Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Perusahaan migas Italia, Eni SpA siap menggelontorkan investasi hingga US$15 miliar (sekitar Rp252,4 triliun) untuk mengelola ladang gas di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) seperti Geng North dan Gendalo-Gendang.
Dalam menggarap proyek besar ini, Eni melibatkan joint venture Eni dengan Petronas, dengan Final Investment Decision (FID) direncanakan ditandatangani pada Maret 2026.
Dua perusahaan itu akan menyiapkan investasi mencapai US$15 miliar, setara Rp252-253 triliun (asumsi kurs Rp16.820-16.824 per dolar AS), fokus pada pengembangan gas laut dalam di Cekungan Kutei.
Produksi ditargetkan mulai 2027 dengan potensi 6,8 TCF gas, berkontribusi pada pasokan domestik dan ekspor.
Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001, mengakuisisi aset dari Chevron dan Neptune di Kaltim.
Investasi ini bagian dari rencana lima tahun untuk delapan proyek baru dan 15 sumur eksplorasi.
Proyek diharapkan ciptakan efek multiplier seperti lapangan kerja dan peningkatan industri penunjang.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, membuat pernyataan utama terkait kesiapan Eni SpA untuk FID investasi US$15 miliar di ladang gas Kaltim pekan depan.
Ia menyatakan proses tinggal menunggu tanda tangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dengan nilai Rp252,3 triliun (kurs Rp16.820/USD).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga kerap mengomentari rencana serupa sebelumnya, seperti investasi Rp150 triliun di blok Jangkrik-Merakes.
Eni sendiri melalui CEO Claudio Descalzi membahas LNG Indonesia sebagai sumber pertumbuhan baru, tapi bukan sumber kutipan spesifik US$15 miliar. Pernyataan Djoko paling langsung match dengan detail query (Rp252,4T, ladang gas Kaltim). **











