Menu

Mode Gelap

News

Polemik Ijazah Jokowi: Kubu Eggi Sudjana Pisah Kongsi, Roy Suryo Bertahan

badge-check


					Polemik Ijazah Jokowi: Kubu Eggi Sudjana Pisah Kongsi, Roy Suryo Bertahan Perbesar

Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG– Narasi soal dugaan “pecah kongsi” antara Eggi Sudjana dan Roy Suryo kembali mencuat dalam polemik tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Perbedaan sikap keduanya kini terlihat jelas.

Pihak Eggi Sudjana memilih mengakui keabsahan ijazah setelah melihat langsung bukti fisik, sementara kubu Roy Suryo tetap mempertahankan penyangkalan.

Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, mengungkap pengalaman emosionalnya saat menghadiri gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.

Dalam forum tersebut, penyidik membuka segel dan memperlihatkan dokumen asli Presiden kepada para pihak. Elida mengaku sangat terharu menyaksikan langsung dokumen yang selama ini diperdebatkan.

“Waktu map digunting, saya deg-degan. Ya Allah, akhirnya yang kita perdebatkan sekian tahun, sekarang ada sosoknya di depan mata. Saya melihat, saya merinding dan terharu,” ungkap Elida, dikutip dari YouTube Cumi-cumi, Jumat (19/12/2025).

Elida kemudian menceritakan detail proses pembukaan map barang bukti. Meski tidak diperbolehkan menyentuh langsung, ia dan rekan pengacaranya berusaha mengamati dari jarak dekat untuk memastikan keaslian ijazah tersebut. Dari pengamatannya, terdapat sejumlah ciri otentik yang menurutnya membantah tudingan pemalsuan.

“Saya tusuk (tahan) dengan ujung jari saya. Saya pegang, ada emboss (huruf timbul), ada watermark, dan ada lintasan stempel,” jelasnya.

Selain itu, kondisi fisik kertas yang tampak menua turut memperkuat keyakinannya. Elida menyebut bagian bawah dokumen sudah terlihat robek, menandakan usia kertas yang sudah lama.

“Di bagian bawahnya itu sudah robek-robek, mungkin karena sudah lama sekali. Kertas tua. Jadi bagi saya, itu adalah aslinya, bukan sekadar fotokopi,” tegasnya.

Menanggapi isu perpecahan dengan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa, Elida memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak ada konflik personal, melainkan perbedaan posisi hukum.

Menurutnya, para terlapor berada dalam dua klaster hukum yang berbeda, dan Eggi Sudjana menempuh strategi hukum sendiri sebagai advokat maupun prinsipal.

“Bukan pecah belah atau saling meninggalkan. Bang Eggi punya alasan hukum dan konstruksi hukum sendiri. Kami mengajukan gelar perkara khusus ini untuk meminta tinjau ulang penetapan tersangka Bang Eggi,” terang Elida.

Elida juga menyoroti kondisi kesehatan Eggi Sudjana yang tengah memburuk akibat penyakit serius. Ia menyebut kliennya belum pernah menjalani pemeriksaan resmi sebagai tersangka, namun status hukumnya sudah dinaikkan.

“Bang Eggi belum pernah diperiksa sebagai tersangka, baru undangan klarifikasi. Itulah dasar kami memohon gelar perkara, agar status tersangkanya ditinjau ulang,” tambahnya.

Atas keterbukaan kepolisian dan kehadiran Ombudsman, Elida menyampaikan apresiasi. Ia menilai keputusan penyidik membuka barang bukti merupakan langkah berani untuk meredam kegaduhan publik.

“Apa salahnya dilihatkan? Sekarang sudah terbuka. Polisi mengambil langkah berani untuk membuka barang bukti demi transparansi. Alhamdulillah, kami bersyukur bisa melihat aslinya,” katanya.

Meski menyadari masih ada pihak yang belum sepenuhnya yakin, Elida mengajak masyarakat mengakhiri polemik ijazah ini. Ia berharap perhatian publik bisa dialihkan ke persoalan bangsa yang lebih mendesak.

“Polemik ini sudah berkepanjangan dan menguras energi. Kalau saya pribadi sudah puas melihatnya. Mari kita akur, jangan terlalu fokus pada ijazah, masih banyak masalah bangsa lain yang butuh perhatian, korupsi, dan bencana alam yang butuh perhatian kita,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Elida mengajukan permohonan kemanusiaan agar pencekalan terhadap Eggi Sudjana dicabut, sehingga kliennya dapat melanjutkan pengobatan medis di luar negeri.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tinjau KDMP Nglawak: Jual LPG Rp16.000, Migor Rp15.700/ L, Beras SPHP Rp10.000/ Kg

17 Mei 2026 - 15:43 WIB

Presiden Praboso langsung meninjau KDMP Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu 16 Mei 2026. Disitubharga LPG cuma Rp.16.000, migor Rp15.700/ l. Foto: ist

Pinter Ngaji Layanan NIB Gratis di Jombang, Mei: Pegang Izin untuk Kembangkan Usaha

17 Mei 2026 - 15:06 WIB

Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp240 Juta dan Pulangkan 4 TKW yang Disekap di Libya

15 Mei 2026 - 14:06 WIB

Satu Pasien Meninggal, Evakuasi saat Kebakaran di Lantai V Pusat Layanan Jantung RSUD Dr. Soetomo

15 Mei 2026 - 10:22 WIB

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Jombang Heboh File Rahasia Rekrutmen KDMP Bocor, Tertera Nama Pejabat yang Beri Rekomendasi

13 Mei 2026 - 14:31 WIB

Botok dan Teguh Kerahkan 3000 Orang Demo ke Polres Pati, Rabu 13 Mei 2026

12 Mei 2026 - 22:24 WIB

Guru dan 7 Siswa Lukaluka, Tertimpa Atap Ruang Kelas MIM Ambruk di Sragen

12 Mei 2026 - 17:52 WIB

Trending di Headline