Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Kebakaran lahan kembali terjadi di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, tepatnya di Desa Menturo pada Selasa (29/9/2026). Yang terbakar adalah hamparan lahan pertanian tanaman tebu.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Kebakaran Kedua
Peristiwa ini merupakan kejadian kedua di wilayah Sumobito dalam kurun waktu kurang dari satu minggu.
Sebelumnya, pada Jumat (25/9/2026), kebakaran lebih besar melanda lahan tebu di Dusun Kedung Wesi, Desa Talunkidul, dengan luas terbakar mencapai sekitar 30 hektare.
Saat itu, proses pemadaman memakan waktu sekitar lima jam melibatkan warga dan petugas.
Sampai saat ini, belum ada angka pasti mengenai luas lahan tebu di Desa Menturo yang hangus. Nama pemilik lahan juga belum diumumkan secara resmi.
Penyebab kebakaran sedang dalam penyelidikan, namun diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembakaran sisa panen atau cuaca panas yang ekstrem.
Keterangan lengkap dari pihak pemadam kebakaran belum dirilis menyebutkan luasan pasti maupun identitas pemilik lahan.
Hingga September 157 Kebakaran
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mencatat bahwa sepanjang tahun 2026 hingga akhir September, telah terjadi 157 kali kebakaran lahan dengan total luas yang terbakar mencapai 148,6 hektare, tersebar di 20 kecamatan.
Sumobito termasuk salah satu wilayah yang frekuensi kejadiannya paling tinggi.
Keterangan resmi yang sedang ditunggu masyarakat mencakup berapa hektare lahan yang hangus, siapa pemilik lahan, apakah ada unsur kelalaian atau pembakaran sengaja, serta berapa kerugian materi yang dialami.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan tertulis dari BPBD maupun instansi terkait yang merinci hal-hal tersebut. Kami akan melengkapi segera setelah data resmi keluar.**











