Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SEKADAU, SWARAJOMBANG.COM – Basarnas menyelesaikan evakuasi delapan jenazah korban kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX yang jatuh di hutan pegunungan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau (dekat Sanggau), Kalimantan Barat, pada Kamis malam hingga Jumat pagi (16-17 April 2026). Operasi SAR gabungan ditutup Jumat sore setelah semua korban dikonfirmasi tewas.
Tim Basarnas dibantu TNI, Polri, dan relawan mengevakuasi jenazah dari medan terjal berbukit-bukit di kawasan hutan Desa Tapang Tingang, Sanggau. Lokasi di Bukit Puntak merupakan hutan lebat pegunungan dengan lereng bukit curam dan vegetasi rimbun.
Helikopter hilang kontak di area sulit dijangkau; tim SAR gabungan termasuk Basarnas, TNI, Polri, PMI Sanggau, dan BPBD memulai pencarian sejak kemarin meski koordinat awal rancu.
Pengamat transportasi menduga faktor mekanis pada rotor utama atau sistem penggerak, karena cuaca cerah dan helikopter tampak berusaha mendarat daripada jatuh bebas.
Pada Kamis malam (22.00 WIB), seluruh delapan korban (2 kru, 6 penumpang) diangkat dari puing-puing.
Jenazah diturunkan ke posko SAR Sanggau sekitar pukul 05.00 WIB Jumat, dipindah ke delapan ambulans pukul 05.52 WIB, lalu dibawa ke Yonif 642 Sanggau pukul 06.05 WIB dengan pengawalan polisi.
Semua korban meninggal dunia; kondisi jenazah sebagian besar dikenali meski satu wajah hancur dan ada patah tulang. Jenazah dievakuasi dengan Helikopter Super Puma TNI AU dari Kompi 642 Sanggau ke RS Bhayangkara Pontianak pukul 09.15-09.20 WIB untuk identifikasi dan diserahkan ke keluarga. Basarnas juga menemukan ekor helikopter sekitar 3 km dari titik hilang.
I Made (Kepala Kantor SAR Pontianak) menyatakan: “Setelah tiba di posko, korban dipindahkan ke ambulans pada pukul 05.52 WIB. Sebanyak 8 unit ambulans dikerahkan untuk proses evakuasi lanjutan, yang bergerak menuju Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB dengan pengawalan dari Forider Polres Sanggau.”
Edy Prakoso (Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas) menambahkan: “Tim sudah bergerak,” terkait pengiriman tim SAR awal. Hasil pemantauan udara pukul 15.25 WIB menemukan serpihan ekor helikopter PK-CFX sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik hilang kontak. Basarnas menutup operasi SAR Jumat sore (17/4/2026) karena evaluasi tim gabungan menyatakan tidak perlu dilanjutkan.
Daftar Korban
-
Kru: Capt. Marindra Wibowo (Pilot), Harun Arasyid (Teknisi/EOB)
-
Penumpang: Patrick K (Warga Negara Malaysia), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, Sugito
Kronologi
Berikut kronologi kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Sanggau, Kalbar, 16 April 2026, berdasarkan data Kemenhub, Basarnas, dan laporan terverifikasi:
-
07.37 WIB (16/4): Lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1), dioperasikan PT Matthew Air Nusantara.
-
08.39 WIB: Terdeteksi sinyal darurat (ELT) di hutan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau/Sanggau.
-
08.00 WIB (perkiraan): Diduga meledak dan jatuh di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang; lokasi sulit di hutan pegunungan.
-
09.15 WIB: Dinyatakan hilang kontak resmi.
-
10.43 WIB: AirNav Indonesia terbitkan NOTAM darurat (DETRESFA).
-
15.25 WIB: Pemantauan udara temukan serpihan ekor ~3 km dari titik hilang.
-
Malam 16/4: Tim SAR gabungan evakuasi 8 jenazah hingga Posko SAR Sanggau pukul 22.00 WIB.
-
05.00 WIB (17/4): Jenazah tiba di Posko Lapangan SAR Sanggau.
-
05.52 WIB: Dipindah ke 8 ambulans.
-
06.05 WIB: Konvoi ke Yonif 642 Sanggau dengan pengawalan polisi.
-
08.18 WIB: Helikopter Super Puma TNI AU berangkat jemput jenazah.
-
09.12-09.15 WIB: Muat jenazah dan lepas landas ke RS Bhayangkara Pontianak untuk visum dan penyerahan keluarga.
-
Sore 17/4: Basarnas tutup operasi SAR; semua korban dikonfirmasi tewas. **











