Menu ✖

Mode Gelap

Nasional

Kerjasama dengan ITS, Eri Cahyadi Siapkan Sistem Peringatan Dini untuk Sesar Kendeng dan Banjir Rob

badge-check


					Walikota Surabaya Eri Cahyadi pasan nomor hotline, untuk menampung keluhan masyarakat. Foto: instagram@ericahyadi_ Perbesar

Walikota Surabaya Eri Cahyadi pasan nomor hotline, untuk menampung keluhan masyarakat. Foto: instagram@ericahyadi_

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM— Hadaoi ancamam risiko alam sesar akti Kenden dan banjir rob, pemerintah kota Surabaya mengambil langkah strategis dan serius dalam menanggapi temuan penting bahwa wilayah ibu kota Provinsi Jawa Timur ini dilalui oleh dua segmen sesar aktif.

Melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Pemkot mulai menyiapkan infrastruktur pemantauan berbasis teknologi untuk kewaspadaan dini terhadap potensi gempa bumi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Sabtu 17 Oktober 2026, menyatakan bahwa upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warganya.

Langkah ini diambil setelah hasil pemetaan geologi menunjukkan adanya dua jalur patahan yang melintasi wilayah Surabaya, yaitu Sesar Surabaya dan Sesar Waru, yang merupakan bagian dari Sistem Sesar Kendeng.

“Kita tidak boleh menutup mata atas temuan-temuan ilmiah ini. Jika ada risiko, kita harus bersiap, bukan takut. Itulah mengapa kami menggandeng ITS — agar kesiapsiagaan kita berbasis data nyata dan pengetahuan yang akurat,” ungkap Eri Cahyadi.

Libatkan Ahli ITS

Berdasarkan kerja sama tersebut, tim ahli geofisika ITS yang dipimpin oleh pakar geologi Prof. Amien Widodo, memberikan rekomendasi teknis untuk pemasangan jaringan alat pemantau gerakan tanah dan aktivitas sesar di titik-titik strategis Kota Surabaya.

Alat-alat ini nantinya akan memantau pergerakan lempeng dan getaran di bawah permukaan secara terus-menerus dan real-time.

Selain aspek teknis dan peralatan, Eri Cahyadi juga menekankan bahwa teknologi saja tidak cukup.

Ia juga telah menginstruksikan BPBD Kota Surabaya untuk memperkuat sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

Warga akan dibekali pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik berkumpul aman, serta tanda-tanda yang harus diwaspadai. Tujuannya agar jika sewaktu-waktu terjadi guncangan, warga dapat bertindak cepat, tenang, dan selamat.

Banjir Rob

Tidak hanya untuk gempa bumi, Pemkot Surabaya juga terus menyempurnakan sistem peringatan dini untuk ancaman lain yang kerap terjadi di wilayah pesisir, yaitu banjir rob.

Pemantauan cuaca dan pasang surut air laut juga dijalankan secara terpadu sehingga warga mendapatkan peringatan dini menyeluruh.

Langkah ini disambut baik oleh banyak pihak. Dengan populasi penduduk yang padat dan infrastruktur yang terus berkembang, keberadaan sistem pemantauan sesar aktif ini diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan kota Surabaya dalam menghadapi potensi bencana.

Sekaligus menjadi model mitigasi bencana yang dapat dirujuk oleh daerah lain yang memiliki kondisi serupa.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jenazah M Afen Nur Rohman Tertahan di Polandia, belum Bisa Dibawa Pulang ke Jombang

18 Oktober 2026 - 10:50 WIB

G Arjuno – Ringgit Terbakar Hebat, 182 Tim SAR Gabungan Selamatkan 110 Pendaki yang Terkepung Api

18 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Singapura Identifikasi Tujuh Perusahaan yang Dinilai Terjadi Karhutla Berulang Ini Daftarnya

17 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Pesan Kapolri Suyudi saat Nyekar di Makam Gus Dur: Mari Merawat Kerukunan dan Toleransi!

17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Kapoli Jenderal Suyudi dari Jombang Resmikan Desk Ketenagakerjaan, Selesaikan Sengketa 7-8 Hari

17 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Ternyata Nusron Wahid ke Malaysia, Dua Kali Mangkir KPK akan Upayakan Panggil Paksa

17 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Agus Karim Gelar Makan Gratis Soto Ayam Tiap Jumat Legi di Halaman Masjid Sekretariat Golkar Jombang

17 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Mainkan Harga Saham, OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Tiga Emiten Sinar Mas dan Barito Group

17 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Tesla Pamer Roadster Berteknologi Roket SpaceX, Mampu Melompat dan Melesat di Bawah 1 Detik

16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Trending di Nasional