Menu ✖

Mode Gelap

Lifestyle

Jelang Perayaan Waisak, 288 Umat Lakukan Meditasi Berjalan di Buddha Tzu Chi Center

badge-check


					Beginilah pelaksanaan meditasi berjalan diikuti 288 umat yang dilaksanakan di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Sebagai salah satu acara menjelang perayaan Waisak 2569 BE yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2025. Instagram@daatvindonesia Perbesar

Beginilah pelaksanaan meditasi berjalan diikuti 288 umat yang dilaksanakan di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Sebagai salah satu acara menjelang perayaan Waisak 2569 BE yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2025. Instagram@daatvindonesia

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM- Menjelang perayaan Waisak 2569 BE, sebanyak 288 peserta yang terdiri dari relawan dan masyarakat umum mengikuti meditasi berjalan di atas lapangan teratai Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, 8 mEI 20-25.

Kegiatan ini dilakukan dalam keheningan pagi sebagai bagian dari rangkaian ritual menyambut Hari Raya Waisak. Acara meditasi berjalan (jing xing) di atas lapangan teratai Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, berlangsung khidmat dan penuh makna dalam rangka menyambut perayaan Waisak 2569 BE.

Sebanyak 276 hingga 288 peserta, terdiri dari relawan dan masyarakat umum, dipandu oleh tiga shifu, melakukan meditasi berjalan mengelilingi Lapangan Teratai sebanyak satu setengah putaran menuju Tangga Seribu dengan langkah yang tenang dan pikiran murni sambil melafalkan nama Buddha dan melantunkan doa.

Ritual ini dimulai dengan Gatha Pendupaan dan dilanjutkan dengan meditasi berjalan yang dikenal sebagai Namaskara atau Chao Shan (tiga langkah satu sujud), meskipun dalam pelaksanaan kali ini lebih banyak dilakukan dengan berjalan hening karena banyak peserta lansia yang mengalami kesulitan bersujud.

Peserta berjalan dalam keheningan, merenung dengan hati tenang, bertekad dan penuh keyakinan di jalan Bodhisawa, menumbuhkan keyakinan, kegigihan, keberanian, serta mengikis kesombongan dan menaklukkan kebencian.

Acara diakhiri dengan meditasi duduk, pembacaan Gatha Tiga Perlindungan (san gui yi), dan Gatha Pelimpahan Jasa (hui xiang) yang memanjatkan doa demi kebajikan semua makhluk. Meskipun ada peserta dengan keterbatasan fisik seperti yang pernah mengalami stroke, mereka tetap semangat mengikuti hingga selesai sebagai wujud tekad dan kegigihan dalam menjalankan ritual ini.

Secara keseluruhan, meditasi berjalan di lapangan teratai Tzu Chi Center merupakan praktik spiritual yang mengajak peserta untuk melangkah dengan hati tulus dan pikiran suci, menyambut tiga hari besar Tzu Chi dengan penuh kesadaran dan kedamaian batin.

Acara meditasi berjalan di Tzu Chi Center memiliki beberapa perbedaan yang menonjol dibandingkan acara serupa di tempat lain:

  • Fokus pada Kesatuan Hati dan Ketulusan
    Meskipun acara serupa diadakan di berbagai lokasi, insan Tzu Chi di seluruh dunia menjalankan prosesi dengan ketulusan hati yang sama, menekankan kesatuan visi dan misi dalam setiap langkah meditasi berjalan dan ritual lainnya.
  • Pelaksanaan yang Khidmat dan Teratur
    Acara di Tzu Chi Center dilakukan dengan sangat khidmat, menjaga kerapihan barisan dan keselarasan kelompok, meskipun dihadiri oleh ribuan peserta. Hal ini mencerminkan harmoni dan kerja sama yang tinggi antar peserta, yang tidak selalu mudah dicapai di tempat lain.
  • Pendekatan Inklusif dan Adaptasi Peserta
    Di Tzu Chi Center, meditasi berjalan dilakukan dengan memperhatikan kondisi peserta, misalnya banyak lansia yang tidak melakukan sujud tetapi tetap berjalan hening dengan penuh kesadaran. Ini menunjukkan adaptasi yang humanis terhadap kebutuhan peserta, berbeda dengan acara yang mungkin lebih kaku di tempat lain.
  • Penggabungan Ritual dan Doa yang Mendalam
    Meditasi berjalan di Tzu Chi Center diiringi dengan pelafalan nama Buddha, doa, dan gatha yang mendalam, serta diakhiri dengan meditasi duduk dan pelimpahan jasa, menjadikan acara ini tidak hanya fisik tapi juga spiritual secara menyeluruh.
  • Skala dan Partisipasi yang Luas
    Acara di Tzu Chi Center sering melibatkan ribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk bhiksu, tokoh masyarakat, dan relawan, menciptakan suasana lintas suku dan agama yang khas dan berbeda dari acara meditasi berjalan yang mungkin lebih kecil atau eksklusif di tempat lain.

Singkatnya, acara meditasi berjalan di Tzu Chi Center menonjol, karena perpaduan antara ketulusan hati, kedisiplinan, inklusivitas, dan kedalaman spiritual yang dibangun dalam suasana kebersamaan dan harmoni yang luas. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hartono Vs Purwanto di RALB Koperasi Sejahtera Jombang: Anggota Tolak Laporan Pertanggungjawaban Ketua

29 September 2026 - 12:21 WIB

Polisi Selidiki Temuan Jasad Pria dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Malang

29 September 2026 - 10:58 WIB

Ketua IDAI Dr. Piprim: PM2.5 Efek Kebakaran Hutan, Ancam Darurat Kesehatan bagi Anak Anak!

28 September 2026 - 20:04 WIB

Ombudsman Sidak: Ada 18 Napi Kelas Kakap Diduga Jadi ‘ATM’ Pejabat di LP Cibinong

28 September 2026 - 19:33 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:54 WIB

Anarkis

Dirjen Lapas Mashudi: 13 dari 16 Rumah Klaster Mewah di LP Cibinonng tidak Masuk Milik Negara

28 September 2026 - 17:15 WIB

RDP di DPR RI, Kalapas Cibinong Sengaja Tidak Pasang CCTV dan Bongkar Perabot Mewah Pasca Sidak Ombudsman

28 September 2026 - 15:43 WIB

SPPG di Bawang Batang Langgar SOP: 589 Anak dan Ibu Keracunan, 127 Korban Masih Dirawat

27 September 2026 - 20:22 WIB

Polisi, Komdigi dan Praktisi Talkshow ‘Jangan Asal Viral’ Peluncuran Media APPI di Surabaya

26 September 2026 - 23:07 WIB

Trending di Nasional