Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Tantangan Berat Turunkan Angka Stunting di Jombang dari 4,7 % Menjadi 3 Persen Tahun 2025 Ini

badge-check


					Harus kerja keras menurunkan angka stunting di kabupaten Jombangf dari 4,7 persen menjadi 3 persen pada tahun 2025 ini. (Kanan) Ny Yuliarti Nugrahani, Ketua Tim Penggerak PKK Jombang, (Kanan) Dokter Hexawan Tjahja Widada. Foto: nusantarapost.com/jombangkab.go,id Perbesar

Harus kerja keras menurunkan angka stunting di kabupaten Jombangf dari 4,7 persen menjadi 3 persen pada tahun 2025 ini. (Kanan) Ny Yuliarti Nugrahani, Ketua Tim Penggerak PKK Jombang, (Kanan) Dokter Hexawan Tjahja Widada. Foto: nusantarapost.com/jombangkab.go,id

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Diperlukan gerak langkah sinergi untuk mengatasi persoalan stunting di wilayah Jombang pada tahun 2025 ini, Bupati Warsubi menetapkan tyarget penurunan hingga 3 persen untuk tahun 2025 ini, “Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata, namun membutuhkan sinergi seluruh elemen. Mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desa dan keluarga,” tegas Ny Yuliarti Nugrahani, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jombang.

Pernyataan itu disampaikan saat Yuliarti  membuka rapat pelaksanaan Gerakan Cegah Stunting yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Selasa, 17 Juni 2025.

“PKK memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting melalui edukasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan keluarga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar kesehatan. Kader Posyandu, menurutnya, harus didorong aktif memobilisasi balita agar rutin datang ke Posyandu serta memberikan edukasi tentang gizi dan pola asuh sehat.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 dan Keputusan Ketua Umum TP PKK Nomor 15/KEP/PKK.PST/VIII/2021, upaya pencegahan stunting menjadi bagian dari 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja IV yang membidangi kesehatan.

“Isu strategis seperti belum optimalnya pola asuh anak, pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan, serta konsumsi makanan bergizi lokal menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

Istri Bupati Jombang ini juga menekankan peran penting Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan penyuluh KB dalam mendampingi keluarga berisiko stunting.

Mereka ini, lanjut dia, bertugas memastikan calon pengantin mendapat edukasi pra nikah, ibu hamil menjalani pemeriksaan rutin, balita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan imunisasi lengkap, hingga memfasilitasi rujukan dan bantuan sosial.

“Saya mengajak seluruh kader PKK, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam mencegah stunting. Karena pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Komitmen Dinkes
Bupati Jombang targetkan penurunan angka stunting 3% di 2025, merespon tantangan ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan target penurunan angka stunting hingga 3% pada akhir tahun 2025 adalah bentuk komitmen serius kami dalam menjawab arahan dan amanah Bupati Jombang, H Warsubi.

“Kami menyadari angka tersebut bukanlah sesuatu yang mudah dicapai, namun dengan kerja kolektif, intervensi yang tepat sasaran, dan partisipasi aktif masyarakat, kami optimis hal ini bisa terwujud.”

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan telah merancang langkah strategis yang menyentuh akar permasalahan stunting, mulai dari deteksi dini kondisi gizi, pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, hingga pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

“Tak kalah penting adalah edukasi kepada keluarga menjadi sangat krusial, karena pola asuh dan pengetahuan tentang gizi masih menjadi tantangan di lapangan,” imbuhnya.

Menurutnya, seperti yang disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani, upaya penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi.

“Seperti yang disampaikan Ibu tadi. Kami butuh sinergi lintas sektor, baik dari unsur pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Ini untuk memastikan setiap anak di Jombang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang cerah,” tegasnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Minyak Goreng Melambung hingga Rp60.000/Liter di Papua, Meluas ke 224 Wilayah Nasional

27 April 2026 - 19:05 WIB

Gapero Surabaya Peringatkan Risiko PHK Akibat Regulasi Rokok Baru

27 April 2026 - 16:10 WIB

Siswa SLB Dilibatkan Dalam Dimulasi Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Jombang Peringati HKB 2026

27 April 2026 - 16:06 WIB

Lemigas akan Uji Bobibos, Masuk BBN atau BBM

26 April 2026 - 19:20 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri-9): Ketergantungan Massal Candu di Batavia

26 April 2026 - 17:03 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Polisi Yogya Gerebek Daycare Little Aresha Tangkap 30 Orang, Diduga Siksa Bocah Titipan

26 April 2026 - 01:37 WIB

Pintu DPRD Jombang Telah Dibuka: Bahas Kelahiran Bung Karno di Ploso Bersama TACB dan Pemerhati Sejarah

25 April 2026 - 11:51 WIB

Keracunan MBG di SDN 7 Rumbia Jeneponto, 23 Siswa Dirawat

25 April 2026 - 10:53 WIB

Trending di Headline