Menu

Mode Gelap

Nasional

Kemenag akan Gelar Natal Bersama, Pertama Dalam Sejarah

badge-check


					Paus Fransiskus menghadiri pertemuan antar agama bersama Imam Besar Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal Jakarta, Indonesia, 5 September 2024. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane) Perbesar

Paus Fransiskus menghadiri pertemuan antar agama bersama Imam Besar Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal Jakarta, Indonesia, 5 September 2024. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG..COM-Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan menggelar perayaan Natal bersama untuk pertama kalinya dalam Sejarah pada 20 Desember 2025 mendatang.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Kemenag dalam memperkuat kerukunan dan merawat keberagaman bangsa Indonesia.

“Inilah yang kita harus rawat. Saya sering mengatakan, Indonesia ini adalah lukisan yang paling indah di muka bumi ini. Jangan ada yang mengacak-acak lukisan Tuhan,” tegas Nasaruddin di Kantor Kemenag pada acara “Sea Light: Christmas, Loving God, Harmony and Humanity Together” yang diselenggarakan bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Minggu (23/11).

Nasaruddin menuturkan, selama ini perayaan Natal di lingkungan pemerintah umumnya dilakukan secara sektoral oleh umat Kristen dan Katolik. Namun, Kemenag sendiri belum pernah menyelenggarakan Natal sebagai institusi resmi negara.

“Masak kementerian lain melakukan Natal bersama, Kementerian Agama enggak? Selama ini kan ada Natal Kristen, Natal Katolik, tapi Natal Kementerian Agama-nya tidak ada. Nah, tahun ini kita akan membuat sejarah di Kementerian Agama,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Langkah ini diharapkan menjadi simbol bahwa Kemenag merupakan rumah besar bagi semua umat beragama di Indonesia, dan menjadi teladan dalam memperkuat toleransi lintas iman.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa kerukunan adalah prasyarat utama bagi kemajuan dan stabilitas sebuah negara. Ia mencontohkan banyak negara kaya yang tidak dapat menikmati hasil kekayaannya karena dilanda konflik internal.

“Tanpa kerukunan, tidak ada artinya semuanya itu,” tekannya.

Menag bersyukur karena Indonesia masih termasuk negara paling damai di dunia, dan hal itu tak lepas dari peran Kementerian Agama dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.

“Kata kunci untuk merukunkan bangsa ini adalah Kementerian Agama. Karena itu saya mohon betul, kita di Kementerian Agama ini harus kompak,” tegasnya.

Nasaruddin juga menggarisbawahi bahwa penyelenggaraan Natal bersama di Kemenag bukan untuk menyeragamkan keyakinan antarumat beragama, melainkan bentuk penghormatan dan dukungan terhadap semangat toleransi dan kebersamaan.

“Toleransi itu jelas definisinya. Selama kita konsisten dengan toleransi ini, maka tidak akan ada masalah. Semua agama menghalalkan toleransi, tidak ada agama yang menolak kebaikan,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Abu Vulkanik Negatif, 8 Bandara Kembali Dibuka

8 September 2026 - 18:29 WIB

Pulihkan Penderita Lumpuh, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Publik

8 September 2026 - 07:07 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:41 WIB

800 Karateka Meriahkan Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 06:07 WIB

IDAI Rilis 13 Rekomendasi Jaga Kesehatan Anak Hadapi Bahaya Debu Vulkanik

8 September 2026 - 05:29 WIB

Tiga KA Tambahan Perjalanan Kereta Menuju Jakarta, Imbas Anak Krakatau

7 September 2026 - 20:21 WIB

Subsidi Kecil, Beras RI Kalah Murah dari Vietnam dan Thailand

7 September 2026 - 19:44 WIB

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Trending di Nasional