Menu

Mode Gelap

Politik

Budayawan Madura Dukung Nyalla Tolak Tubda Pemilu, Hanya Menguntungkan Pihak Tertentu

badge-check


					Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti (Foto: Istimewa)

Penulis: Zulkarnaen | Editor: Hadi S Purwanto

JAKARTA, SWARAJOMBANG.com – Budayawan Madura, Jawa Timur, Tadjul Arifien R.mendukung sikap tegas Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, yang menolak penundaan Pemilu 2024.

“Komentar saya sama dengan Pak LaNyalla. Pendapat saya pribadi persis klop (tolak pemilu ditunda). Dengan adanya masukan dari petinggi Parpol, selayaknya itu tak perlu terlontar. Karena akan menambah keruh suasana,” kata budayawan asal Sumenep, Madura ini.

Seperti beberapa kali diberitakan SWARAJOMBANG.com, LaNyalla secara tegas menolak penundaan Pemilu 2024.

Menurutnya, penundaan Pemilu 2024 tidak pernah masuk dalam pembahasan pemerintah dan hanya akan menguntung pihak-pihak tertentu.


“Jelas penundaan pemilu itu bukan berasal dari masyarakat. Tetapi keinginan partai politik. Dan ini tentu tidak akan bagus buat iklim politik,” kata LaNyalla, Minggu (13/3/2022).

LaNyalla menambahkan, data yang didapat dari big data pun menunjukkan hal tersebut.

“Dari aktivitas masyarakat di media sosial yang kita dapat dari big data, pembicaraan masyarakat seputar penundaan pemilu tidak mendominasi. Kelangkaan minyak goreng serta mahalnya harga-harga kebutuhan pokok lebih banyak dibahas,” katanya.

Sikap LaNyalla ini didukung tokoh budayawan Madura, Tadjul Arifien R, yang dengan tegas ia menolak penundaan Pemilu 2024.

Menurutnya, saat ini masyarakat telah dibebani dengan sejumlah persoalan. Seperti pemindahan IKN, problem minyak goreng dan naiknya sembako jelang Ramadhan sudah bikin keruh situasi.

Hal itu, tambah Tadjul jangan diperkeruh lagi dengan isu penundaan Pemilu.

Budayawan yang kini sebagai salah satu peneliti Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumenep ini mengingatkan sikap Presiden Jokowi. Presiden pernah menegaskan tolak jabatan Presiden 3 periode.

“Dengan berbagai pertimbangan Presiden Jokowi menolak jabatan 3 periode. Memang beliau sangat dibutuhkan, tapi tidak dengan melawan arus atau konstitusi. Cukup kita berupaya mencari ganti yang lebih baik, atau setidaknya yang sama,” tegas peraih penghargaan sebagai tokoh kebudayaan pada ajang Sumenep Award 2017 ini.

Menurut Tadjul, LaNyalla tokoh yang bijak. Dengan menyampaikan penolakan penundaan Pemilu demi menghindari revolusi sosial.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dewan Jombang untuk Pertama Kali Kunjungan Kerja ke Titik Nol Ploso, Kelahiran Bung Karno

21 Mei 2026 - 11:46 WIB

Unhan Belanja Swakelola Semir dan Sikat Sepatu Rp1,52 M, Anggaran dari BGN

18 April 2026 - 11:13 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:18 WIB

Aksi Massa PMII Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim: Ajukan 10 Tuntutan kepada Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Jombang Sahkan Perda Pariwisata 2026-2045, Warsubi Siapkan Anggaran Rp50 Miliar

12 April 2026 - 11:42 WIB

APM-Kaltim Dirikan Posko Siapkan Demo Besar 21 April: Tuntut Pemakzulan Gubernur Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 11:14 WIB

AMP-KT Rilis Undangan Publik Aksi Demo: Lengserkan Rudi Mas’ud 21 April 2026

10 April 2026 - 17:23 WIB

Muncul Video dan Gambar Iran Sedang Menginterogasi Pria Berpakaian Pilot, Pasca F-15E dan A-10 Warthog Ditembak Jatuh

5 April 2026 - 09:55 WIB

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Trending di Ekonomi