Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
KONAWE, SWARAJOMBANG.COM— Entah mengapa kejadian keracunan makanan MBG masih terus terjadi dan tidak bisa berhenti sampa saat ini.
Kali ini, kasus keracunan menimpa 63 siswa, terdiri dari 36 siswa SMAN 10 Konawe Selatan dan 27 siswa Sekolah Dasar di sekitar wilayah Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu, 14 Oktober
Semua siswa menunjukkan gejala sakit tak lama setelah menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angata.
Insiden
Pada siang hari saat jam istirahat, para siswa menerima dan menyantap paket makanan dari program MBG.
Tidak lama setelah mengonsumsinya, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual hebat, tubuh terasa lemas, dan muntah-muntah.
Pihak sekolah segera menghubungi orang tua dan membawa siswa yang sakit ke Puskesmas Angata untuk mendapatkan penanganan medis. Semua 63 siswa saat ini sedang dalam pemantauan medis dan kondisinya dilaporkan stabil.
Kepala SMAN 10 Konawe Selatan, menuturkan: “Para siswa kami mulai mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut, diikuti mual dan muntah tak lama setelah makan siang hari ini. Makanan yang dikonsumsi adalah paket Makan Bergizi Gratis yang dipasok oleh SPPG Angata.”
“Kami langsung mengisolasi siswa yang sakit, menghubungi keluarga, dan segera merujuk mereka ke Puskesmas Angata. Sisa makanan hari ini sudah kami amankan sementara,” ungkapnya.
Sementara itu Kapolres Konawe Selatan, AKBP Daeng Riandika Mahardani, menyatakan masih mendalami kejadian ini.
“Saat ini ada 63 siswa yang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Angata — 36 siswa SMA dan 27 siswa SD. Anggota Satreskrim Polres Konawe Selatan sudah kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan intensif” kata dia.
“Kami juga telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab untuk diteliti lebih lanjut. Kita tunggu hasil laboratoriumnya sebelum menarik kesimpulan,” tegas AKBP Daeng Riandika Mahardani.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe memberi pernyataan:
“Saat ini fokus utama kami adalah penanganan medis para siswa di Puskesmas Angata. Semua petugas medis kami siagakan.”
“Keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden ini akan kami sampaikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Mohon dimaklumi, kami belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut saat ini agar informasi yang disampaikan akurat,” ucapnya. **











