Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Pertanyannya Maju atau Mundur? Viral Video Wapres Gibran Coba Rice Transplanter Saat Kunjungan ke Ngawi

badge-check


					Video Wapres Gigran mencoba mesin tanam padi baru Rice Transplanter di Ngawi. Dalam video itu Gibran menjalankan mesin dengan berjalan maju,  bukan mundur seperti video pembandingnya. Karena berjalan maju, tanaman bibit padinya terinjak. Tangkap layar video X@kangmanto123 Perbesar

Video Wapres Gigran mencoba mesin tanam padi baru Rice Transplanter di Ngawi. Dalam video itu Gibran menjalankan mesin dengan berjalan maju, bukan mundur seperti video pembandingnya. Karena berjalan maju, tanaman bibit padinya terinjak. Tangkap layar video X@kangmanto123

NGAWI, SWARAJOMBANG.COM- Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, viral setelah mengunggah video saat mencoba mesin tanam padi modern di desa Gempel, Ngawi, Jawa Timur, pada 24 Mei 2025.

Dalam video tersebut, Gibran terlihat mendorong mesin tanam padi sambil berjalan maju di sawah, berbeda dengan metode tradisional yang biasanya berjalan mundur untuk menghindari menginjak tanaman baru.

Karena unggahan video menanam padi menggunakan mesin itu berjalan maju, netizen pun kemudian memberik komentar: Tanam padi maju, malah benihnya keinjaj! Ini kemudian yang urusannya tanam padi ini menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Bahkan pemilik akun X(Twitter)@kangmanto124 (Manto Gudowo SK) menambah keterangan, Fitifafa: Ini Termasud (k) pinter apa bodoh? Ia unggah dua video perbandingan antara cara tanam yang dilakukan oleh Wapres Gibran dengan cara berjalan maju, sementara satu video pembandingya tiga petani menggunakan alat yang sama, berjalan mundur.

Pertanyaannya? Apakah menanam padi menggunakan alat tanam Raice Transplantar itu harus berjalan maju apa mundur?

Mesin yang digunakan adalah Rice Transplanter, alat modern yang secara otomatis menanam bibit padi dengan presisi tinggi dari persemaian ke lahan sawah. Mesin ini memang dirancang untuk berjalan maju saat menanam, sehingga operator tidak perlu berjalan mundur seperti metode manual.

Rice Transplanter menanam bibit langsung ke tanah dengan sistem mekanis yang menjaga tanaman tetap utuh meskipun operator berjalan maju di sampingnya. Metode ini meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja di lapangan serta mengurangi beban kerja manual petani.

Video ini mendapat beragam reaksi dari netizen, ada yang mempertanyakan cara kerja mesin karena berbeda dari kebiasaan tradisional, namun penjelasan resmi dari Kementerian Pertanian dan kanal YouTube pertanian mendukung penggunaan alat ini sebagai teknologi yang lebih efisien dan modern dalam penanaman padi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja resmi Wapres Gibran ke Ngawi untuk meninjau proses tanam padi dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung petani agar target swasembada pangan tercapai.

Mesin tanam padi modern seperti rice transplanter tidak harus dijalankan dengan cara berjalan mundur. Justru, mesin rice transplanter dirancang untuk berjalan maju saat menanam bibit padi di sawah.

Operator biasanya berjalan di belakang mesin sambil mengarahkannya maju secara perlahan, dan mesin secara otomatis menancapkan bibit padi ke tanah sesuai jarak dan kedalaman yang telah diatur.

Prinsip kerja mesin rice transplanter adalah menancapkan bibit padi menggunakan garpu penanam secara teratur sesuai pergerakan roda mesin. Mesin ini bekerja pada lahan berlumpur dan bibit padi yang sudah disemai dipotong dan diletakkan di rak khusus pada mesin, lalu mesin akan berjalan maju menanam bibit tersebut secara seragam.

Jadi, anggapan bahwa mesin tanam padi harus dijalankan dengan berjalan mundur adalah tidak benar. Mesin ini memang didesain untuk berjalan maju agar proses penanaman lebih efisien dan rapi, berbeda dengan cara manual tradisional yang biasanya berjalan mundur untuk menghindari menginjak tanaman baru. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (71): Klan Wajah Baru Serang Israel

24 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Bupati Warsubi Hadir Tengah Malang, Gebyar Wayang Kulit Ki Dalang Bayu Aji Dimeriahkan 5 Gending Laras Kinanti

23 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Fraksi PKB Kartiyono: 218 Ponpes Potensi Besar Pengembangan Sektor Pariwisata di Jombang

23 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Presiden Targetkan Kredit Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga pada 2027

23 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Kapolres Jombang Buka Kejurprov Bola Voli U-19 Antar Klub se-Jawa Timur

23 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Mengikis Pengangguran, Kadisnaker Isawan: Serap 6.718 Naker 2026 Lewat Talenta dan Jemput Kerja

23 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Kebakaran Hebat Timpa Pengolahan dan Gudang Ban Bekas di Trowulan, Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan

23 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Aksi Unjuk Rasa Turunkan Menteri Kehutanan, Doni Angun Tanda Tangani Surat Aspirasi Mahasiswa

22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Tebu Bukan Hanya untuk Gula, Bisa Jadi Minuman dan Alat Makan

22 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Trending di Nasional