Menu

Mode Gelap

Nasional

PO Bus dan Ekspedisi Keluhkan Kemacetan Jalur Ketapang-Gilimanuk

badge-check


					Kemaceta Ketapang-Gilimanuk Perbesar

Kemaceta Ketapang-Gilimanuk

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

BANYUWANGI, SWARAJOMBANG.COM-Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi membuat resah sejumlah perusahaan otobus atau PO bus serta perusahaan ekspedisi di Surabaya, Jawa Timur.

Diketahui, operasional kapal penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk saat ini masih dibatasi. Banyak truk barang dan bus yang dikabarkan terjebak macet hingga berjam-jam lamanya. Salah satu pemicu kemacetan tersebut adalah pembatasan operasional untuk kendaraan berat serta minimnya fasilitas pendukung di pelabuhan.

Petugas administrasi PO Gunung Harta, Arum Khasana menjelaskan, akibat dari kemacetan di penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk tersebut, pihaknya melakukan penundaan perjalanan dan menerima komplain dari para pelanggan setia perusahaan tersebut sejak tiga hari yang lalu.

“Ada pelanggan pro dan kontra. Kadang ada yang memahami, kadang juga ada yang tidak. Walau banyak yang memahami, tetapi terkadang ada yang tidak mau tahu, mereka harus berangkat ke Bali,” ungkapnya saat ditemui Beritasatu.com, Sabtu (26/7/2025).

Arum juga menjelaskan perusahaan Gunung Harta sehari-hari biasanya memberangkatkan sebanyak dua bus dengan rata-rata okupansi sebanyak 30 penumpang untuk rute perjalanan Surabaya–Denpasar.

Antrean yang sudah terjadi selama berhari-hari lamanya itu, lanjut Arum, juga menyebabkan durasi perjalanan bus maupun truk logistik yang menuju Pulau Bali menjadi bertambah. Hal tersebut terjadi karena kemacetan pada perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang baru dapat terurai, setelah menunggu selama berjam-jam lamanya.

“Seharusnya bus itu datang pukul 05.00 WIB. Kemarin itu baru sampai pukul 20.00 WIB. Untuk operasionalnya juga bertambah dan berpengaruh juga fisik dari supir-supir kami yang mau tidak mau harus lembur,” bebernya.

Terkait hal tersebut, Arum menyebut direksi Gunung Harta telah menyampaikan komplain kepada pemerintah, melalui PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).

“Kalau terkait keluhan, pasti kita sampaikan terus (ke ASDP). Cuma, mau gimana lagi karena kapalnya kan banyak yang tidak beroperasi ya,” jelasnya.

Permasalahan serupa yang diakibatkan oleh kemacetan di penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk juga dirasakan oleh perusahaan ekspedisi, yakni Indah Group.

Swastika, pemilik perusahaan ekspedisi yang beralamat di Jalan Makam Peneleh, Surabaya tersebut mengaku sampai tidak melayani pengiriman logistik ke Pulau Dewata sejak beberapa hari yang lalu, hingga mengakibatkan penurunan omzet usaha.

Pengiriman logistik dari Surabaya ke Denpasar, lanjut Swastika, umumnya hanya memakan waktu perjalanan selama satu hingga tiga hari lamanya.

“Kalau sekarang, satu minggu pun belum tentu bisa sampai. Untuk itu, kami sudah tidak berani menerima barang yang jurusannya ke Bali karena dampaknya begitu luar biasa, termasuk omzet menurun hingga 30-40%,” ungkap Swastika.

Serupa dengan Gunung Harta, Swastika menyebut, perusahaannya juga menerima banyak komplain dari para pelanggannya akibat keterlambatan pengiriman logistik ke Pulau Bali. Dia berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami selaku ekspedisi hanya menunggu sinyal saja. Doa kami, semoga masalah di Ketapang maupun di Gilimanuk, yang membuat kami kesulitan ini, dapat segera terselesaikan,” harap Swastika.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Libur Sekolah MBG Sementara Berhenti

17 Juni 2026 - 20:11 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 19:06 WIB

Anggaran 2027 Rp184 Triliun, Polri Ajukan Tambahan Rp61 Triliun

17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448, Ketua DPRD Hadi Atmaji Hadiri Acara Doa Bersama di Pendopo Pemkab Jombang

17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Rencana PHK 1.000 Karyawan PT SGS Masuk dalam RDP Komisi D DPRD Jombang

17 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pesawat Pembom Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh, Amerika Alami Kerugian Rp1,340 Triliun

17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap, Kendati BBM Nonsubsidi Naik

16 Juni 2026 - 20:56 WIB

Gaji Selama Enam Bulan untuk Korban PHK

16 Juni 2026 - 20:41 WIB

Pencuri Datangi Rumah Korban Minta Maaf dan Berdamai di Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 18:13 WIB

Pelaki dan korban sebelumnya sudah sepakat damai, lalu mencabut perkara di Polsek Pungging, Mojokerto
Trending di Nasional