Menu ✖

Mode Gelap

Warning: Undefined array key "HTTP_USER_AGENT" in /home/u959164466/domains/swarajombang.com/public_html/wp-content/themes/kibaran/header.php on line 135

Nasional

ALIT Gelar Sarasehan Tengger untuk Dunia: Sinau Tradisi Pranata Mangsa

badge-check


					ALIT Indonesia melalui Sekretariat Wilayah Jember bersama Balai RW Institute di Oemah Sroedji & Space, Lumajang, menggelar sarasehan budaya Tengger, Senin, 28 September 2026. Foto: Ist Perbesar

ALIT Indonesia melalui Sekretariat Wilayah Jember bersama Balai RW Institute di Oemah Sroedji & Space, Lumajang, menggelar sarasehan budaya Tengger, Senin, 28 September 2026. Foto: Ist

Penulis: Sri Nuryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

LUMAJANG, SWARAJOMBANG.COM — Pengetahuan masyarakat Tengger tentang alam, waktu, pertanian, dan tata kehidupan kembali menjadi ruang pembelajaran luas dalam Sarasehan “Penanggalan dan Pengetahuan Adat Tengger.

Dengan thena: Tengger untuk Dunia”, yang diselenggarakan ALIT Indonesia melalui Sekretariat Wilayah Jember bersama Balai RW Institute di Oemah Sroedji & Space, Lumajang, Senin, 28 September 2026.

Acara berlangsung pukul 14.30–17.30 WIB, forum ini diikuti 38 peserta dari kalangan pegiat sejarah, komunitas literasi, dan akademisi.

Tiga pembicara utama hadir:

  • Romo Eko Warnoto (Ketua Paruman Dukun Pandhita Tengger Brang Kulon),
  • Yuliati Umrah (Direktur Eksekutif ALIT Indonesia, peneliti masyarakat Tengger sejak 1995),
  • Mayfa Dei Anggraeni (Penata Layanan Kebudayaan DIDIKNASBUD Lumajang).

Sarasehan menegaskan: pengetahuan Tengger bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pengetahuan hidup yang masih dipraktikkan, diwariskan, dan menopang keberlangsungan ruang hidup masyarakat hingga kini.

Sistem penanggalan Tengger menjadi pembahasan sentral. Yuliati Umrah menjelaskan masyarakat menggunakan metode “niteni mangsa” — membaca tanda-tanda alam lewat pengamatan pergerakan bulan dan matahari.

Ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan panduan menentukan kapan menanam, memanen, dan memperlakukan lingkungan.

Kawasan Tengger sendiri berfungsi sebagai daerah penyangga air yang menghidupi sejumlah wilayah di Jawa Timur; pengetahuan pertanian warga turut menjaga kelestarian ekologi kawasan tersebut.

Romo Eko Warnoto memperdalam pembahasan dengan memperkenalkan konsep “nemu gelang” — rumus perhitungan mangsa yang khas dan tidak sama dengan kalender umum.

Sistem ini memerlukan penyesuaian berkala, sekitar setiap 120 tahun sekali, karena dalam satu tahun terjadi pergeseran waktu sekitar satu hari.

Ia menegaskan inti ajaran leluhur, “Tanamlah pohon dahulu, jika akan menebang.”

Prinsip ini mengandung tanggung jawab ekologis mendalam — pemanfaatan alam harus disertai upaya menjaga keberlanjutannya.

Sementara itu, Mayfa Dei Anggraeni memaparkan pendataan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di kawasan Tengger wilayah Lumajang, meliputi daerah Argosari, Senduro, dan Pakel.

Berbagai situs dan tinggalan budaya yang berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) sedang didata guna menjadi dasar perlindungan dan pemajuan kebudayaan.

Tema “Tengger untuk Dunia” dimaknai bukan melepaskan pengetahuan dari akarnya, melainkan mengajak dunia mengenali nilai universalnya: keseimbangan manusia–alam, kearifan iklim, dan keberlanjutan pangan.

Di tengah tekanan perubahan iklim dan menjauhnya generasi muda dari pengetahuan lokal, pengalaman Tengger mengingatkan: warisan budaya harus terus dipraktikkan, diwariskan, dan didialogkan lintas generasi, bukan sekadar tersimpan sebagai arsip.

Sarasehan menutup dengan tekad bersama: menjaga pengetahuan tetap hidup, agar apa yang diwariskan leluhur terus memberi arah bagi masa depan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Ajukan Nama Komjen Suyudi untuk Menggantikan Kapolri Lisyto Digit

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Surabaya, Tiga Diantaranya Anggota DPRD Diberlakukan Restorative Justice

1 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Ratusan Truk Diparkir Menutup Jalan Dua Arah Jagir Wonokromo, Tuntutan GSJT Hapus Barcode Belum Tuntas

1 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Polrestabes Surabaya Tangkap Tiga Anggota DPRD karena Narkoba

30 September 2026 - 19:24 WIB

Ratusan Sopir dan Truk Ancam Menginap di Kantor Gubernur dan Pertamina Surabaya, Belum ada Respon dari Pejabat

30 September 2026 - 19:17 WIB

Usai Putusan MK, YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak

30 September 2026 - 19:03 WIB

Strategi Hub-to-Network: Bagaimana Jet Kecil Scoot Mengubah Peta Ekonomi Bilateral RI-Singapura

30 September 2026 - 18:44 WIB

Mengapa Kompas Buatan Bangsa Tiongkok 241 SM, Menunjuk ke Arah Selatan?

30 September 2026 - 18:28 WIB

Tiga Petugas Damkar Pangkep Gugur dan Empat Luka Berat, Laka Tunggal Saat Berangkat ke Lokasi Karhutla

30 September 2026 - 16:57 WIB

Trending di Nasional