Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Jombang secara konsisten menjaga kesehatan masyarakat di wilayah Jombang.
Seperti dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Pemkan Jombang, Dokter Hexawan Tjahja Widada data kesehatan 2025-2026 menunjukkan derajat kemajuan dan peningkatan kesehatan warga masyarakat Jombang.
Bahkan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat ini terus berjalan melalui kerja terpadu antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, jajaran tenaga medis, serta dukungan pemerintah daerah dan partisipasi warga.
Berbagai program prioritas yang sempat menjadi tantangan besar kini menunjukkan hasil yang menggembirakan.
* Akselerasi Penurunan Stunting: Langkah Nyata Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas
Salah satu capaian paling menonjol di Kabupaten Jombang adalah penurunan angka stunting yang konsisten dan terukur.
Capaian ini didorong oleh penguatan inovasi daerah Anting Berlian (kemudahan akses layanan tata laksana stunting sesuai standar), yang mengintegrasikan pemantauan tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi seimbang, serta pendampingan intensif bagi keluarga balita stunting dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
Penguatan intervensi dilakukan secara hulu-ke-hilir:
* Mulai dari intervensi pencegahan melalui suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil;
* Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA);
* Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, hingga intervensi penanganan melalui tata laksana medis balita stunting.
Berkat kolaborasi responsif ini, prevalensi stunting di Jombang berhasil ditekan dari 3,43 persen pada tahun 2025 menjadi 3,17 persen per-September 2026.
Penurunan yang melampaui target daerah ini menempatkan Jombang pada posisi unggul di Jawa Timur, sekaligus membuktikan efektivitas integrasi intervensi spesifik dan sensitif dalam melahirkan generasi yang sehat dan berdaya saing.
Pengendalian Tuberkulosis — Semakin Banyak yang Sembuh
Dalam upaya pemberantasan Tuberkulosis (TBC), Jombang terus menunjukkan komitmen dalam mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
Upaya penemuan kasus, pelayanan kesehatan, hingga pendampingan pengobatan terus diperkuat untuk memastikan semakin banyak pasien TBC mendapatkan penanganan hingga sembuh.
Berdasarkan data tahun 2026, Treatment Success Rate (TSR) mencapai 84,68%, menunjukkan capaian keberhasilan pengobatan yang terus bergerak positif menuju target 90%.
Sementara itu, Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan kesehatan bagi orang dengan terduga TBC telah mencapai 95%, mendekati target 100%.
Dari sisi penemuan kasus, Treatment Coverage telah mencapai 72,19% dari target 90%. Capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran kesehatan dan masyarakat untuk semakin aktif menemukan kasus TBC sedini mungkin.
Penanganan Demam Berdarah Dengue — Menekan Angka Kesakitan
Upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang menunjukkan dampak yang nyata.
Konsistensi pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, pemantauan jentik secara berkala, serta penanganan kasus secara cepat dan tepat di fasilitas pelayanan kesehatan telah berkontribusi dalam menekan penularan dan dampak penyakit DBD di masyarakat.
Secara kumulatif, hingga akhir September 2026, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat 951 kasus, lebih rendah dibandingkan pada periode tahun 2025 sejumlah 2.004 kasus.
Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pengendalian dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan ini.
Dapat dilihat juga dari terkendalinya risiko kematian akibat DBD, dengan Case Fatality Rate (CFR) tercatat rendah, yaitu 0,003%. Kondisi ini tidak terlepas dari kesiapsiagaan deteksi dan penanganan pasien.
Keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan hasil dari kolaborasi dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
PSN 3M Plus yang dilakukan secara konsisten di rumah, sekolah, tempat kerja, fasilitas umum, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat menjadi langkah penting untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan mampu memberikan dampak langsung terhadap penurunan kasus dan risiko kematian akibat DBD.
Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu dipertahankan, terutama menjelang musim hujan pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya, ketika kondisi lingkungan dapat menyebabkan peningkatan populasi nyamuk.
Karena itu, keberhasilan yang telah dicapai perlu terus dijaga melalui gerakan PSN 3M Plus secara rutin, tanpa menunggu datangnya musim hujan, disertai pemantauan jentik dan kewaspadaan dini terhadap gejala DBD.
Dengan kolaborasi bersama antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, pengendalian DBD dapat terus diperkuat demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin terlindungi.
Penanggulangan HPV
Pelayanan yang Semakin Dekat & Merata
Selain ketiga program utama di atas, Dinas Kesehatan Jombang juga mencatat kemajuan dalam cakupan imunisasi.
Imunisasi Bias HPV (Human Pappilomavirus) dalam bidang kesehatan adalah Virus Papilloma Manusia kelas 5 capaiannya 98.46% dari target (98,46%), Imunisasi MR capaiannya 97,95% (target 97%).
Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang menjangkau wilayah terpencil, serta ketersediaan obat dan vaksin yang terjamin di seluruh Puskesmas.
Keberhasilan ini bukanlah milik satu pihak semata — melainkan kerja keras seluruh tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan kesadaran masyarakat yang semakin tumbuh.
Tentu perjalanan belum selesai, namun langkah yang telah dicapai menjadi kekuatan untuk mewujudkan Jombang yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera.**











