Penulis: Bambang Tjuk Winarno | Editor: Priyo Suwarno
NGAWI, SWARAJOMBANG.COM– Mobil Toyota Kijang Pickup diduga rem blong saat melintasi jalan turunan di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Ngawi, pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Pengemudi kehilangan kendali, kendaraan menabrak motor Honda Beat dari arah berlawanan hingga menewaskan pengendaranya, lalu oleng menghantam tiga motor terparkir dan teras rumah warga. Insiden ini merenggut nyawa tiga orang dan melukai tujuh lainnya.
Kronologi
Mobil pickup dikemudikan Robert (60 tahun), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, membawa enam penumpang rombongan wisatawan yang baru pulang dari Kebun Teh Jamus. Kendaraan bergerak dari selatan ke utara di Jalan Ngawi-Sine.
-
Saat melintas jalan turunan, rem diduga blong sehingga pengemudi kehilangan kendali.
-
Pickup menabrak motor Honda Beat yang dikendarai Tiyas Budiarti (17 tahun) dari arah berlawanan.
-
Kendaraan oleng ke kanan, menghantam tiga motor terparkir di halaman rumah Supar (55 tahun), yaitu Honda Supra X (AE 6191 JW), Honda PCX, dan motor Cina.
-
Pickup akhirnya berhenti setelah menabrak teras rumah warga, dengan kondisi kendaraan hancur parah.
Korban Tewas
Tiga korban tewas dalam kecelakaan ini telah teridentifikasi:
-
Fanina Dwi Noviana (18 tahun), warga Surabaya, yang berbocengan dengan Tyas Budiarti warga Surabaya.
-
Welas (54 tahun), warga Ngawi.
-
Triana (33 tahun), warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi.
Korban luka-luka (tujuh orang) termasuk:
-
Robert (60 tahun), pengemudi pickup.
-
Tri Yana (35 tahun), penumpang pickup asal Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi.
Mereka dirawat di RSUD Dr. Widodo Makmur Ngawi dan rumah sakit di Sragen. Selain itu, rumah warga rusak berat, dan empat sepeda motor hancur total.
Polres Ngawi segera menurunkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, memimpin penyelidikan.
AKP Yuliana menjelaskan dugaan awal rem blong sebagai penyebab utama, meski faktor kelalaian pengemudi di jalan turunan juga dipertimbangkan.
Tim mengamankan barang bukti seperti kendaraan dan melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Ngrambe. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dan kemungkinan tindak pidana.**











