Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
TOKYO, SWARAJOMBANG.COM – Tiga kali gempa bumi besar beruntun mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, Selasa siang, 28 Juli 2026.
Badan Meteorologi Jepang mengonfirmasi tiga peristiwa getaran kuat dalam waktu singkat, dengan dua di antaranya berskala magnitudo 7,1.
Rangkaian Kejadian Menurut Waktu:
- Pukul 12.57 waktu setempat: Gempa pertama berkekuatan M 6,1;
- Pukul 12.58 waktu setempat: Hanya selisih satu menit, terjadi gempa besar M 7,1 berpusat di wilayah dekat Uki;
- Pukul 13.38 waktu setempat: Gempa susulan besar kembali terjadi berkekuatan M 7,1 di wilayah dekat Ashikita.
Getaran terasa sangat kuat di seluruh wilayah Kumamoto dan Amakusa.
Pihak berwenang segera memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa saat ini tim darurat sedang memeriksa kerusakan bangunan, jaringan listrik, jalur kereta api, serta fasilitas umum.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan besar yang fatal, namun banyak warga dilaporkan berlarian keluar bangunan mencari tempat aman, dan sejumlah jalur transportasi sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan keamanan.
Perbandingan dengan Peristiwa Lalu:
Kejadian ini mengingatkan kembali pada gempa besar Kumamoto tahun 2016 yang menelan korban dan merusak ribuan bangunan.
Namun menurut penjelasan ahli geologi, meski lokasinya berada di jalur yang sama, analisis awal menunjukkan pola pergerakan lempeng yang berbeda, sehingga belum bisa disimpulkan sebagai kelanjutan langsung peristiwa silam.
Jepang memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang paling aktif seismiknya di dunia, namun kemunculan dua gempa berkekuatan lebih dari 7 secara berurutan dalam waktu sangat singkat tetap menjadi peristiwa yang jarang terjadi dan sedang diteliti secara mendalam.
Pemerintah daerah telah mengaktifkan posko darurat dan meminta warga untuk tetap tenang, menjauhi bangunan yang retak, tebing, serta pantai meskipun peringatan tsunami sudah dicabut.
Situasi masih terus dipantau secara ketat, dan informasi terbaru akan disampaikan secara berkala.**











