Menu

Mode Gelap

Nasional

Menelisik Akar Terorisme (11): Balas Dendam Tanpa Batas

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

SWARAJOMBANG.COM– Seorang n­abi Belanda lainnya mengambil alih tempatnya di Munster. Namanya, Jan Beukels. Ia seorang Puritan dan hedonistis.

Dia menjatuhkan hukuman mati atas semua orang yang bersalah melakukan penghujatan dan pemerkosaan, penipuan dan tindakan subersi lain terhadap hal-hal yang diyakininya sebagai benar.

Dia kemudian menikahi janda cantik Divara dan empat belas wanita muda lainnya.

Kerusuhan di tembok-tembok kota meyebabkan 58 orang anggota komplotan dipancung kepalanya di depan umum.

Beukels juga memaklumkan diri sebagai reinkarnasi Raja Daud dari Israel dan dimahkotai sebagai Raja Seluruh Dunia.

Berhadapan dengan kelaparan, terror di Munster berubah menjadi serangkaian eksekusi mati bagi orang-orang yang mengumpulkan makanan atau bahkan diterapkan atas para isteri yang menolak suaminya di tempat tidur sekalipun.

Sebanyak seperempat dari jumlah korban dipaku di pepohonan. Orang-orang Yang Terpilih berkuasa. Keputusan-keputusan mereka dianggap keadilan.

Seperti ditulis seorang pengikut: ‘Pembalasan dendam tanpa belas kasihan harus dijalankan atas semua orang yang tidak diberi Tanda.’

Tandanya adalah bahwa hanya 144.000 orang suci yang disebutkan dalam Kitab Wahyu yang bakal diselamatkan dari semua penduduk planet ini. Ketika kota itu jatuh ke tangan lawan-lawannya, para warga kota pun dibutuh. Termasuk warga yang beralih menjadi Kristen pun tidak terkecuali.

Dengan demikian, pembunuhan dengan terror suci lain terjadi. Nyaris separuh pria dan separuh wanita serta anak-anak dibantai.

Tatkala Beukels ditanya mengapa mengatakan dirinya Raja Munster dan Seluruh Dunia? Dia menjawab bahwa dia dipanggil Allah dan para nabi.

Penampakan langsung menjadi justifikasinya, sebagaimana terjadi pada begitu banyak pemimpin kultus mesianis yang mengikuti contohnya.

Dia diikat dengan kawat besi pada tiang gantungan, disiksa dengan jepitan-jepitan besi merah panas. Lidahnya diperintahkan untuk dipotong.

Ia kemudian ditikam hingga mati. Sangkar tempat jasadnya diperlihatkan kepada publik masih digantung di luar menara Gereja St. Lambertus yang dibangun kembali. Santo Lambertus adalah santo pelindung kota revolusioner itu.

Seperti berbagai tindakan kerusuhan terakhir melawan kaum Yahudi di Jerman, Luther menganggap penghapusan kaum Annabaptis merupakan perang yang adil.

Meskipun mungkin saja kejam menyiksa para bidaah itu dengan api dan pedang, namun jauh lebih kejam lagi merusak pelayanan Sabda Allah, dan dengan demikian merusak tatasosial.

Kaum Annabaptis Belanda secara paradoks mengajarkan doktrin tentang pembaptisan orang dewasa kepada kaum Mennonit, yang meneruskannya kepada kaum Baptis dan Quaker dengan doktrin-doktrin damai mereka.

Sekte-sekte ini percaya kepada bidaah kuno tentang surga yang baik dan bumi yang rusak, di mana semua orang yang sama-sama beriman kemungkinan hidup dan dibiarkan hidup dengan pemerintahan yang jahat.

Mereka percaya mereka sendiri utusan Allah berkat kontak yang langsung melalui Yesus Tuhan, Namun tidak seperti kaum Annabaptis, mereka memilih tidak menggunakan kekerasan sebagai metode pertahanan mereka kepada tirani.

Masa paling baik dari iman yang tidak kenal kompromi ini terjadi selama Perang-Perang Napoplen, yaitu ketika Parlemen mengakhiri perdagangan budak Inggris serta pasokan warga Afrika hitam yang sangat menggiurkan ke berbagai perkebunan gula di kawasan Karibia pada tahun 1807.

Demikianlah, gerakan spiritual radikal dan teroris membangkitkan kesadaran emansipasi yang sangat luas di kalangan masyarakat. Jika tidak menjadi surga dan bumi maka berbagai gerakan itu akan berperan sebagai suatu kemajuan. (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Muslimat Tuban Mendapat Edukasi Tata Cara Investasi Emas dari PT Pegadaian XII Surabaya

2 Juni 2026 - 15:23 WIB

Kubu Surabaya 1901 Vs Jombang 1902 Bertemu Bahas Tempat dan Tanggal Lahir Bung Karno

2 Juni 2026 - 14:49 WIB

BGN Lebarkan Sayap, Dadan: Siap Layani 1500 Anak RI yang Ada di Arab Saudi

2 Juni 2026 - 10:41 WIB

Peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni untuk Menyegarkan Way of Life Negara

2 Juni 2026 - 08:43 WIB

Titik Nol Gg Buntu Rejoagung, Jadi Pusat Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila Ploso

1 Juni 2026 - 19:56 WIB

Registrasi SIM Card Biometrik Berlaku Nasional Mulai 1 Juli 2026

1 Juni 2026 - 19:48 WIB

5 Jam Damkar Berjibaku Padamkan Kebakarn Gudang Serbuk Kayu di Mojowarno

31 Mei 2026 - 21:28 WIB

Verry Klau Kreator Veronika Yang Meledak Seantero Indonesia

31 Mei 2026 - 20:49 WIB

Tri Suci Waisak 2026: Dharma dan Kebajikan untuk Dunia

31 Mei 2026 - 20:45 WIB

Trending di Nasional