Menu

Mode Gelap

Nasional

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Pemerintah Provinsi Jawa Timur angkat bicara mengenai dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikhawatirkan berpengaruh pada tarif angkutan umum Bus Trans Jatim yang beroperasi di wilayah setempat.

Di wilayah lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan melakukan penyesuaian terhadap tarif terhadap beberapa rute layanan transportasi umum TransJabodetabek dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Nyono mengungkapkan bahwa seluruh armada Bus Trans Jatim yang beroperasi saat ini menggunakan BBM bersubsidi jenis bio solar yang banderolnya tidak turut terkerek.

“[Untuk jenis BBM yang digunakan armada Bus Trans Jatim] pakai solar, bukan [Pertamina] Dex, solar biasa. Pakai [BBM solar] subsidi,” tutur Nyono, Senin (15/6/2026).

Bus Trans Jatim beroperasi pada 7 koridor yang aktif di wilayah aglomerasi Gerbangkertasusila, di mana hingga saat ini masih menggunakan tarif jauh-dekat sebesar Rp 5.000 untuk masyarakat umum, dan Rp 2.500 bagi kaum santri dan pelajar. Karcis tersebut bisa digunakan selama 2 jam tanpa harus membayar ulang.

Ia memastikan sampai saat ini belum ada perubahan tarif untuk angkutan umum, meskipun sejumlah perusahaan angkutan telah mengajukan penyesuaian harga ke pemerintah provinsi.

“Dari sisi angkutan umum belum ada penyesuaian tarif, tapi dari beberapa perusahaan sudah mengajukan penyesuaian. Kita menunggu dulu karena masih ada keputusan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Nyono mengeklaim bahwa pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menaikkan tarif angkutan umum karena dampak dinamika harga BBM.

Menurutnya, pemerintah pusat memiliki formula dan metode tertentu melalui keputusan eskalasi guna menentukan penyesuaian tarif angkutan umum.

“Di sana ada keputusan eskalasi. Kita tidak bisa memutuskan secara sepihak,” tegasnya.

Nyono menjelaskan kewenangan Dishub Jatim hanya terbatas pengaturan tarif angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) serta penyeberangan dalam wilayah provinsi.

Sementara untuk kebijakan yang bersifat nasional, merupakan kewenangan dari Kementerian Perhubungan. Untuk saat ini, Nyono memastikan belum ada keputusan terkait kenaikan tarif angkutan AKDP maupun penyeberangan.

“AKDP belum. Kita menunggu keputusan atau perintah dari [pemerintah] pusat,” tegasnya.

Selain itu, Dishub Jatim mengaku sudah melakukan pembahasan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengenai dampak dari kenaikan harga BBM tersebut. Namun, masih bersifat terbatas karena menunggu kepastian kebijakan eskalasi pemerintah pusat.

“Kemarin sudah ada komunikasi dengan Organda, tapi tidak secara intensif karena kita menunggu kebijakan eskalasi. Kalau tidak ada kebijakan eskalasi, kita tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak semua rute Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian tarif.

“Jadi, saya ingin menjelaskan, karena sudah di beberapa media itu mengutipnya menurut saya tidak proper, terutama untuk Transjabodetabek, seakan-akan akan mengalami kenaikan Rp10.000 sampai dengan Rp15.000. Tidak semua Transjabodetabek itu akan mengalami kenaikan yang seperti itu,” kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026).

Dia menyebut hanya rute-rute tertentu yang akan mengalami penyesuaian tarif, salah satunya rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Kendati demikian, Pramono belum merinci rute maupun besaran tarif yang akan diberlakukan.

Namun, dia memastikan penyesuaian tarif tersebut tidak akan memberatkan masyarakat, baik warga Jakarta maupun daerah penyangga.

“Sekali lagi, bagi saya, yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga, tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman, lebih menikmati TransJabodetabek,” ungkap Pramono.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto

Palu Diguncang Gempa Magnetudo 6.7, Muncul Laporan Gedung dan Korban Luka

16 Juni 2026 - 16:33 WIB

Diskon 30 Persen KA Pandalungan Relasi Jember-Gambir 18 Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:28 WIB

Belum Ada Kenaikan Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026

15 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Terjadi Lagi Buruh Migran Indonesia Dianiaya 4 Orang Sekeluarga di Johor Bahru, Polisi Menangkap Pelaku

14 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kasus penganiayaan terhadap wanita buruh asal Indonesia terjadi lagi, setelah muncul video yang beredar luas di Johor Bahru, Malaysia, Sabtu 13 Juni 2025.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:26 WIB

Trending di Nasional