Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
TIMUR TENGAH, SWARAJOMBANG.COM – Hingga Kamis, 5 Maret 2026, masih simpang siur antara pro dan kontra atas tewasnya Perdana Meteri Benyamin Netanyahu yang disebut-sebut ditelah meninggal dunia dalam seranghan Iran. Isu ini beredar luas di dunia maya.
Klaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggal pada 2 Maret 2026 adalah isu sangat sedap yang beredar di media sosial. Berita ini muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim menyerang kantor Netanyahu dengan rudal, tapi tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Media kredibel membantah rumor tersebut, karena Netanyahu masih aktif memposting di media sosial hingga 3 Maret 2026. Ia bahkan berpidato pada 1 Maret 2026, menegaskan serangan Israel ke Teheran akan berlanjut.
Rumor ini terkait eskalasi konflik Israel-Iran sejak akhir Februari 2026, mirip hoaks serupa di masa lalu (2025). Tidak ada sumber resmi Israel atau internasional yang mengonfirmasi kematiannya.
Kantor Perdana Menteri Israel menyebut klaim Iran sebagai “berita palsu” dan mengonfirmasi Netanyahu aman, dengan tidak ada korban luka di Yerusalem. Media seperti The Times of Israel melaporkan kantornya utuh tanpa dampak signifikan.
Pada 1 Maret 2026, Netanyahu berpidato menegaskan serangan ke Teheran berlanjut, menunjukkan ia aktif memimpin. Tidak ada konfirmasi kematian dari sumber resmi Israel atau internasional.
Iran memang sedang perang melawan Amerika dan Isarel di dunia nyata, akan tetapi perang itu juga merembet ke arena dunia maya. Dimana setiap fakta bisa diubah dan direkayasa menjadi sebaliknya. **











