Menu

Mode Gelap

Nasional

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

badge-check


					Kebakaran Gunung Bromo menghanguskan sekitar 120 hektare, diduga dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. (Foto: X/@juanjulianto2)
Perbesar

Kebakaran Gunung Bromo menghanguskan sekitar 120 hektare, diduga dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam. (Foto: X/@juanjulianto2)

Penuli; Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo telah menghanguskan sekitar 120 hektare kawasan konservasi. Petugas memastikan api bukan dipicu faktor alam, melainkan diduga kuat berasal dari aktivitas manusia di kawasan perbukitan setempat.

Titik awal kebakaran diduga muncul dari punggungan Blok Bantengan menuju kawasan Argosari. Lokasi tersebut tergolong sulit dijangkau sehingga proses penanganan kebakaran menghadapi tantangan besar sejak awal kejadian.

“Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan pers yang diterima, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, cuaca kering memang memperbesar kobaran api. Tetapi bukan menjadi penyebab munculnya titik awal kebakaran.

Dugaan tersebut diperkuat berdasarkan lokasi kemunculan api yang berada di jalur tradisional masyarakat menuju kawasan Jantur dan Argosari. Medan berbukit yang curam membuat petugas kesulitan menjangkau titik api menggunakan jalur darat selama proses pemadaman berlangsung.

Kondisi itu menyebabkan upaya pengendalian kebakaran membutuhkan dukungan peralatan udara agar penanganan lebih efektif dan cepat. Sebagai langkah percepatan penanganan, petugas mengerahkan helikopter serta drone ‘water spray’ untuk penyisiran titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menyebut kebakaran sempat membesar pada Rabu siang di kawasan Blok Bantengan. Menjelang malam, intensitas kobaran api mulai menurun meski beberapa titik bara masih ditemukan oleh petugas gabungan.

“Sejak mendapat informasi adanya kebakaran pada 3 Agustus 2026 di kawasan atas Watu Gede, kami langsung mengirimkan tim ke lokasi. Dukungan drone water spray sangat membantu proses pemadaman,” ucapnya.

Hingga kini, proses pemadaman dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Petugas juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas agar kebakaran hutan serupa tidak kembali terjadi.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Revolusi Jensen Huang 500 Kali Lebih Efisien: Komputasi SaaS Menjadi GaaS

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Pengacara Ningtyas Hesti Protes Larangan Melintas di Depan Kantor Kapolda Jatim!

1 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Trending di Nasional