Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
MADURA, SWARAJOMBANG.COM — Ketegangan mewarnai aksi demonstrasi yang digelar oleh kelompok Lingkar Melati Bersatu (LMB) Pamekasan di depan Kantor Bea Cukai Madura, di Pamekada, Selasa, 13 Oktober 2026.
Ratusan massa yang berunjuk rasa akhirnya melampiaskan kekecewaan dengan melemparkan telur ke arah gedung kantor, setelah tidak ditemui langsung oleh pimpinan Bea Cukai Madura.
Tututan Utama
Dalam aksinya, Lingkar Melati Bersatu menyampaikan beberapa tuntutan yang disampaikan melalui pembacaan pernyataan sikap:
* Segera menutup 23 pabrik rokok yang dinilai beroperasi tanpa izin atau melanggar ketentuan perundang-undangan di wilayah Madura
* Penindakan tegas terhadap mesin produksi yang digunakan oleh pabrik-pabrik rokok ilegal tersebut
* Tidak hanya menindak pekerja kecil, tetapi membongkar hingga ke pemilik modal dan jaringan yang melindungi peredaran rokok ilegal
Transparansi Penindakan
Massa meminta Bea Cukai Madura menyampaikan data resmi berapa jumlah pabrik yang sudah ditindaklanjuti dan alasannya mengapa belum ada penutupan terhadap puluhan pabrik yang dimaksud.
Pernyataan Korlap
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Mahendra, menyampaikan pernyataan tegasnya di hadapan massa:
“Kami datang di sini bukan untuk berdemo berbulan-bulan tanpa hasil. Kami mendesak Bea Cukai Madura bertindak tegas. Jangan hanya menyasar pekerja kecil yang tidak tahu apa-apa, sementara pemilik modal yang memutar uang miliaran rupiah dari rokok ilegal justru dibiarkan berlindung di balik jaringan yang tidak tersentuh hukum.”
Mahendra menegaskan, keberadaan puluhan pabrik rokok tanpa izin itu sangat merugikan negara dan pengusaha yang berbadan hukum secara sah.
“Pajak tidak masuk, rakyat kecil dirugikan, dan pengusaha jujur kalah saing. Jika Bea Cukai tidak segera menutup 23 pabrik ilegal itu, kami tidak segan-segan akan kembali dengan aksi yang lebih besar. Kami tidak main-main soal ini. Masyarakat sudah terlalu lama.”
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi yang disampaikan oleh pihak Bea Cukai Madura terkait tuntutan massa maupun insiden lemparan telur tersebut.
Petugas kepolisian yang mengamankan lokasi menyatakan situasi sudah kondusif dan meminta masyarakat tetap tenang sambil menunggu klarifikasi resmi dari instansi terkait.
Kronologi
* 09.00 WIB Massa Lingkar Melati Bersatu mulai berkumpul di halaman depan Kantor Bea Cukai Madura
* 09.30 WIB Perwakilan massa masuk untuk meminta audiensi dengan Kepala Kantor Bea Cukai Madura. Namun pimpinan tidak berada di tempat dan tidak ada pejabat yang menerima perwakilan massa
* 10.15 WIB Informasi bahwa pimpinan tidak dapat menemui disampaikan kepada massa. Suasana memanas, massa menyampaikan kekecewaannya
* 10.30 WIB Sebagian massa melemparkan telur ke arah gedung kantor. Beberapa bagian dinding depan gedung terkena lemparan
* 11.00 WIB Petugas keamanan dan kepolisian yang mengamankan lokasi berupaya menenangkan massa. Koordinator aksi meminta massa tetap tertib meskipun kecewa
* 11.30 WIB Aksi berakhir secara tertib. Massa membubarkan diri setelah menyampaikan akan kembali jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari Bea Cukai Madura. **











