Menu

Mode Gelap

Nasional

Bocah SD Jatuh dari Ketinggian 8 Meter di Pasar Serangan

badge-check


					Menyoroti insiden viral terkait kasus siswa SD terjatuh dari lantai 3 pada kawasan Pasar Serangan, Bali. (Instagram.com/@trends24h) Perbesar

Menyoroti insiden viral terkait kasus siswa SD terjatuh dari lantai 3 pada kawasan Pasar Serangan, Bali. (Instagram.com/@trends24h)

Penulis: Eko Winarto | Editor: Yobie Hadiwijaya

DENPASAR, SWARAJOMBANG.COM-Beredar video di media sosial yang memperlihatkan dugaan insiden seorang siswa kelas 6 SD yang terjatuh dari lantai 3 kawasan Pasar Serangan, Bali.

Terlihat dalam unggahan Instagram @trends24h, pada Selasa, 21 April 2026, korban sempat berjoget-joget sebelum akhirnya terjatuh di lokasi kejadian.

“(Hal itu) membuat teman yang merekam langsung panik dan histeris,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026, dan akibatnya, korban dilaporkan mengalami patah tulang.

Hingga saat ini, korban diketahui tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara.

Lantas, bagaimana kronologi insiden yang dialami siswa SD di Desa Serangan, Bali itu bermula? Berikut ulasannya.

Jatuh dari Ketinggian 8 Meter

Secara terpisah, Kepala Bidang Pawongan atau Kemasyarakatan Desa Adat Serangan, I Made Warsa menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.

Warsa menyebut, korban terjatuh dari ketinggian kurang lebih 8 meter.

“Jarak antara lantai satu ke lantai dua itu 4 meter, lantai dua ke lantai tiga 4 meter. Jadi, (ketinggian) kurang lebih 8 meter,” ujar Warsa dalam keterangannya, pada Selasa, 21 April 2026.

Tokoh Adat Gelar Ritual

Dua hari setelah kejadian, Desa Adat Serangan diketahui menggelar upacara bernama ‘pecaruan rsi gana’.

Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan, I Wayan Sweta menjelaskan, bagi umat Hindu di Bali, upacara tersebut bertujuan untuk menyucikan atau menstabilkan kembali energi di lingkungan pasar usai insiden itu.

“Sebelum 3 hari berlalu, kami melakukan pecaruan rsi gana untuk menetralisir supaya kejadian yang lebih buruk tidak terjadi,” tutur Sweta dalam kesempatan yang sama.

Bagi Sweta, kejadian tersebut sulit diterima secara logika, terlebih terkait tidak adanya jejak darah korban di lokasi kejadian.

Bahkan, korban juga tidak mengalami luka luar meski terjatuh di atas paving yang keras.

“Kalau kami berpikir secara logika tidak mungkin itu terjadi,” ungkap Sweta.

“Tapi kalau saya melihat dimensi bawah itu ada sesuatu yang terkait dengan mindset anak kecil itu,” bebernya.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat ihwal insiden yang dialami siswa SD di Pasar Serangan, Bali tersebut.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Saksi Rahasia Serahkan Dana Rp8,3 Miliar ke KPK, Kasus OTT KKP Banjarmasin Mulyono Purwo

8 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Semburan Lumpur Pekat 20 Meter Disertai Bunyi Gemuruh di Oro-oro Kesongo Blora

7 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Senjata yang Ditemukan di Sekolah 995 Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Ulah Manusia Sebabkan 120 Hektare Hutan Bromo Hangus

7 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Pulbaket Tim Gabungan: Muncul AngkaTransaksi Rp248 Miliar KPRI Sejahtera Jombang

7 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Konsumsi Makanan MBG, 103 Siswa di Rejotangan Tulungagung Keracunan

1 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wamen Dahnil Ansar Prihatin Ada Ustad dan Pemuka Agama Masuk Kartel dan Mafia Haji

1 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Sopir dan 30 Penumpang Selamat Saat Kebakaran Bus Gunung Harta di Tol Nganjuk

1 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Trending di Nasional