Menu

Mode Gelap

Nasional

Warsubi Minta Apraisal Aset KPRI Sejahtera Jombang, Uang Anggota Rp124 M tak Bisa Cair

badge-check


					Warsubi SJ, MSi, Bupati Jombang. Foto: Swarajombang.com/ dok Perbesar

Warsubi SJ, MSi, Bupati Jombang. Foto: Swarajombang.com/ dok

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Bupati Jombang, Jawa Timur, Warsubi meminta tim apraisal independen untuk menghitung seluruh aset Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Jombang, Jumat 31 Juli 2026.

Pernyataan itu disampaikan saat menjawab pernyataan wartawan, terkait kemacetan pencairan uang anggota sejak April 2026, yang tota

Tim apraisal independen guna mengetahui kondisi keuangan koperasi secara menyeluruh, berapa nilai kekayaan KPRI dibanding dengan dana milik anggota senilai Rp124 miliar.

Langkah tersebut ditempuh, karena lebih dari 300 anggotanya tidak bisa mencairkan dananya sejak April 2026.

Ketua KPRI Sejahtera Jombang, Hartono yang juga Kepala Badan Pendapatan Daerah Jombang, secara lisan telah mengakuo adanya kemacetan pencairan dana anggota tersebut.

Dipanggil

Warsubi mengatakan Pemkab Jombang telah memanggil jajaran pengurus KPRI Sejahtera, mulai dari pengawas hingga pengurus inti, untuk meminta penjelasan terkait persoalan yang menyebabkan dana simpanan anggota belum dapat dikembalikan.

“Dari penjelasan pengurus, uang yang ada di koperasi sudah tidak ada,” kata Warsubi menjawab wartawan di Jombang, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut dia, pengurus menyampaikan bahwa dana anggota telah dialihkan menjadi berbagai aset, sehingga tidak lagi tersedia dalam bentuk kas.

Atas dasar itu, Pemkab Jombang meminta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Jombang melakukan pemeriksaan kesehatan koperasi sekaligus appraisal terhadap seluruh aset yang dimiliki KPRI Sejahtera.

“Karena informasi dari pengurus, dana koperasi telah dikelola menjadi aset, maka perlu dilakukan appraisal agar diketahui nilai aset yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia menyebut KPRI Sejahtera memiliki lebih dari 300 anggota dengan nilai simpanan yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Penilaian aset dinilai penting untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajiban kepada para anggotanya.

Namun demikian, Warsubi mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah maupun nilai aset koperasi, karena sebagian aset diperoleh sejak bertahun-tahun lalu sehingga perlu dilakukan penilaian kembali berdasarkan nilai pasar saat ini.

“Saya belum mengetahui secara detail jumlah asetnya. Ada aset yang dibeli sudah cukup lama sehingga perlu dinilai ulang,” katanya.

Warsubi juga mengungkapkan sempat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Sejahtera pada Januari 2025.

Saat itu, laporan yang disampaikan kepada peserta RAT menyebutkan kondisi koperasi masih dalam keadaan sehat.

“Pada saat RAT, laporan yang kami terima menyebutkan pengelolaan koperasi berjalan baik. Yang dilaporkan adalah kondisi koperasi, sedangkan unit-unit usaha yang menjalankan bisnis tidak menyampaikan persoalan seperti yang saat ini muncul,” ujarnya.

Terkait dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan dana anggota KPRI Sejahtera, Warsubi menegaskan Pemkab Jombang menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Apabila nanti ditemukan unsur pidana, tentu akan menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Warsubi memungkasi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Abu Vulkanik Negatif, 8 Bandara Kembali Dibuka

8 September 2026 - 18:29 WIB

Pulihkan Penderita Lumpuh, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Publik

8 September 2026 - 07:07 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:41 WIB

800 Karateka Meriahkan Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 06:07 WIB

IDAI Rilis 13 Rekomendasi Jaga Kesehatan Anak Hadapi Bahaya Debu Vulkanik

8 September 2026 - 05:29 WIB

Tiga KA Tambahan Perjalanan Kereta Menuju Jakarta, Imbas Anak Krakatau

7 September 2026 - 20:21 WIB

Subsidi Kecil, Beras RI Kalah Murah dari Vietnam dan Thailand

7 September 2026 - 19:44 WIB

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Trending di Nasional