Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

badge-check

Penulis: Jacobus E. Lato.  | Editor: Hadi S. Purwanto

SWARAJOMBANG.COM–Ketakutan yang diilhami oleh Klan ini jauh lebih berkaitan dengan serangan-serangan serampangannya di depan umum, ketimbang organisasinya di seluruh negara bagian.

Meski Forrest tidak pernah menguasai anggota Klan bentukannya, di atas kertas, dia mengorganisasi Klan seperti pasukan Selatan.  Seluruh kawasan Selatan disebut Kekaisaran Yang Tidak Terlihat.

Setiap negara bagian merupakan Kerajaan, tiap distrik kongres merupakan dominion, setiap daerah merupakan provinsi, dan setiap tempat merupakan sarang binatang buas.

Forrest menjadi Jagoan Agung (Grand Wizzard) dan 10 jin menjadi stafnya. Tiap Realm (kerajaan) mempunyai seorang Grand Dragon (Naga Agung) dengan delapan Hydras (ular-ular raksasa laut dengan banyak kepala), masing-masing Dominion memiliki Grand Titan dan enam Furies (para pemarah), setiap provinsi memiliki Grand Giant (raksasa yang mengerikan) dan empat Goblin (Hantu), dan setiap Den (Sarang Binatang Buas) memiliki seorang Cyclops Agung dan dua Night Hawk (Elang Malam)..

Hirarki jahat ini hanya dapat berfungsi jika Klan bukanlah sebuah organisasi rahasia. Namun, dia memang demikian. Karena itu,

Forrest tidak dapat bertanggungjawab terhadap Sarang Binatang Buasa manapun karena kekerasan mengerikan yang dilakukan para penunggang kuda berkerudung di kawasan itu, karena orang-orang Klan lokal selalu dapat mengklaim bahwa penunggang kuda yang bersalah mungkin saja orang-orang kulit hitam yang menyamar.

Gagalnya Forrest menguasai orang-orangnya diperlihatkan lewat sikap Den pada 1869 yang menolak mematuhi perintahnya untuk membubarkan kelompoknya.

Forrest sendiri juga melihat bahwa mereka sudah berada di luar jangkauannya dan tengah meningkatkan kerusuhan kawsan Selatan ketimbang mengakhiri anarki yang merasajalela.

Suatu ketika Forrest dan para pemimpin militer Klan terbaiknya dengan jengkel meninggalkan organisasi itu karena aksi balas dendam disertai sadisme dan sikap kekanak-kanakan sekehendak hati yang ugal-ugalan tanpa pandang buluh terhadap orang-orang Klan setempat.

Peraturan Umum Klan di Tuscaloosa karena itu menulis: Neraka Mengerikan, Sarang Jahat, Bayangan Mengerikan, Makam-makam Jahat
Pimpinan Markas Tak Bercela Memakan KKK (Ku Klux Klan). Bulan Muram, Rembulan Berdarah, Malam Hitam, Jam Terakhir:

Namun fantasi kekanakan Haloween ini mengakibatkan pembunuhun dan mutilasi nyata kaum kulit hitam dan kaum Republik.

Sementara Komite Senat menyelidiki mengadakan rapat, banyak petisi dari kalangan hitam yang diteror mengalir tumpah ruah ke Kongres.

Sebuah petisi dari Kentucky meminta hukum untuk menindas para anggota Ku Klux Klan yang menunggang kuda malam hari ke seluruh penjuru negeri, bepergian dari Daerah ke Daerah lain dan Daerah perkotaan menyebarkan teror ke manapun pergi, dengan merampok.

Mereka mencambuk wanita yang menggairahkan dan membunuh orang tanpa hasutan, mendorong orang kulit Berwarna memecahkan es dan berendam dalam air Dingin Sungai Kentucky.’

Preiden Grant adalah seorang militer yang terlampau berjiwa besar mendukung kerusuhan ala gerilya. Pada tahun 1870 dan 1871, Ku Klux Klan diserahkan kepada pemerintahan federal yang bertanggung jawab dalam Pemilu di Selatan.

Mereka juga memberikan kepada Presiden kekuataan untuk mengumumkan keadaan perang di negara-negara Selatan dan menghentikan perintah hukum.

Belakangan, anggota Klan kerapkali dimasukkan ke penjara tanpa diadili dalam waktu lama, karena mereka biasanya dibebaskan oleh juri lokal— kecuali kebetulan jurinya berkulit hitam.

Balas dendam berlebihan melewati situasi tanpa hukum kini menggantikan pembalasan berlebihan oleh hukum.
Opini warga Selatan yang moderat mendukung serangan yang sah maupun tidak sah terhadap kelompok Klan.

Banyak kaum Selatan sudah mengalami banyak aksi anarki. Bagai seorang menteri Missisipi moderat, mereka berpikir ‘bahwa tidak perlu dan bodoh untuk menjadi anggota Ku Klux, baik karna terlibat dalam perang melawan kaum kulit putih atau kulit hitam.’

Berhadapan dengan sikap tidak setuju publik ini dan karena kaum Demokrat kulit putih secara bertahap menguasai kembali pemerintahan negara bagian di Selatan, Ku Klux Klan pun pelahan melenyap. Kerudung khas kelompok yang berwarna putih, merah dan hitam pun disisihkan.

Lelucon bodoh dan seragam aneh sekali lagi disimpan untuk Halloween dan untuk digunakan untuk festiva. Mardi Gras di New Orleans.

Karena kompromi diam-diampada tahun 1877, kaum Demokrat diijinkan untuk menguasai Selatan atas nama supremasi kaum kulit putih. Dan, sebaliknya mengijinkan kaum Republik memerintah Utara atas nama bisnis.

Ketika Selatan diinjinkan Kongres untuk mengurangi pembebasan budak supaya tidak memberikan suara para penggarap tanpa hak atas tanah, maka kecil sekali kebutuhan bagi Klan untuk memanfaatkan mereka.

Para petualang politik pun kembali ke Utara untuk menjarah rekan-rekan mereka di sana. Dengan demikian, rasisme dan korupsi bergandeng tangan berjalan iring tanpa saling mengganggu.

Penduduk Selatan mencintai masa lalu dan senang untuk memulainya kembali. Dalam kenangan mereka, jalan setapak menjadi perkebunan dan seorang budak yang dijadikan sapi diubah menjadi seorang ibu yang memuaskan.

Sebagaimana Malory suatu ketika mengubah para pangeran perampok feodal Abad Pertengahan menjadi Para Ksatria Arthuria dari aliran Meja Bundar demikian juga kenangan kaum kulit putih Selatan tentang perlombaan dan romantisme.

Jauh lebih banyak lagi figure-figur seperti Walter Scott dalam folklore kesukaan mereka dibandingkan dengan fakta sebenarnya.

Dan ketika perfilman muncul, seorang jenius Selatan bernama David Wark Griffit menyulap jutaan pengendara kuda bertopeng yang merepresentasikan para anggota Ku Klux Klan sebagai pahlawan penuh semangat yang mati-matian bersaing mengejar pembunuh dan pemerkosa warga kulit hitam.

Jika novel Uncle Tom’s Cabin (Pondok Paman Tom) memicu Perang Sipil di Utara, maka kisah The Birth of Nation pada tahun 1915 membantu membangkitkan kembali jasah anggota Klan di Selatan dan Barat.

Griffith, serorang warga Selatan mencatat,’Membuat Ku Klux sama mulianya seperti Robert E. Lee.’ (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paus Leo XIV Jalani Operasi, Kardinal Pietro Parolin Gantikan Sementara

15 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Mensos: Pembagian HP Gratis Tidak untuk Semua Orang

15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Mulai Tahapan Pemulihan Setelah Pertalite Kosong di SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Ini 10 Daftar Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar bagi Peserta Jor Joran Mancing Jombang 2026

15 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Jadi 116 Jombang: Saksikan Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober Sore

15 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Bupati Warsubi Gali Potensi Jombang, Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes di Wonosalam

15 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mendagri Copot Sitti Husniah dari Jabatan Bupati Gowa, Plus Hadapi Kasus Hukum Seragam Gratis Rp16 Miliar

15 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Kasus Keracunan MBG Terus Terjadi, Kini Menimpa 63 Siswa SD dan SMA di Konawe

14 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Penyaluran Bantuan Makanan Melalui Kopdes. Kecuali Wilayah yang Belum Terjangkau

14 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Trending di Nasional