Menu

Mode Gelap

Nasional

Menko Muhadjir Serahkan Kunci Hunian Tetap Korban Gempa di Sulawesi Tengah

badge-check


					Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan kunci Hunian Tetap (Huntap) Tondo II untuk warga terdampak bencana gempa bumi dan likuifkasi Sulawesi Tengah, di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Jumat (14/6/2024). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan kunci Hunian Tetap (Huntap) Tondo II untuk warga terdampak bencana gempa bumi dan likuifkasi Sulawesi Tengah, di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Jumat (14/6/2024). (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Ipong D Cahyono

PALU, SWARAJOMBANG.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan kunci Hunian Tetap (Huntap) Tondo II untuk warga terdampak bencana gempa bumi dan likuifkasi Sulawesi Tengah, di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada Jumat (14/6/2024).

Muhadjir menjelaskan, proses penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan likuefaksi saat ini sudah mencapai tahap akhir. Beberapa unit rumah masih dalam proses dan ditargetkan akan selesai dalam waktu yang tidak lama.

“Hari ini saya menyerahkan kunci kepada calon penghuni tetap di tanah relokasi baik di Palu, Sigi, Donggala. Memang masih tersisa beberapa ratus rumah, tapi semua masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama semua akan terselesaikan,” ujar Menko PMK.

Muhadjir menegaskan pembangunan seluruh huntap untuk warga terdampak bencana gempa dan likuefaksi di Sulawesi Tengah yang terjadi pada 2018 harus rampung pada tahun 2024 ini. “Harus selesai. Target kita sesuai arahan Presiden tahun 2024 bahkan kalau bisa di Bulan Oktober sudah clear dan dihuni.”

Kementerian PUPR menetapkan pembangunan sebanyak 5.598 unit huntap korban terdampak bencana gempa dan likuefaksi di Palu, Sulawesi Tengah, yang mana diharuskan rampung tahun ini. Hingga Juni tersisa 382 unit yang akan dituntaskan.

Menko PMK memastikan tak akan ada lagi perpanjangan untuk penuntasan proyek hunian tetap ini.

Menurut Muhadjir, jarak waktu 6 tahun penyelesaian dari bencana sudah terlalu lama membuat warga menunggu. Sehingga dia menegaskan tidak akan ada keterlambatan pembangunan lagi dalam menyelesaikan seluruh hunian tetap untuk warga terdampak.

“Tidak ada pilihan lain harus selesai. Ini sudah tertunda cukup lama 6 tahun. Sementara rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di NTB sudah clear,” ucapnya.

“Tidak ada penambahan waktu lagi. Saya minta Pak Dirjen Perumahan harus mengawal betul, jadi tidak ada lagi penambahan waktu untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu ini,” imbuh Muhadjir Effendy.

Dalam kesempatan penyerahan kunci tersebut, Menko PMK mengucapkan selamat kepada penerima huntap dan berpesan agar hunian tidak diperjual belikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dia pun berpesan agar para penghuni untuk menjaga kelestarian, kerapian serta kebersihan lingkungan.

Selain itu, Menko PMK juga berjanji kepada warga penghuni perumahan akan memberikan bibit tumbuhan seperti rambutan dan durian yang bisa ditanam di lingkungan perumahan supaya lingkungan semakin asri, nyaman dan sejuk.

Dalam kesempatan itu hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Fahrudin D. Yambas, Wakil Wali Kota Palu Reny A. Lamadjido, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, Komisaris Utama PT. Adhi Karya Dody Usodo Hargo.

Setelah dari tinjauan huntap, Menko PMK mengunjungi SD Inpres 2 Talise, Kota Palu. Di sana Menko PMK berinteraksi dengan para siswa-siswi SD. Memberikan motivasi dan semangat serta bantuan alat olahraga.

Menko PMK juga melakukan penanaman pohon dalam rangka Gerakan Nasional Revolusi Mental Penanaman Sepuluh Juta Pohon.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

TPPU Rp237 M Libatkan Pejabat, Jenderal dan Ulama: Gus Yazid Cabut Keterangan BAP Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 15:13 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:45 WIB

Pendukung Mengamuk di PN Tipikor Semarang saat Jaksa Ajukan Tuntutan 8 Tahun dan 6 Bulan terhadap Sudewo

21 September 2026 - 22:25 WIB

Jejak Gatot Heroe Pejabat BC Garong Negara: Simpan Valuta Rp2,8 M di Plafon Rumah Madyopuro Malang

21 September 2026 - 21:03 WIB

Bahlil Siapkan Strategi Olah Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:21 WIB

Walikota Tebingtinggi Copot 5 Kepsep SDN, karena Tolak Serahkan Proyek Revitalisasi Senilai Rp2,44 M

21 September 2026 - 18:16 WIB

Diduga Gunakan Sistem Ponzi Rekrut 4.000 Jamaah Umrah, PT Annisa Ahmada Wajib Kembalikan Dana Rp120 M

21 September 2026 - 10:36 WIB

100 Tahun Pondok Gontor, KH Abdullah Sahal: Bapak Presiden, Kami Tetap Memilih Pendidikan!

20 September 2026 - 23:48 WIB

AI Menghabiskan Miliaran Air dan Listrisk Setara Jepang

20 September 2026 - 17:56 WIB

Trending di Nasional