Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
BANDUNG, SWARAJOMBANG.COM– Empat perempuan warga Karawang, Jabar, hari ini dalam perjalanan pulang ke Indobesia setelah 9 bulan tetkatubg disekap dan terlunta lunta di Tripoli, Libya.
Sebelumnya, mereka melakui video medsos minta pertolongan kepada Gubernur Barat Dedi Mulyadi KDM, agar bisa pulang dan kembali ke kekuarganya.
Dalam unggahan harian di medsos, Jumat 15 Mei 2026, Kang Dedi menyatakan sudah membayar dana tebusan Rp240 juta karena over stay, urusan ilegal lainnya.
Ia juga merogoh biaya perjalanan, dan transportasi lengkap demi membebaskan mereka dari perbudakan modern.
“Mereka minta tolong, saya wajib jawab. Ini bukan tebusan, tapi biaya membebaskan manusia dari perbudakan. Rp240 juta lunas kami siapkan, semua biaya perjalanan sampai antar pintu rumah ditanggung penuh,” tutur KDM.
“Saya juga perintahkan kepolisian buru PT SRS, cabut semua jalur ilegal mereka. Negara gagal lindungi? Maka saya yang berdiri di barisan depan”
Siti Aminah, melalui telepon KBRI
“Dijanjikan surga, masuknya neraka. Disiksa, kelaparan, tak bisa kabur. Kami berteriak minta tolong, tak sangka Pak KDM datang selamatkan. Terima kasih, kami ingin peluk ibu dan bapak segera”
Kepala KBRI Tripoli, Drs. Ahmad Fauzi menambahkan, “Negosiasi alot tiga minggu akhirnya selesai. Berkat komitmen tegas KDM, keempatnya aman, sehat, siap terbang rute Tripoli–Kairo–Jakarta–Surabaya”
Nama Korban
- Siti Aminah binti Misnan, 28, Kampung Pulo RT 004 RW 002, Desa Mekarjati, Kecamatan Majalaya, Karawang 41361
- Maemunah binti Kasim, 26, Kampung Baru RT 001 RW 001, Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek, Karawang 41371
- Khofifah binti Sutrisno, 30, Dusun Mulyasari RT 003 RW 003, Desa Tanjungpura, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang 41366
- Umi Kalsum binti Shodiq, 24, Kampung Sawah RT 005 RW 002, Desa Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Karawang 41314
Perusahaan pemberangkat ilegal lewat PT Sumber Rezeki Sejahtera (SRS, Jalan Raya Perintis Kemerdekaan No. 45, Cikampek, Karawang.
Kronologi
- Agustus–Oktober 2025, dijanjikan kerja resmi gaji Rp8 juta/bulan di Turki, dokumen dipalsukan, berangkat lewat jalur gelap
- Saat Transit Istanbul — Paspor dan HP disita paksa, dibawa tanpa persetujuan ke Tripoli, Libya
- Selama 7–9 Bulan — Dikurung, kerja 18 jam/hari, gaji tak dibayar, dipukul jika menolak, diminta tebusan USD7.000/orang = Rp59,8 juta, total Rp239,2 juta dibulatkan Rp240 Juta
- Awal Mei 2026 — Kirim pesan darurat, viral medsos, minta tolong langsung ke KDM
- 12–14 Mei 2026 — KDM koordinasi KBRI Tripoli/Kairo, lunasi tebusan, negosiasi selesai
- 15 Mei 2026 Pagi — Paspor dikembalikan, izin keluar selesai, siap diterbangkan pulang
Jadwal Kepulangan
* Hari ini — Jemput ke bandara Tripoli, terbang ke Kairo
* Sabtu Sore — Tiba Jakarta, transit
* Minggu Pagi 17 Mei — langsung diantar mobil ke Karawang, disambut keluarga
Kasus ini bukti nyata jalur gelap dan agensi nakal masih memakan korban, tapi kepekaan pemimpin bisa jadi jaminan keselamatan warga. **











