Menu

Mode Gelap

Nasional

Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan: Hardik Para Koruptor adalah Bajingan

badge-check


					Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan: Hardik Para Koruptor adalah Bajingan Perbesar

Penulis: Eko Wienarto. |  Editor: Priyo Suwarno

LOMBOK BARAT, SWARAJOMBANG.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan strategis nasional, dipusatkan di bendungan Meninting, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 10 Juli 2026.

Total investasi kelima bendungan ini mencapai Rp9,79 triliun, dirancang memperkuat ketahanan air, irigasi, dan ketahanan pangan nasional.

Dalam pidato panjangnya, Presiden berbicara dengan nada tegas dan lantang soal pemberantasan korupsi serta pengingat tugas seluruh aparat negara .

“Yang kita perjuangkan adalah kemakmuran rakyat dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, efisiensi. Ini perjuangan kita,” tegas Presiden .

Ia mengaku geram dan terbuka soal perlawanan yang dihadapi: “Saya ingin bicara jujur, bukan sekadar sopan. Koruptor itu bajingan, tapi saya harus tetap berpegang pada prosedur hukum yang berlaku. Hukum itu untuk semua, bukan hanya orang kuat atau orang kaya saja,” tandasnya.

Presiden mengingatkan birokrat, TNI, Polri, hingga Kejaksaan: “Saudara milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatu mu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Jangan melawan kehendak rakyat yang tidak mau korupsi dibiarkan berlanjut,” pesannya.

Ia juga menyoroti penyelewengan dalam Program Makan Bergizi Gratis: “Banyak menyusup jadi maling di sana. Ayam dipotong terlalu kecil demi untung, kualitas turun. Saya minta gubernur turun periksa langsung dapur-dapur itu,” tegasnya.

Presiden juga menyampaikan rencana penataan BUMN, menyebut ada 1.077 BUMN dan akan merampingkan yang merugi serta sarang penyimpangan .

Pemerintah berkomitmen menyelesaikan proses hukum secara transparan dan memulihkan aset negara.
**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mengudurkan Diri, tak ada Kaitan dengan d’Clan, Emas dan Uang ada Pemiliknya

10 Juli 2026 - 22:43 WIB

KPK Menahan Ma’ruf Cahyono Mantan Sekjen MRP, Makan Uang Sogokan Rp37 Miliar

10 Juli 2026 - 19:33 WIB

Polda NTB Tetapkan Ketua Yayasan dan Satu Santri Jadi Terangka, Kasus Pembakaran 3 Santri Ponpes al Ibrahimy

10 Juli 2026 - 14:09 WIB

Dua korban bocah 11 dan 13 tahun hidup denhan luka seumur hiduo, satu temannya meninggal dunia akibat kasus bulliying. Pelaku santri senior yang saat itilu berusia 16 tahun. Kejadian 5 November 2026. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (34): Liga Orang Jujur Vs Liga Orang Jahat

9 Juli 2026 - 21:06 WIB

Pendapatan Ojol Tak Naik karena Potongan Aplikator 20 Persen

9 Juli 2026 - 18:50 WIB

Pemkab Sidoarjo Optimistis Menang dalam Sengketa Pembongkaran Tembok Perumahan Mutiara City

9 Juli 2026 - 18:30 WIB

Polisi Sita 74 Kg Emas dan Uang Tunai Miliaran Rupiah, Saat Geledah Rumah di Sentul City Bogor

9 Juli 2026 - 16:56 WIB

Polisi Sita Uang Tunai Rp62,7 M dari Brankas Kafe di Cipete Diduga Milik Jampidus Febrie Ardiansyah

8 Juli 2026 - 23:02 WIB

Lava Tour Merapi Kian Diminati, Armada Jeep Capai 1.800 Unit

8 Juli 2026 - 19:47 WIB

Trending di Nasional