Menu

Mode Gelap

Nasional

Jogja Diguncang Gempa 22 Kali/Sepekan, BMKG Sebut Efek dari Sesar Opak Sedang Aktif

badge-check


					Inilah wilayah sesar Opak yang sedang aktif, sehingga kwasan Jogjakrat dan sekitarnya terjadi sebanyak 22 kali gempa selama sepekan terakhir ini, demikian BKG memberikan rilis resmi, Jumat 6 Gebrauri 2026. Foto: BMKG Perbesar

Inilah wilayah sesar Opak yang sedang aktif, sehingga kwasan Jogjakrat dan sekitarnya terjadi sebanyak 22 kali gempa selama sepekan terakhir ini, demikian BKG memberikan rilis resmi, Jumat 6 Gebrauri 2026. Foto: BMKG

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

JOGJAKARTA, SWARAJOMBANG.COM Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) BMKG,  mencatat 22 kejadian gempa sejak 30 Januari 2026, dengan magnitudo terbesar mencapai 3.8 Skala Richter (SR).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena ini dipicu aktivitas sesar Opak yang berada di wilayah tersebut.

Dalam konferensi pers virtual, Kepala Balai PVMBG Yogyakarta, Dr. Imam A. Riyadi,  Jumat 6 Febaruwi 2026, menyebutkan  bahwa gempa-gempa tersebut bersifat tektonik yang berasal dari segmen aktif Sesar Opak.

“Sesar Opak memiliki panjang sekitar 70 km, membentang dari selatan Gunung Merapi hingga Samudra Hindia. Aktivitasnya meningkat sejak 2006 pasca-gempa besar magnitudo 6,3 yang mencapai lebih dari 5.700 jiwa,” jujar Imam.

Data BMKG menunjukkan kronologi gempa sebagai berikut:

  • 30 Januari 2026 : Total panjang 2,5 s/d 14.32 WIB, kurang lebih 7 km menuju Cangkringan, Sleman.

  • 1 Februari : Tiga gempa beruntun (M 2.8–3.2 SR) di malam hari, dirasakan hingga Klaten.

  • 3–5 Februari : Kegiatan puncak dengan 12 gempa, termasuk M 3,8 SR pada 4 Februari pukul 05.17 WIB, getarannya terasa III–IV MMI di Bantul dan Kulon Progo.

  • 6 Februari (siang) : Dua gempa kecil M 2.1–2.4 SR.

Sumber: Data BMKG/PVMBG per 6 Februari 2026, dikonfirmasi per resmi, dan arsip UGM

Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan, namun warga diimbau untuk tetap waspada.

“Intensitas gempa ini belum menandakan potensi gempa besar, tapi pemantauan 24 jam terus dilakukan. Kami sarankan hindari tambah bangunan rapuh dan ikuti protokol 3M: Menjauh, Membungkuk, Menggenggam,” Imam.

Sesar Opak pernah aktif pada tahun 2006, memicu gempa dahsyat yang menghancurkan ribuan rumah di Bantul. Sejak itu, aktivitas minor sering terjadi, terakhir pada tahun 2023 dengan 15 gempa dalam sebulan.

Ahli geologi dari UGM, Prof. Bambang Suwignyo, menambahkan, “Peningkatan ini wajar karena tekanan tektonik di Lempeng Indo-Australia terus mendorong lempeng Eurasia. Pemetaan ulang sesar diperlukan untuk mitigasi.”

Pemerintah Daerah DIY melalui BPBD telah mengaktifkan posko siaga dan sosialisasi evakuasi. Anda juga dapat mendownload aplikasi Info BMKG dan mendapatkannya melalui maghla.bmkg.go.id.

Risiko Utama

Fenomena ini sering memicu gempa kecil hingga sedang, seperti yang terjadi pada tahun 2006 (M 6.3, >5.700 korban jiwa dan ratusan ribu bangunan rusak). Guncangan kuat berpotensi di jalur sesar (Bantul, Sleman, Klaten) karena kedalaman hiposenter dangkal, ditambah bahaya ikutan seperti likuifaksi tanah di Sungai Opak, longsor perbukitan, dan runtuhnya bangunan.

Dampak Sosial-Ekonomi

Warga merasakan “lindu” atau getaran ringan secara intensif, menyebabkan trauma psikologis, keluhan sementara, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Secara ekonomi, berisiko merusak infrastruktur pariwisata, pertanian, dan bangunan gempa non-standar, meskipun mitigasi seperti standar IMB aman gempa telah ditingkatkan pasca-2006.

Mitigasi 

BMKG menecankan pemantauan 24 jam, literasi bencana, dan peta detail sesar untuk antisipasi. Namun hal ini mungkin disebabkan karena mungkin digunakan oleh 3M (Menjauh, Membungkuk, Menggenggam). **

()

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tanah Longsor Menutup Terowongan Proyek PLTA Cisokan Bandung Barat

2 Mei 2026 - 10:53 WIB

Bupati Jonbang Bagikan Doorprize Umrah, Senam dan Hiburan di Acara Hari Buruh

2 Mei 2026 - 09:56 WIB

Putusan MK Ditindaklanjuti, Pemerintah Terbitkan Permenaker Alih Daya

1 Mei 2026 - 19:34 WIB

Perpres 27/2026: Pengemudi Ojol Kini Terima Minimal 92% Pendapatan

1 Mei 2026 - 19:15 WIB

Avanza Terlempar 20 Meter 4 Orang Tewas 5 Lukaluka, Antar Rombongan Haji Dihantam KA Argo Bromo di Grobogan

1 Mei 2026 - 15:03 WIB

Aksi Demo Buruh ke DPR Berubah Jadi Perayaan Bersama Presiden Prabowo di Monas

1 Mei 2026 - 09:51 WIB

Tasyakuran May Day, Bupati Jombang Serahkan Penghargaan kepada PUK Naker dan Perusahaan

1 Mei 2026 - 08:58 WIB

Kalahkan China, RI Negara Peringkat Kedua Ketahanan Energi Terbaik Dunia

30 April 2026 - 19:20 WIB

Gaungkan 21 Tuntutan, 6000 Buruh Sejatim Demo Grahadi

30 April 2026 - 19:08 WIB

Trending di Nasional