Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Tanker Pride dan Gamsunoro Milik Pertamina Terdampar di Teluk Persia

badge-check


					Tanker Pride dan Gamsunoro Milik Pertamina Terdampar di Teluk Persia Perbesar

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Dua kapal tanker minyak PT Pertamina International Shipping saat ini tidak dapat meninggalkan Teluk karena situasi keamanan yang kompleks, sementara kapal-kapal lain telah dipindahkan ke posisi yang lebih aman.

Perusahaan pelayaran Indonesia PT Pertamina International Shipping (PIS) mengkonfirmasi pada tanggal 2 Maret bahwa dua kapal tanker minyaknya terdampar di Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran .

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan keselamatan mutlak para kru, serta menjaga kelancaran operasi distribusi energi.

Sekretaris Korporasi Sementara PIS, Vega Pita, mengumumkan bahwa perusahaan saat ini memiliki empat kapal yang beroperasi di wilayah Timur Tengah . Dari keempat kapal tersebut, dua, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di wilayah Teluk.

Dua kapal lainnya telah dipindahkan ke lokasi yang relatif lebih aman; khususnya, PIS Rinjani berlabuh di pelabuhan Khor Fakkan di Uni Emirat Arab (UEA), dan PIS Paragon sedang membongkar muatan di Oman.

Tim manajemen armada PIS terus berkomunikasi dengan dewan direksi untuk berkoordinasi dan memastikan keamanan maksimal bagi kapal dan awaknya.

Mengenai status spesifik dari dua kapal yang terdampar tersebut, Ibu Vega memberikan rincian bahwa kapal Gamsunoro sedang dalam proses menerima kargo di pelabuhan Khor al-Zubair di Irak.

Sementara itu, Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan kargo di pelabuhan Ras Tanura di Arab Saudi tetapi masih belum dapat meninggalkan wilayah Teluk.

Manajemen perusahaan memprioritaskan pemindahan cepat kedua kapal ini dari zona risiko keamanan, sambil mempertahankan sistem pemantauan ketat 24/7.

Selain berfokus pada memastikan keselamatan armada pengirimannya, PIS juga berupaya melindungi keamanan para karyawannya yang bekerja di cabang Timur Tengah.

Cabang PIS Timur Tengah, yang berbasis di Dubai, saat ini memiliki sekitar 30 karyawan beserta keluarga mereka yang tinggal dan bekerja di sana.

Saat ini, seluruh pekerja dalam keadaan aman dan mematuhi instruksi dari misi diplomatik Indonesia di negara tuan rumah, termasuk kewajiban untuk selalu waspada dan segera melaporkan setiap keadaan darurat.

PIS menegaskan bahwa pihaknya telah secara proaktif berkoordinasi erat dengan manajemen kapal dan badan keamanan maritim setempat untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan.

Bersamaan dengan itu, perusahaan terus berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan delegasi perwakilannya di Abu Dhabi dan Dubai untuk bersiap menghadapi skenario terburuk.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Remaja Kabuh Kendarai Motor Kecelakaan di Jogoloyo Sumobito, Satu Tewas Dua Lukaluka

25 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Menelisik Akar Terorisme (72): Praktek TWK Hancurkan Bisnis Lawan

25 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Ekonomi Banyuwangi Meningkat Berkait Gandrung Banyuwangi

25 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Nataru Diskon Pesawat-Kereta Api Ditebar, Segini Besarannya

25 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Ungguli Inggris dan Prancis, IMF Nobatkan RI Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia

25 Oktober 2026 - 20:03 WIB

BEM PTNU Kirim 120.000 Liter Air Bersih ke Ketapang Kalbar untuk Peringati Hari Santri

25 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sejak Awal Jadi Relawan Tanpa Gaji, Gus Irfan Angkat Dua Anaknya Jadi Staf Ahli Kemenhaj

25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Veda Ega Pratama Torehkan Catatan Emas Raih Pole Position Moto3 Philip Island

24 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Berangkat Umrah Lebih Cepat dan Aman, PT Maghfiroh Sosialisasi Tabungan Rp20.000/ Hari

24 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Trending di Nasional