Menu

Mode Gelap

Nasional

Perwakilan Nelayan Ngemplak dan Kisik Tandatangani Perdamaian, Polisi Terjunkan Satu Kompi Brimob

badge-check


					Pemkot Pasuruan, Kamis 5 Februari mengundang perwakilan nelayan Ngemplak dan Kisik, untuk menyelesaikann konflik pasca pembakaran sekitar enam perahu nelayan, yang terjadi Rabu malam 4 Februari 2026. Perwakilan nelayan menandatangani kesepakatan damai dalam kasus ini. Foto: Instagram@seputar_pasuruan Perbesar

Pemkot Pasuruan, Kamis 5 Februari mengundang perwakilan nelayan Ngemplak dan Kisik, untuk menyelesaikann konflik pasca pembakaran sekitar enam perahu nelayan, yang terjadi Rabu malam 4 Februari 2026. Perwakilan nelayan menandatangani kesepakatan damai dalam kasus ini. Foto: Instagram@seputar_pasuruan

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

PASURUAN, SWARAJOMBANG.COM- Untuk mencegah bentrok nelayan meluas, Polres Pasuruan menurunkan sedikitnya satu kompi Brimob dari Medaeng dan Porong, didukung keamanan dari Kodim 0819.

Pernyataan AKBP Titus Yudho Uly, Kapolres Pasuruan Kota, bahwa Brimob diterjunkan untuk mencegah bentrokan antara nelayan yang terjadi sejak Rabu malam, 4 Februari 2026.

Polisi bersama Kodim Pasuruan kota melakukaukan pengaman aksi pembakaran kapal nelayan, Kamis 5 Februari 2026.

AKBP Titus Yudho Uly mengawasi pengamanan dengan satu kompi Brimob untuk cegah bentrokan lanjutan antara nelayan Dusun Kisik (Kraton) dan Ngemplakrejo (Panggungrejo).

Kapolres Pasuruan Kota menegaskan bahwa situasi di wilayahnya sudah aman dan kondusif setelah konflik nelayan di Pelabuhan Pasuruan.
Dia mengimbaumasyarakat untuk menyelesaikan kesalahpahaman melalui dialog dan menjaga sikap tenang, sambil menjamin aktivitas masyarakat dapat berjalan nyaman kembali.
Tujuannya mencegah bentrokan lanjutan pasca-pembakaran perahu akibat perselisihan nelayan Dusun Kisik (Kalirejo, Kraton) dan Ngemplakrejo (Panggungrejo).

Pemerintah bersama TNI–Polri menggelar edukasi kepada warga dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, Kamis (5/2/2026), pasca pembakaran kapal di Pelabuhan Kota Pasuruan. Kegiatan berlangsung di Balai Kelurahan Ngemplakrejo dan diikuti sekitar 25 perwakilan warga dan nelayan.

Pertemuan dipimpin Lurah Ngemplakrejo, Camat Panggungrejo, Kapolsek Purworejo, dan Danramil Gadingrejo. Hasilnya, nelayan Ngemplakrejo sepakat melarang penggunaan alat tangkap trawl dan bondet, yang dituangkan dalam surat kesepakatan tertulis.

Pertemuan ini sebagai penguatan pengamanan sejak malam 4 Februari 2026 hingga dini hari 5 Februari 2026 di Pelabuhan Pasuruan dan sekitar Dusun Kisik (Kalirejo, Kraton) serta Ngemplakrejo (Panggungrejo).

Personel Brimob bertugas menghalau ratusan nelayan dari kedua kubu agar tidak mendekati pelabuhan, mencegah aksi balasan pasca-pembakaran empat perahu, serta menjaga situasi tetap kondusif bersama Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 Pasuruan.

Polres Pasuruan mengerahkan Brimob ke Ngemplak Kisih untuk mengamankan potensi bentrokan antar nelayan setelah insiden pembakaran perahu.

Konflik melibatkan nelayan dari Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, melawan nelayan dari Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Berawal dari perselisihan saat perahu jaring trawl dari Ngemplakrejo melintas dekat perairan nelayan Kalirejo yang menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, memicu ketegangan hingga empat perahu dibakar di Pelabuhan Pasuruan pada 4 Februari 2026 malam.

Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 Pasuruan tingkatkan pengawasan ketat di pelabuhan hingga dini hari 5 Februari 2026, mencegah nelayan dari kedua kubu mendekat. Satu kompi Brimob (dua peleton dari Porong dan dua dari Medaeng) dikerahkan, sementara polisi arahkan ratusan nelayan mundur dan pemadam kebakaran tangani sisa api.

Pada Kamis dini hari (5/2/2026), situasi terkendali meski petugas sempat halau aksi balasan; polisi tekankan dialog untuk selesaikan kesalahpahaman, dan klaim kondisi aman serta kondusif untuk aktivitas masyarakat.

Poliarud melakukan patroli keliling lokasi Ngempla- Kisik, di lokasi penambatan perahu-perahu nelayan. **​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Holi Kejar dan Menabrak Pencuri Motor Hingga Tewas di Ranuyoso, Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang

22 September 2026 - 20:46 WIB

Emil Dardak: 411 Aset Pemprov Diproteksi dari Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:16 WIB

TPPU Rp237 M Libatkan Pejabat, Jenderal dan Ulama: Gus Yazid Cabut Keterangan BAP Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Walikota Tebingtinggi Copot 5 Kepsep SDN, karena Tolak Serahkan Proyek Revitalisasi Senilai Rp2,44 M

21 September 2026 - 18:16 WIB

Diduga Gunakan Sistem Ponzi Rekrut 4.000 Jamaah Umrah, PT Annisa Ahmada Wajib Kembalikan Dana Rp120 M

21 September 2026 - 10:36 WIB

Trending di Nasional