Menu

Mode Gelap

Nasional

Harga Ayam Broiler di Pasar Tradisional Jombang Sudah Sentuh Rp40.000/Kg

badge-check


					Persiapan Imlek dan ramadhan selalu mendorong harga-harga kebutuhan pangan naik. Saat ini harga ayam broiler di Jombang sudah menyentuh Rp 40.000/ kg. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Persiapan Imlek dan ramadhan selalu mendorong harga-harga kebutuhan pangan naik. Saat ini harga ayam broiler di Jombang sudah menyentuh Rp 40.000/ kg. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

 JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM—Warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai merasakan kenaikan harga bahan pokok menjelang Imlek dan Ramadan 2026. Tak hanya bumbu dapur, harga ayam broiler di sejumlah pasar tradisional juga melonjak signifikan.

Pantauan di Pasar Ngoro menunjukkan harga daging ayam potong kini tembus Rp40.000 per kilogram, naik bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Slamet (53), pedagang ayam di sana, bilang harga sebelumnya masih Rp33.000 per kilogram. Awal Februari sempat naik ke Rp34.000–Rp35.000/kg, sebelum akhirnya mencapai Rp40.000/kg saat ini.

“Sekarang sudah Rp40.000 per kilogram,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Slamet, lonjakan ini pola tahunan jelang Ramadan, dipicu permintaan masyarakat yang melonjak sementara pasokan terbatas

. “Setiap mau Ramadan memang biasanya naik. Permintaan tinggi, pasokan sedikit berkurang,” katanya.

Kebutuhan tak hanya dari rumah tangga, tapi juga kegiatan sosial dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Permintaan untuk MBG juga tinggi, stok di pasaran ikut terpengaruh,” tambahnya.

Meski harga naik, permintaan tetap stabil karena ayam broiler jadi kebutuhan pokok. “Permintaan tetap ada, sudah jadi kebutuhan,” tegasnya.

Keluhan Pembeli dan Respons Pemerintah

Pembeli pun mengeluh. Suhartatik (47), warga yang berbelanja di Pasar Ngoro, terpaksa kurangi jumlah beli karena hampir semua bahan pangan naik.

“Kalau mau Ramadan harga memang selalu naik. Tapi harapannya jangan terlalu tinggi,” ujarnya. “Ya harus beli sedikit-sedikit, karena semua harga naik,” keluhnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengakui tren musiman ini. Kabid Sarana Perdagangan dan Bapokting, Yustinus Harris Eko Prasetijo, bilang kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) wajar jelang Ramadan.

Namun, belum ada pasar murah atau operasi pasar akibat keterbatasan anggaran. “Belum ada kegiatan pasar murah atau operasi pasar karena tidak ada anggaran. Ini dampak efisiensi anggaran,” jelasnya.

Meski begitu, Disdagrin tetap jaga stabilitas pasokan lewat kerja sama dengan distributor komoditas strategis seperti beras dan ayam. “Pemerintah kerjasama dengan distributor agar barang tetap keluar ke pasar,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:48 WIB

Pendapatan Turun Drastis, Sopir Angkot Minta Halte Medaeng Ditutup

22 Juli 2026 - 18:23 WIB

Uji Coba PNS Kerja Dekat Rumah

22 Juli 2026 - 18:09 WIB

Fokus Berobat Jantung ke Luar Negeri, Nanik S. Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN

22 Juli 2026 - 09:37 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:07 WIB

PUPR Jombang Kebut Perbaikan Jalan dan Prasarana Sambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:35 WIB

Terbongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Bareskrim Tangkap 12 Tersangka Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:49 WIB

Masih Uji Coba di China, CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:57 WIB

Polres Bangkalan Amankan Tiga Tersangka Kekerasan Seksual Anak

21 Juli 2026 - 18:47 WIB

Trending di Nasional