Penukis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, secara terbuka berdialog dengan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jombang pasca-unjuk rasa pada 16 April 2026.
“Mahasiswa bukan hanya dijadikan sekadar objek kekuasaan, melainkan subjek utama dalam tata kelola pemerintahan,” tegas Octadella di ruang rapat paripurna DPRD, menjadikan aspirasi mahasiswa sebagai bahan evaluasi pengawasan legislatif.
Acara dialog ini terjadi, setelah sejumlah mahasiswa GMNI Jombang, menggelar aksi unjuk rasa membawa isu keterbukaan, di depan gedung DPRD Jombang,
Setelah massa GMNI melakukan orasi dan spanduk, mereka langsung dipersilakan masuk ke ruang rapat utama, diajak berdialog.
Audiensi yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, termasuk Wakil Ketua DPRD Donny Anggun, berlangsung hangat.
Octadella, politisi Gerindra, menyampaikan apresiasi atas aksi solidaritas mahasiswa.
“Tujuan kami sedang melaksanakan aksi solidaritas… Kami berharap tidak ada lagi korban dari masyarakat yang ingin menyuarakan pendapatnya.” Kata
Dialog ini menegaskan komitmen DPRD Jombang untuk menampung suara mahasiswa, mengubah unjuk rasa menjadi momentum pengawasan bersama demi pemerintahan yang lebih responsif.**











