Menu

Mode Gelap

Politik

Menlu Kenya Jajaki Kerjasama Pertahanan dengan PT Pindad

badge-check


					Menteri Luar Negeri Kenya, Raychelle Omamo (gaun merah) bersama rombongan diterima Direktur Utama PT. Pindad, Abraham Mose dalam rangka penjajakan kerjasama pertahanan. (Foto: Dok. PT. PIndad) Perbesar

Menteri Luar Negeri Kenya, Raychelle Omamo (gaun merah) bersama rombongan diterima Direktur Utama PT. Pindad, Abraham Mose dalam rangka penjajakan kerjasama pertahanan. (Foto: Dok. PT. PIndad)

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Hadi S Purwanto

BANDUNG, SWARAJOMBANG.com – Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose didampingi jajaran menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Kenya, Raychelle Omamo di Auditorium Gd. Direktorat PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat, (18/3/2022).

Kunjungan juga dihadiri oleh Direktur Direktorat Afrika Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Witjaksono Adji dan Duta Besar (Dubes) RI di Kenya, Dr. Mohamad Hery Saripudin.

Kenjungan Menlu Kenya beserta delegasi ke PT Pindad ini merupakan penjajakan dan perencanaan potensi kerjasama terutama di bidang pertahanan.

Sehari sebelumnya, Kamis (17/3/2022) Menlu RI, Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Kenya, Raychelle Omamo dalam rangka meresmikan pembukaan Kedutaan Besar Kenya di Jakarta.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai tiga sektor kerjasama bilateral yang meliputi kerja sama kesehatan, ekonomi, dan pertahanan antara Indonesia dan Kenya.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose menyambut baik kunjungan Menlu Kenya dan berharap melalui kunjungan ini dapat terjalin kerjasama di bidang pertahanan.

“Pindad merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri Pertahanan Indonesia. Selain itu juga Pindad memproduksi berbagai produk industrial, alat berat, agricultural, dan infrastruktur perhubungan. Semoga dengan adanya kunjungan ini Kenya dan Indonesia dapat merealisasikan kerjasama di bidang Industri Pertahanan.” jelas Abraham Mose.

Menlu Kenya,  Raychelle Omamo menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan untuk bisa melihat secara langsung fasilitas produksi di PT Pindad dan melihat potensi kerjasama yang bisa dilakukan.

“Saya mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan oleh PT Pindad. Kita berkunjung ke PT Pindad pada hari ini berdasarkan hasil diskusi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia yang sudah dilakukan sebelumnya. Rencana kerjasama yang akan dilakukan yaitu di bidang pertahanan dan keamanan,” kata Raychelle Omamo.

Maka dari itu, sambungnya, penting untuk Kenya bisa melihat dan mengerti bagaimana PT Pindad mengembangkan produk-produk yang dimiliki dan bagaimana bisa mengandalkan kerjasama yang dibuat untuk kekuatan pertahanan dan keamanan.

Rombongan Menlu Kenya juga melakukan plant tour ke fasilitas produksi dan melihat berbagai produk unggulan baik di bidang pertahanan maupun industrial.

Pada kesempatan itu Menlu Kenya melihat produk kendaraan tempur (ranpur) Badak 6×6, Anoa 6×6, kendaraan taktis (rantis) Komodo 4×4, Maung 4×4 serta berbagai kendaraan lainnya.

Anoa dan Komodo telah terbukti kualitas dan durabilitasnya karena telah digunakan dalam mendukung misi TNI tidak hanya di dalam tetapi juga luar negeri (UN Peace Keeping) di berbagai belahan dunia seperti Lebanon, Kongo, Afrika Tengah, dan Sudan.

PT Pindad menampilkan ranpur Badak 6×6. Kendaraan ini dilengkapi dengan two-man turret kaliber 90mm serta senapan mesin kaliber 7,62mm untuk daya gempur maksimal dan dapat dioperasikan oleh 3 orang personel.

Sebagai ranpur, Anoa dibekali body protection berupa Monocoque Armoured Steel serta terdapat kaca antipeluru. Anoa juga dibekali sistem persenjataan seperti mesin 12,7mm, senapan mesin 7,62mm, granar CIS 40 AGL, Smoke Grenade Dischargers: cal, 66mm (3 kiri, 3 kanan), dan memiliii Turret Manual (dapat dioperasikan 360 derajat).

Sementara itu, untuk rantis Komodo memiliki body lapis baja dan kaca anti peluru yang mampu menahan peluru cal. 7,62mm.

Untuk persenjataan, mobil ini dibekali dengan senapan mesin berkaliber 7,62mm dan dapat di gerakan melalui Remote Control Weapon System (RCWS).

Selain produk hankam, Menlu Kenya juga meninjau produk-produk industrial, termasuk berbagai alat mesin pertanian dan alat berat excava 200.

Excava 200 produksi Pindad saat ini sudah tersedia berbagai varian sesuai dengan fungsi dan kebutuhan lapangan yang terdiri dari Excava 200 standar, Excava 200 Amphibious, dan Excava 200 Long Arm.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unhan Belanja Swakelola Semir dan Sikat Sepatu Rp1,52 M, Anggaran dari BGN

18 April 2026 - 11:13 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:18 WIB

Aksi Massa PMII Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim: Ajukan 10 Tuntutan kepada Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Jombang Sahkan Perda Pariwisata 2026-2045, Warsubi Siapkan Anggaran Rp50 Miliar

12 April 2026 - 11:42 WIB

APM-Kaltim Dirikan Posko Siapkan Demo Besar 21 April: Tuntut Pemakzulan Gubernur Rudy Mas’ud

12 April 2026 - 11:14 WIB

AMP-KT Rilis Undangan Publik Aksi Demo: Lengserkan Rudi Mas’ud 21 April 2026

10 April 2026 - 17:23 WIB

Muncul Video dan Gambar Iran Sedang Menginterogasi Pria Berpakaian Pilot, Pasca F-15E dan A-10 Warthog Ditembak Jatuh

5 April 2026 - 09:55 WIB

Jepang Komitmen Investasi ke Indonesia Rp 380 Triliun, Presiden Prabowo Bertemu Perdana Mentri Sanaei Takaichi

2 April 2026 - 17:59 WIB

Bertamu di Rumah Pribadi Jokowi, Dubes Iran Menyampaikan Bela Sungkawa Atas Gugurnya TNI di Lebonan

1 April 2026 - 19:03 WIB

Trending di Headline