Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi

badge-check


					Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan dengan menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Siraitu, akan membahasa aksesbilitas masyarakat bawah bisa layak kredit perumahan. Foto: Instagram@purbayayudhi_official Perbesar

Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan dengan menteri Perumahan Rakyat, Maruarar Siraitu, akan membahasa aksesbilitas masyarakat bawah bisa layak kredit perumahan. Foto: Instagram@purbayayudhi_official

Penulis: Jacobus E. Lato    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan akan membahas rencana pemutihan atau penghapusan kredit macet dengan nilai di bawah Rp 1 juta.

Tujuannya adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), terutama yang selama ini terhambat karena dicatat memiliki utang kecil yang menyebabkan mereka masuk daftar hitam kredit macet.

Pernyataan mengenai rencana pemutihan kredit macet di bawah Rp 1 juta disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia mengungkapkan hal ini saat ditemui di JW Marriott Luwansa Jakarta pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Purbaya menjelaskan bahwa pertemuan dengan OJK untuk membahas pemutihan itu direncanakan pada 23 Oktober 2025 di kantor OJK.

Ia menegaskan bahwa pembahasan ini bergantung pada data dari Kepala BP Tapera yang akan disampaikan pada hari Senin sebelum pertemuan tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan bertemu OJK pada 23 Oktober 2025 untuk membahas kondisi detail dan kemungkinan kebijakan ini.

Usulan ini berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait yang menyampaikan ada ratusan ribu orang yang tidak bisa mengakses KPR,  karena masalah utang kecil ini.

Data yang akan menjadi dasar pembahasan adalah hasil pendataan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terkait jumlah debitur yang bermasalah dengan utang di bawah Rp 1 juta.

Ada juga rencana agar pengembang properti yang masih mau menanggung utang kecil tersebut bisa membantu pembiayaan, sehingga beban pemutihan tidak terlalu signifikan. Pemerintah akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap klaim ini.

Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya terkendala karena catatan kredit kecil namun macet.​

Ringkasan utama:

  • Rencana pemutihan kredit macet di bawah Rp 1 juta oleh OJK dan Kemenkeu.

  • Sasaran: masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa ambil KPR.

  • Pertemuan pembahasan pada 23 Oktober 2025.

  • Data dasar dari BP Tapera.

  • Pengembang properti didorong ikut menanggung utang kecil.

  • Investigasi klaim dan potensi dampak keuangan dilakukan oleh pemerintah.

Kebijakan ini penting sebagai solusi sosial untuk memperluas akses perumahan bagi masyarakat yang selama ini terhambat oleh kredit macet dengan nilai kecil. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kadinkes Jombang Dr Hexawan: Kesembuhan TBC Menuju 90 %, Tingkat Fatality DB Berhasil Ditekan 0,003 %

21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Sekitar 100 Siswa SD Cirebon Diduga Alami Keracunan MBG

21 Oktober 2026 - 08:01 WIB

ESDM Janji Tuntaskan Antrean BBM Jatim Dua Hari

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

IHSG naik 4,16 persen atau 208,02 poin ke level 5204,63

20 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Perlu Langkah Konkret, Ancaman Karhutla hingga 2027

20 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kunjungi Tiga Rumah Manik di Plumbon Gambang, Arumi Bachin Ajak Ibu ibu Jalan Kaki 1,5 Km di Terik Matahari

20 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Hari Purnomo: Jumlah UMK Jombang Naik Jadi 18.850 Unit, Koperasi Aktif 1.020 Unit

20 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Rakyat Kalteng Menyegel Kantor Gubernur, Agustiar Sabran Pamit Pergi dan Tidak Kembali

19 Oktober 2026 - 21:45 WIB

20 Hari Sebelumnya Karhutla Gambut Bisa Diprediksi

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Trending di Nasional