Menu

Mode Gelap

Nasional

Hujan Angin di Jombang, Atap Musala MI Miftahul Ulum Terbang dan Muncul Butiran Es di Kepuhkembeng

badge-check


					Warga Kepuhkembeng, kecamatan Peterongan, memperlihatkan butiran es saat terjadi hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Jombang, Sabtu 21 Februari 2026. Foto: swajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Warga Kepuhkembeng, kecamatan Peterongan, memperlihatkan butiran es saat terjadi hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Jombang, Sabtu 21 Februari 2026. Foto: swajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Hujan deras disertai angin kencang dan hujan es menerjang Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (21/2/2026) petang.

Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk sebuah musala di lingkungan MI Miftahul Ulum yang atapnya roboh akibat terjangan angin.

Peristiwa cuaca ekstrem ini terjadi sekitar pukul 17.30–18.00 WIB, tepat menjelang waktu berbuka puasa Ramadan. Warga Dusun Babadan melaporkan fenomena hujan es sebesar kelereng yang berlangsung sekitar 10 menit, menambah dampak kerusakan yang ada.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kepuhkembeng, Irfan Ramadan, mengonfirmasi kerusakan yang terjadi.

“Sekitar pukul 18.00 WIB terjadi hujan sangat deras disertai angin kencang. Angin kencang menimpa bangunan MI beserta musalanya. Atap musala terbang dan menimpa genteng atap sekolah,” jelasnya pada Minggu (22/2/2026).

Akibatnya, atap musala terlepas sepenuhnya, menyisakan hanya tembok dan lantai bangunan. Material atap yang beterbangan juga merusak sebagian genteng sekolah.

“Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap bangunan akibat terpaan angin kencang. Namun, Irfan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk korban tidak ada,” tegasnya.

Tarnoto, seorang warga Dusun Babadan, menuturkan pengalamannya saat hujan es terjadi.

“Awalnya hujan deras disertai angin kencang. Tidak lama kemudian terdengar suara seperti kerikil jatuh di atap warung. Setelah saya lihat, ternyata hujan es. Butiran es yang jatuh sebesar kelereng,” ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak cuaca ekstrem.

“Banyak kejadian di Kabupaten Jombang, terutama di Desa Kepuhkembeng. Kami melakukan penanganan dengan skala prioritas karena dikhawatirkan membahayakan,” katanya.

Selain Desa Kepuhkembeng, laporan kerusakan juga masuk dari sekitar jalan samping kantor KPU dan kawasan Terminal Kepuhsari. BPBD Jombang memastikan semua laporan telah ditindaklanjuti dan pendataan kerugian masih terus dilakukan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kejadian ini bisa segera kami tangani,” pungkas Wiku. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:48 WIB

Pendapatan Turun Drastis, Sopir Angkot Minta Halte Medaeng Ditutup

22 Juli 2026 - 18:23 WIB

Uji Coba PNS Kerja Dekat Rumah

22 Juli 2026 - 18:09 WIB

Fokus Berobat Jantung ke Luar Negeri, Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

22 Juli 2026 - 09:37 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Trending di Nasional