Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Wabup Lebak Amir Hamzah Tinggalkan Acara Hahalbibahal, Disebut Bupati sebagai Mantan Napi

badge-check


					Dikawal dua staf, wakil bupati Lebak Amir hamzah melakukan tindakan walk out, kelyuar dari acara halalbihala yangf digelar pemkab Lebak, Senin 30 Maret 2026. Ia meninggalkan acara, karena Bupati mengeluarkan kata mantan napi kepada Amir hamzah. Foto: Instagram@kabar_banten Perbesar

Dikawal dua staf, wakil bupati Lebak Amir hamzah melakukan tindakan walk out, kelyuar dari acara halalbihala yangf digelar pemkab Lebak, Senin 30 Maret 2026. Ia meninggalkan acara, karena Bupati mengeluarkan kata mantan napi kepada Amir hamzah. Foto: Instagram@kabar_banten

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

LEBAK, SWARAJOMBANG.COM – Perseteruan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah memuncak saat halal bihalal Idul Fitri 1447 H di Pendopo Pemkab Lebak, Senin (30/3/2026).

Hasbi secara terbuka menyebut Amir sebagai “mantan napi” korupsi dalam kata ucapan pidato pengarahan pada acara iru, sehingga memicu Amir walk-out dan tudingan penghinaan pribadi.

Ucapan tajam itu keluar dalam sambutan Hasbi, yang diduga menyindir kinerja serta latar belakang hukum Amir.

Frasa seperti “kamu mantan narapidana, untung masih jadi wakil bupati, bersyukurlah” disampaikan di depan undangan, membuat Amir merasa diserang privasi masa lalunya.

Amir mengaku kecewa dan sakit hati, menilai pernyataan itu bukan kritik kebijakan, melainkan penghinaan di forum resmi. Usai acara, ia langsung tinggalkan pendopo dan pulang, tanda protes yang memanaskan hubungan keduanya.

Latar Belakang Amir
Amir pernah jadi Wabup Lebak 2008–2013, terjerat kasus korupsi suap mantan Ketua MK Akil Mochtar, dan jalani hukuman 3,5 tahun. Ia kembali digandeng Hasbi di Pilkada Lebak 2024 karena sudah memenuhi syarat hukum (bebas lebih dari 5 tahun).

Hasbi klaim ucapannya sebagai “pengakuan” dan apresiasi atas kebangkitan Amir dari masa lalu, sekaligus ajaran moral. Namun, Amir tafsirkan sebagai penghinaan publik yang merusak martabat jabatannya.

Konflik ini tegangkan kerja sama Bupati-Wabup, picu narasi media sosial “Wabup ngambek gegara disebut mantan napi”, dan berpotensi ganggu dukungan parlemen serta ASN. Isu sensitif rekam jejak hukum bisa perkeruh citra pemerintahan Lebak.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gus Ipul Layangkan Somasi ke Gus Lilur, Isinya Minta Dibuktikan Tuduhan Aliran Rp480 M ke Muktamar NU

2 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Jadi Tumbal Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri

1 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Mulai 1 Oktober Sampai Akhir November 2026, Pemprov Jatim Pemutihan Pajak

1 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Kampanye Pariwisata Thaliland Sukses Besar Berkat Lisa BlackPink

1 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komjen Suyudi Sampaikan Visi Misi 9 Fokus Perubahan Polri Bersama Rakyat

1 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Mengenang Pahlawan Nasional Termuda di Indonesia: Ade Irma Suryani Catatan 1-6 Oktober 1965

1 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (63): Konspirasi adalah Ibu Jari Penghubung

1 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Setelah Perabotan, Kini Dirjenpas Hancurkan Bangunan Klaster Mewah di LP Cibinong

1 Oktober 2026 - 13:21 WIB

ALIT Gelar Sarasehan Tengger untuk Dunia: Sinau Tradisi Pranata Mangsa

1 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Trending di Nasional