satelit ini menempati slot orbit strategis di 113° bujur timur yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah timur, serta menjangkau negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia.

Dengan 101 spot beam Ka-band, satelit ini mampu memberikan akses internet yang lebih cepat, merata, dan efisien hingga ke pelosok Nusantara, mendukung layanan pendidikan jarak jauh, kesehatan digital, UMKM daring, serta hiburan dan informasi.

Peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara V merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam meningkatkan kemandirian teknologi nasional dan pemerataan konektivitas digital sebagai bagian dari visi Indonesia Digital 2045.

Mendukung pemerataan akses internet dan layanan digital di Nusantara, dengan delapan stasiun bumi di beberapa kota seperti Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Spesifikasi ini menjadikan Nusantara V sebuah satelit canggih yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas digital di Indonesia dan kawasan sekitarnya secara signifikan.

Spesifikasi teknis

  • Kapasitas transmisi data mencapai 160 Gbps, menjadikannya satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara.
  • Teknologi yang digunakan adalah Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan 101 spot beam frekuensi Ka-band yang memungkinkan efisiensi penggunaan frekuensi dan cakupan luas.
  • Platform satelit menggunakan Boeing 702MP dengan bobot sekitar 7,8 sampai 8 ton.
  • Sistem propulsi hybrid yang menggabungkan propulsi kimia dan elektronik Xenon-Ion Propulsion System (XIPS), yang 10 kali lebih efisien dibandingkan teknologi propulsi konvensional.
  • Masa operasional dirancang lebih dari 15 tahun.
  • Satelit ini menempati slot orbit geostasioner di 113° bujur timur dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia, Filipina, dan Malaysia.
  • Roket peluncur yang digunakan adalah Falcon 9 milik SpaceX, diluncurkan dari Cape Canaveral, Amerika Serikat.
  • Mendukung pemerataan akses internet dan layanan digital di Nusantara, dengan delapan stasiun bumi di beberapa kota seperti Cikarang, Banda Aceh, Bengkulu, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, Kupang, dan Makassar.

Spesifikasi ini menjadikan Nusantara V sebuah satelit canggih yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas digital di Indonesia dan kawasan sekitarnya secara signifikan. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tebu Bukan Hanya untuk Gula, Bisa Jadi Minuman dan Alat Makan

22 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Gunakan Bahasa Jawa Desak Presiden Prabowo Hentikan Karhutla

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Peringati Hari Jadi ke 116, Bupati Warsubi Ziarah di Makam Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Prajurit TMMD 130 Jombang Melalui Komsos Membangun Desa Klitih Plandaan

22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pasar Cukir Jombang Terbakar, Sebanyak 54 Kios Pakaian Ludes

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kasus Keracunan Pindah ke Bogor setelah Cirebon, 103 Siswa Cisarua Dirawat ke Rumah Sakit

21 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hanya 5 Jam Polisi Perak Ringkus Pelaku Pencuri Motor di Musala Glagahan

21 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Daging Ayam Rp50.000, Cabai Rawit Melambung Rp150.000 per Kg

21 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Destry Damayanti: DP 0% untuk Semua Jenis Rumah

21 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Trending di Nasional